Pelatih PSIM Jogja Bingung dengan Keputusan VAR saat Gol Haljeta Dianulir Lawan Madura
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel mempertanyakan proses VAR saat gol kedua Nermin Haljeta dianulir dalam laga melawan Madura United.
Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel saat ditemui usai sesi latihan di Mandala Krida, Senin (16/3/2026) sore. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA— PSIM Jogja mendapat kesempatan untuk melakukan pembenahan setelah menjalani awal musim yang belum sesuai harapan di Super League 2026/2027. Jeda kompetisi karena agenda FIFA Matchday dinilai bisa menjadi momentum bagi Laskar Mataram untuk memperbaiki performa sebelum kembali bertanding menghadapi Persija Jakarta pada Oktober mendatang.
Pelatih PSIM Jean-Paul Van Gastel menilai masa tanpa pertandingan sering kali memberi dampak berbeda bagi setiap tim. Menurutnya, klub yang sedang menikmati tren kemenangan biasanya kurang diuntungkan dengan adanya jeda panjang. Sebaliknya, tim yang tengah mengalami periode sulit dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan evaluasi dan pemulihan.
“Biasanya kalau tim sedang dalam tren menang, jeda panjang bisa dianggap merugikan. Sebaliknya, kalau tim sedang dalam tren negatif, jeda ini bisa menguntungkan,” kata Van Gastel, Rabu (23/9/2026).
Pernyataan itu muncul saat PSIM masih berupaya keluar dari tren kurang maksimal pada tiga pertandingan awal musim. Dari tiga laga yang sudah dimainkan, tim berjuluk Laskar Mataram baru mengoleksi satu poin.
Hasil tersebut diperoleh saat PSIM bermain imbang 1-1 melawan Persita Tangerang. Setelah itu, PSIM harus menelan kekalahan saat menghadapi Persebaya Surabaya dan kembali kehilangan poin ketika takluk 2-1 di markas Madura United.
Catatan satu hasil imbang dan dua kekalahan membuat posisi PSIM belum aman di papan klasemen. Hingga pekan ketiga, klub asal Jogja itu menempati peringkat ke-14.
Posisi tersebut hanya terpaut satu tingkat dari rival sesama Daerah Istimewa Yogyakarta, PSS Sleman, yang berada di urutan ke-15 klasemen sementara Super League 2026/2027.
Kondisi tersebut membuat masa jeda kompetisi menjadi periode penting bagi tim pelatih untuk melakukan berbagai evaluasi. Tidak hanya menyangkut aspek permainan, tetapi juga kesiapan fisik dan mental para pemain setelah melewati rangkaian pertandingan awal musim.
Menurut Van Gastel, jeda kompetisi memberikan kesempatan bagi seluruh elemen tim untuk mengembalikan energi sebelum kembali menjalani persaingan yang panjang.
“Yang jelas, jeda ini memberikan kesempatan bagi para pemain untuk beristirahat secara fisik maupun mental, begitu juga bagi jajaran staf pelatih,” ujarnya.
Sebelumnya, manajemen PSIM memutuskan meliburkan skuad utama selama berlangsungnya jeda internasional FIFA Matchday. Para pemain dijadwalkan kembali berkumpul dan menjalani sesi latihan pada Minggu (27/9/2026).
Masa libur tersebut tidak hanya dimanfaatkan pemain untuk beristirahat. Tim pelatih dan manajemen juga menggunakan periode tersebut untuk menelaah penampilan PSIM selama tiga pertandingan pertama musim ini.
Evaluasi dilakukan setelah tim mencatatkan satu kali hasil imbang dan dua kekalahan. Dengan tidak adanya pertandingan dalam beberapa pekan, staf pelatih memiliki waktu lebih panjang untuk menyiapkan program latihan maupun penyempurnaan taktik.
Bagi PSIM, kesempatan tersebut menjadi modal penting sebelum memasuki lanjutan kompetisi. Waktu persiapan yang lebih panjang memberi ruang bagi tim untuk menata kembali performa dan kesiapan menghadapi lawan berikutnya.
Meski demikian, Van Gastel mengingatkan bahwa manfaat jeda kompetisi tidak bisa langsung diukur saat ini. Menurutnya, pengaruh sebenarnya baru akan terlihat setelah kompetisi kembali berjalan dan tim kembali bertanding.
“Dampak pastinya ke tim selalu sulit dipastikan. Setelah itu kami akan melanjutkannya kembali,” kata dia.
Setelah jeda berakhir, PSIM akan langsung menghadapi tantangan besar. Laskar Mataram dijadwalkan menjamu Persija Jakarta pada 10 Oktober mendatang.
Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi PSIM untuk memperbaiki catatan hasil yang belum memuaskan sejak awal musim. Di sisi lain, lawan yang akan dihadapi datang dengan kondisi berbeda.
Persija saat ini berada dalam tren positif setelah menyapu bersih tiga pertandingan pembuka Super League 2026/2027 dengan kemenangan. Tim asuhan Shin Tae-yong itu untuk sementara menempati posisi ketiga klasemen.
Situasi tersebut membuat waktu jeda menjadi periode yang sangat penting bagi PSIM. Selain memulihkan kondisi pemain, tim pelatih juga memiliki kesempatan untuk menyiapkan strategi menghadapi salah satu tim papan atas pada awal musim ini.
Van Gastel menegaskan bahwa jeda kompetisi merupakan bagian yang lumrah dalam kalender sepak bola internasional karena berlangsung bersamaan dengan agenda FIFA Matchday.
“Lagi pula, ini jeda internasional atau FIFA Matchday, jadi wajar jika ada libur kompetisi seperti ini,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel mempertanyakan proses VAR saat gol kedua Nermin Haljeta dianulir dalam laga melawan Madura United.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.
Simak enam seri laptop gaming dari Lenovo, ASUS, Acer, MSI, dan HP. Cek pilihan GPU, RAM, layar, serta hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli.