KTM Akui Mesin Bermasalah! Ini Penyebab Kecelakaan Horor Alex Marquez

Jumali
Jumali Sabtu, 18 Juli 2026 12:17 WIB
KTM Akui Mesin Bermasalah! Ini Penyebab Kecelakaan Horor Alex Marquez

Foto ilustrasi Motogp. - Freepik


Harianjogja.com, JOGJA— Kabar mengejutkan datang dari dunia balap MotoGP menyangkut salah satu pabrikan terkemuka. Direktur Motorsport KTM, Pit Beirer, secara terbuka mengonfirmasi adanya masalah serius pada mesin motor KTM yang digunakan musim ini.

Masalah ini ternyata menjadi biang keladi dari kecelakaan horor yang melibatkan Alex Marquez dan Pedro Acosta di MotoGP Catalunya pada Mei lalu, sebuah insiden yang mengakibatkan bendera merah dikibarkan dan mengguncang dunia balap.

Bagi penggemar MotoGP, terutama pendukung setia KTM, kabar ini tentu menjadi perhatian serius. Masalah pada mesin bukan hanya mengancam performa tim, tetapi juga keselamatan pebalap di lintasan. KTM kini berada dalam situasi pelik karena aturan homologasi mesin MotoGP yang membekukan desain mesin sejak awal musim lalu membuat mereka tidak bisa begitu saja mengganti komponen yang bermasalah tanpa izin dari pabrikan lain.

Masalah Mesin yang Memicu Kecelakaan Catalunya
Dikutip dari Crash, masalah pada mesin motor MotoGP KTM menyebabkan beberapa mesin tiba-tiba mati di tengah balapan. Masalah ini terjadi ketika Pedro Acosta memimpin balapan di MotoGP Catalunya, namun tiba-tiba mengangkat tangan dan melambat. Nahas, dari belakang Alex Marquez tak bisa menghindar dan kecelakaan horor terjadi di sana sampai dikibarkan bendera merah. Insiden ini menjadi titik balik yang memaksa KTM untuk menyelidiki akar masalah secara mendalam.

Kepada Sky Italia, Pit Beirer mengungkapkan bahwa ada sesuatu yang salah di dalam mesin motor MotoGP KTM.

"Kami akhirnya menemukan bahwa kami menggunakan komponen bertekanan tinggi di mesin yang tidak memenuhi standar kualitas yang ditentukan," kata Beirer dikutip Speedweek.

"Komponen mesin kritis ini gagal dalam kondisi tertentu. Ini adalah komponen dari suplier. Setelah menyelidiki penyebabnya, kami sekarang juga dapat mengesampingkan kemungkinan bahwa kerusakan ini akan terjadi dengan komponen yang 'benar'," katanya.

Masalah ini menunjukkan adanya celah dalam kontrol kualitas pemasok yang seharusnya menjadi perhatian serius bagi tim pabrikan. Komponen yang tidak memenuhi standar ternyata cukup kritis untuk menyebabkan mesin mati mendadak, sebuah situasi yang sangat berbahaya di kecepatan tinggi.

Aturan Homologasi dan Upaya Perbaikan
Berdasarkan aturan homologasi mesin MotoGP, KTM harus mendapatkan izin dari pabrikan lain sebelum membuka mesin yang disegel untuk mengganti komponen yang bermasalah. Ini adalah prosedur standar yang dirancang untuk menjaga persaingan yang adil, tetapi dalam kasus ini menjadi penghalang bagi KTM untuk segera memperbaiki masalah. "Kami telah mengajukan permohonan khusus kepada asosiasi pabrikan MSMA, disertai dengan dokumentasi terperinci, meminta izin untuk membuka mesin yang bermasalah dalam kondisi terkontrol selama jeda musim panas untuk mengganti bagian-bagian mesin yang kritis dengan bagian yang benar dengan spesifikasi yang identik," kata Beirer.

"Kami telah menerima umpan balik positif mengenai hal ini selama GP Sachsenring, meskipun beberapa tanggapan masih tertunda. Kami berharap kerja sama yang baik di sini juga dan menunjukkan transparansi penuh kepada semua pihak yang terlibat mengenai seluruh proses," tambahnya. KTM telah mendapat dukungan dari Aprilia. Namun, pabrikan asal Austria itu juga harus menerima persetujuan dari Ducati, Honda, dan Yamaha sebelum melakukan penggantian komponen mesin—sebuah proses yang membutuhkan waktu dan negosiasi intensif.

Masalah mesin ini tentu berdampak signifikan pada performa KTM di sisa musim. Dengan desain mesin yang dibekukan, KTM tidak bisa melakukan perubahan besar tanpa persetujuan semua pabrikan. Kegagalan komponen pemasok yang tidak sesuai standar menjadi pelajaran berharga bagi seluruh tim pabrikan tentang pentingnya kontrol kualitas yang ketat, bahkan untuk komponen yang berasal dari pemasok eksternal.

Bagi para pebalap KTM, termasuk Brad Binder dan Pedro Acosta, situasi ini menambah tekanan karena mereka harus balapan dengan kesadaran bahwa ada potensi mesin mati mendadak di tengah lintasan. Dukungan dari Aprilia menjadi angin segar, tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan Ducati, Honda, dan Yamaha yang belum memberikan lampu hijau. Penggemar KTM di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, tentu berharap proses perizinan ini berjalan lancar agar tim bisa kembali tampil kompetitif dan aman di sisa musim MotoGP 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online