Hadapi Kekeringan, Pemkab Sleman Siapkan Anggaran dan Dropping Air
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Pelatih Kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis. /Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Persaingan menuju puncak klasemen Grup 2 (Timur) Pegadaian Championship 2025/2026 kian memanas menjelang berakhirnya putaran kedua. Tiga tim papan atas terlibat persaingan ketat, dengan PSS Sleman berada di jalur perebutan posisi teratas.
Situasi klasemen sementara menunjukkan selisih poin yang sangat tipis antartim. Barito Putera saat ini memimpin di peringkat pertama dengan koleksi 36 poin. Tepat di bawahnya, PSS Sleman menempel ketat di posisi kedua dengan raihan 35 poin, hanya terpaut satu angka dari pemuncak. Sementara itu, Persipura berada di urutan ketiga dengan 34 poin. Ketiga tim tersebut masih memiliki peluang yang sama untuk finis sebagai pemuncak klasemen hingga laga terakhir putaran kedua.
Kondisi tersebut membuat setiap pertandingan menjadi krusial. Sedikit saja kehilangan fokus, posisi di papan atas bisa bergeser dengan cepat. Hal inilah yang menjadi perhatian serius jajaran pelatih PSS Sleman.
Pelatih Kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis, menilai persaingan di Grup Timur Pegadaian Championship berlangsung sangat ketat dan menuntut konsentrasi penuh dari setiap tim. Ia menegaskan bahwa seluruh peserta memiliki peluang yang sama besar untuk berada di posisi puncak.
“Semua tim yang ada di Grup Timur punya kans yang sama. Makanya kami tetap fokus, tetap konsentrasi, karena lengah sedikit pasti tim lain akan naik ke atas,” ujar Ansyari saat Post Match Press Conference, Sabtu (24/1/2026).
Menurut Ansyari, faktor pembeda dalam persaingan ini bukan semata kualitas, melainkan kesiapan tim dalam menjalani setiap pertandingan. Ia menilai tim yang mampu mempersiapkan diri dengan lebih baik akan memiliki peluang lebih besar untuk berhasil di akhir kompetisi.
“Tetapi semua tim karena punya peluang yang sama, jadi siapa yang mempersiapkan diri dengan baik pasti itu yang akan berhasil,” tegasnya.
Terkait target, Ansyari menegaskan bahwa tujuan PSS Sleman tidak berubah sejak awal musim. Super Elja tetap membidik satu tiket promosi ke Liga 1. Namun, ia menyadari target tersebut juga menjadi ambisi seluruh tim yang berlaga di Pegadaian Championship.
“Ya target kami dari awal tetap lolos ke Liga 1. Tetapi kami tahu semua tim juga kepengin lolos. Makanya kami mempersiapkan diri, semua pemain juga mempersiapkan diri dengan baik karena lengah sedikit pasti yang lain akan menggeser kita di atas,” katanya.
Dengan selisih poin yang tipis dan jadwal pertandingan yang kian menipis, PSS Sleman dituntut menjaga konsistensi performa agar tetap berada dalam persaingan puncak Grup Timur Pegadaian Championship hingga laga penentuan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Prabowo mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI dan Aida Budiman sebagai Deputi Senior. DPR segera gelar fit and proper test.
Imigrasi menolak 9.394 paspor sepanjang Januari-Juli 2026 karena terindikasi TPPO dan pekerja migran ilegal.
Dua perkara pelanggaran miras dan minuman oplosan di Bantul diputus dengan total denda Rp16 juta. Barang bukti turut dimusnahkan.
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Anak gajah Yuna mati di PLG Saree Aceh diduga terinfeksi EEHV. BKSDA Aceh melakukan deteksi dini terhadap gajah anakan lainnya.