Hari Ini, IHSG Ditutup Amblas 3,54 Persen ke level 6.094,94
IHSG hari ini ditutup amblas 3,54% ke level 6.094,94. Investor panik merespons rencana aturan eksportir tunggal BUMN di bawah PT Danantara.
Foto Arsip - Gelandang Persib Bandung Thom Haye saat melakukan sesi latihan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Jawa Barat. ANTARA/Rubby Jovan
Harianjogja.com, BANDUNG—Manajemen Persib Bandung mengecam keras ancaman pembunuhan yang ditujukan kepada keluarga gelandang Persib, Thom Haye, usai laga melawan Persija Jakarta pada pekan ke-17 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1/2026).
Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, menegaskan ancaman tersebut tidak dapat dibenarkan dalam konteks apa pun. Ia menilai sepak bola semestinya menjadi ruang sportivitas, bukan arena kekerasan dan intimidasi.
“Di mana pun tidak ada yang dibenarkan mengancam seperti itu, apalagi membawa-bawa keluarga dan ancaman pembunuhan. Ini sangat kami sesalkan. Sepak bola itu olahraga, tidak boleh ada ancaman-ancaman seperti ini,” kata Umuh di Bandung, Senin.
Umuh memastikan pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum. Menurutnya, ancaman yang disampaikan melalui pesan pribadi dengan identitas tertentu relatif mudah ditelusuri oleh kepolisian.
“Yang mengancam ini pasti akan kena sanksi hukum. Ada nomor dan jejaknya, itu gampang dilacak. Kami akan serahkan kepada pihak berwajib,” ujarnya.
Ia juga menegaskan manajemen Persib memberikan dukungan penuh kepada Thom Haye dan keluarganya agar tetap tenang menghadapi situasi tersebut.
“Saya juga pesan ke Thom Haye untuk tenang saja. Tidak ada yang perlu ditakutkan. Orang yang mengancam itu justru yang akan berhadapan dengan hukum,” katanya.
Sebelumnya, Thom Haye mengungkapkan melalui akun Instagram pribadinya bahwa keluarganya menerima ancaman pembunuhan setelah Persib Bandung mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 1–0.
“Saya bisa menerima banyak hal sebagai seorang profesional, tetapi saya dengan hormat meminta kepada orang-orang yang mengirimkan ancaman kematian dan pesan-pesan mengerikan kepada keluarga saya untuk berhenti. Sepak bola seharusnya tidak pernah sampai sejauh itu,” tulis Haye.
Pemain yang tampil penuh dalam laga tersebut itu juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menciptakan lingkungan sepak bola yang aman dan sehat.
“Mari kita bersama-sama membangun lingkungan sepak bola yang lebih baik, untuk para pemain, suporter, dan masa depan sepak bola Indonesia,” tulisnya.
Manajemen Persib berharap insiden ancaman terhadap keluarga pemain ini menjadi pelajaran penting agar atmosfer Super League tetap menjunjung tinggi sportivitas, keamanan, dan rasa saling menghormati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
IHSG hari ini ditutup amblas 3,54% ke level 6.094,94. Investor panik merespons rencana aturan eksportir tunggal BUMN di bawah PT Danantara.
Lansia 71 tahun tewas tertabrak pikap di Sentolo Kulonprogo saat berbelok di simpang Tugu Pensil.
Jonatan Christie tersingkir di Malaysia Masters 2026 usai kalah tiga gim dari Hu Zhe An, fokus beralih ke Singapura Open.
Tagihan listrik rumah naik? AC, kulkas, mesin cuci hingga kebiasaan kecil bisa jadi penyebab utama boros energi di rumah.
Luciano Spalletti dikabarkan siap mundur dari Juventus jika gagal membawa klub lolos ke Liga Champions musim depan.
PSIM Jogja tertinggal 0-1 dari Arema FC di menit awal laga Liga Super 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan.