Jangan Abaikan Ban Gundul, Ancam Keselamatan di Jalan
Ban gundul bukan hanya soal potensi pelanggaran lalu lintas. Kondisi ban yang aus dapat meningkatkan risiko tergelincir, memperpanjang jarak pengereman, hingga
Francesco Bagnaia / Reuters- John Nazca
Harianjogja.com, JOGJA—Paolo Simoncelli menilai kegagalan Francesco Bagnaia di MotoGP 2025 disebabkan kesalahannya meremehkan kekuatan Marc Marquez sebagai rekan setim.
Bagnaia merupakan pilar utama Ducati Lenovo selama periode 2022–2024 dengan raihan dua gelar juara dunia. Namun, kehadiran Marc Marquez di tim pabrikan untuk musim 2025 menciptakan dinamika persaingan yang tidak mampu diantisipasi oleh pembalap asal Italia tersebut.
"Dia (Bagnaia) tidak siap menghadapi rekan satu tim sekuat itu," kata Paolo Simoncelli, dikutip dari Crash pada Rabu (7/1/2026).
Simoncelli menduga Bagnaia terlalu terpengaruh oleh narasi dari lingkungan terdekatnya, yang merupakan bagian dari kelompok Valentino Rossi (VR46 Academy). Hal ini membuat Pecco cenderung meremehkan kemampuan Marquez di lintasan.
Kenyataannya, Marc Marquez justru tampil dominan dan sukses mengunci gelar juara dunia MotoGP ketujuhnya pada musim 2025.
"Pecco berasal dari grup Valentino Rossi, dan setelah mendengar semua yang mereka katakan di grup itu, dia meremehkan Marquez," tutur Simoncelli. Ia menambahkan, Bagnaia mungkin mengira hanya perlu meminimalkan kesalahan untuk menang. Namun, menghadapi Marquez yang memiliki mentalitas menyerang justru memicu krisis performa pada Bagnaia.
Di sisi lain, Paolo Simoncelli memberikan pujian setinggi langit kepada Marc Marquez. Baginya, gaya balap dan mentalitas pantang menyerah yang dimiliki The Baby Alien sangat mengingatkannya pada sang putra, mendiang Marco Simoncelli.
"Saya tahu Marc adalah yang terkuat. Saya selalu menyukainya; dia berkendara dan berpikir seperti anak saya, dia tidak pernah menyerah dan selalu berusaha," ujarnya dengan emosional.
Paolo juga merefleksikan andai Marco masih aktif membalap, persaingan di kasta tertinggi MotoGP saat ini pasti akan jauh lebih menghibur. "Seandainya Marco masih ada, kita pasti akan melihat pertarungan yang luar biasa. Kalian tahu bagaimana indahnya pertarungan dalam olahraga ini," tutup Simoncelli.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ban gundul bukan hanya soal potensi pelanggaran lalu lintas. Kondisi ban yang aus dapat meningkatkan risiko tergelincir, memperpanjang jarak pengereman, hingga
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto
Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja melaju ke babak 16 besar Taipei Open 2026 setelah mengalahkan wakil Taiwan Sheng-Ming Lin/Sung Yi-Hsuan 21-16,
PSS Sleman memastikan mayoritas pemain dalam kondisi fit jelang Super League 2026/2027. Hanif Sjahbandi segera kembali ke Sleman setelah menjalani pemulihan ced
Prahdiska Bagas Shujiwo dan Thalita Ramadhani Wiryawan sukses melaju ke babak 16 besar Taipei Open 2026 setelah menyingkirkan lawan masing-masing di Taipei Aren
Sejumlah musisi ternama tampil memeriahkan FYP Fest, di antaranya NDX AKA, Denny Caknan, Guyon Waton, Trio Macan, dan Lavora