31 Dispensasi Nikah di Jogja Jadi Dasar Lahirnya Program MALIKA
Pemkot Jogja menyiapkan program MALIKA setelah 31 dispensasi nikah diajukan pada 2024 untuk mendampingi keluarga muda dan menekan berbagai risiko.
Pemain PSIM Jogja, Ze Valente saat ditemui usai sesi latihan PSIM di Stadion Mandala Krida, Jogja, Rabu (7/1/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Gelandang PSIM Jogja, Ze Valente, mengaku masih memiliki ikatan emosional kuat dengan PSS Sleman, klub pertama yang ia bela saat berkarier di Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan Ze Valente setelah dirinya berhasil mencatatkan 100 penampilan di Liga Indonesia. Pencapaian tersebut menandai perjalanan panjang sang pemain asal Portugal, mulai dari membela PSS Sleman, Persebaya Surabaya, Persik Kediri, hingga kini menjadi pilar penting bagi Laskar Mataram, PSIM Jogja.
“Ikatan terkuat yang saya miliki mungkin dengan para fans di Sleman saat saya baru tiba. Itu klub pertama saya di sini, saya baru saja datang ke Indonesia dan melewati momen-momen yang sangat menyenangkan bersama mereka,” ujar Ze Valente usai sesi latihan PSIM di Stadion Mandala Krida, Rabu (7/1/2026).
Menurut Ze, pengalaman perdana di Bumi Sembada menjadi fondasi penting dalam karier sepak bolanya di tanah air. Ia menyebut banyak kenangan indah yang masih melekat erat di ingatannya hingga saat ini, terutama sambutan hangat dari para suporter.
Selain PSS Sleman, Ze Valente juga mengakui memiliki pengalaman positif saat memperkuat Persebaya Surabaya. Namun, baginya, kebahagiaan terbesar bukan sekadar prestasi di lapangan, melainkan kedekatan emosional dengan pendukung tim.
“Saya juga punya momen-momen bagus di Persebaya. Tapi saya tidak bisa memilih satu sebagai favorit. Momen terindah bagi saya di sepak bola sini adalah saat berbagi kebahagiaan dengan para fans,” tandasnya.
Tantangan di Super League dan Lawan Terberat
Dalam kesempatan yang sama, pemain bernomor punggung 10 ini turut menyoroti persaingan di Super League musim ini. Ia menilai level kompetisi kian kompetitif seiring dengan regulasi dan bertambahnya kualitas pemain asing yang merumput di Indonesia.
“Bagi saya pribadi, lawan terberat adalah Borneo FC. Pertandingan melawan mereka sangat sulit, terutama karena mereka punya pemain-pemain bagus di lini tengah,” ungkap Ze.
Ze Valente menambahkan bahwa peningkatan kualitas liga menjadi tantangan yang ia nikmati sebagai pemain profesional. Menurutnya, standarisasi liga yang meninggi menuntut pemain untuk tampil lebih stabil setiap pekannya.
“Sekarang levelnya lebih tinggi. Anda harus lebih konsisten dan menunjukkan kualitas. Kalau tidak, Anda akan tenggelam. Bagi saya ini bagus, ini tantangan dan saya suka tantangan,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menyiapkan program MALIKA setelah 31 dispensasi nikah diajukan pada 2024 untuk mendampingi keluarga muda dan menekan berbagai risiko.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
RSUD Panembahan Senopati Bantul meluncurkan Si Banter untuk mempermudah pembayaran tagihan rumah sakit melalui digitalisasi dan QRIS.
Prabowo menyebut Indonesia menghabiskan hingga Rp535 triliun per tahun untuk impor BBM. Pemerintah mendorong kendaraan listrik dan EBT.