Persik vs PSS Sore Ini, Macan Putih Incar Tiga Poin di Kandang
Persik Kediri menjamu PSS Sleman pada pekan keenam Super League. Simak jadwal, prediksi pemain, performa, dan suasana duka suporter.
Marc Marquez menjadi pembalap tercepat pada sesi practice di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, Austria, Jumat (15/8/2025). (MotoGP)
Harianjogja.com, JOGJA—Marc Marquez disebut menjalankan strategi pemilihan motor Ducati GP25 yang berdampak pada kegagalan Francesco Bagnaia bersaing di MotoGP 2025.
Mantan pembalap MotoGP, Chris Vermeulen, mengungkap dugaan adanya strategi "pemilihan motor" yang sengaja dilakukan Marquez untuk melumpuhkan rekan setimnya, Francesco Bagnaia.
Marquez dituding telah menyadari sejak awal bahwa Ducati Desmosedici GP25 tidak lebih superior dibandingkan pendahulunya, GP24. Namun, ia justru mendesak Ducati Lenovo untuk tetap menggunakan prototipe baru tersebut.
Menurut Vermeulen, keputusan Marquez mendukung GP25 adalah langkah strategis untuk mengeksploitasi kelemahan adaptasi lawan. "Marc menyadari bahwa GP25 tidak lebih baik dari GP24. Namun, dia tahu dirinya bisa mengendarainya dengan baik, sementara Pecco (Bagnaia) tidak," ungkap Vermeulen dikutip dari Motosan, Senin (5/1/2026).
Strategi ini terbukti jitu. Sepanjang musim 2025, Marquez tampil dominan dengan mengemas 11 kemenangan, sementara Bagnaia justru terseok-seok dan hanya mampu meraih dua podium utama akibat kesulitan menjinakkan karakter mesin baru.
Data di lapangan menguatkan indikasi bahwa GP24 merupakan paket motor yang lebih stabil dan kompetitif bagi mayoritas pembalap. Hal ini dibuktikan oleh:
- Alex Marquez (GP24): Berhasil menjadi runner-up dunia dengan 3 kemenangan.
- Fermin Aldeguer (GP24): Pembalap rookie yang sukses mencuri 1 kemenangan.
- Fabio Di Giannantonio (GP25): Rekan setim yang menggunakan motor sama dengan Marquez, namun kesulitan menembus podium.
Vermeulen menambahkan bahwa jika semua pembalap menggunakan GP24, Marquez akan menghadapi tantangan jauh lebih berat dari Bagnaia dan Jorge Martin yang sudah sangat menyatu dengan sasis lama.
Meski internal Ducati sempat bimbang karena Bagnaia bersikukuh mempertahankan basis GP24, pabrikan Borgo Panigale akhirnya menuruti rekomendasi Marquez. Hasilnya, hanya Marquez yang mampu mengekstraksi potensi maksimal dari GP25, meninggalkan rival-rivalnya dalam krisis adaptasi.
"Marc tahu dia bisa mengalahkan siapa pun dengan motor baru itu karena kemampuan adaptasinya yang luar biasa," tutup Vermeulen. Fenomena ini semakin mempertegas julukan Marquez sebagai pembalap dengan intelegensi taktis tertinggi di paddock saat ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persik Kediri menjamu PSS Sleman pada pekan keenam Super League. Simak jadwal, prediksi pemain, performa, dan suasana duka suporter.
Pemprov Jawa Tengah meminta penutupan sementara jalur pendakian gunung untuk mengantisipasi karhutla di Lawu, Sumbing, dan kawasan Dieng.
SIM Keliling Jogja Jumat 23 Oktober 2026 melayani malam hari di Alun-Alun Kidul. Simak jadwal, lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Cek jadwal KRL Palur-Jogja Jumat 23 Oktober 2026. Tersedia 12 jadwal keberangkatan dari Palur hingga Stasiun Yogyakarta.
Hardjuno Wiwoho menilai batas risiko bisnis dan korupsi perlu diperjelas agar kepastian hukum terjaga tanpa melemahkan pemberantasan korupsi.
Rencana penghentian ekspor gas perlu diimbangi kesiapan pembeli domestik, infrastruktur penyaluran, dan kepastian harga bagi kontraktor migas.