Potongan Motor Balap Ducati Kini Bisa Dibeli Kolektor MotoGP
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Foto ilustrasi sepak bola dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA— Asosiasi Sepak Bola China (CFA) menjatuhkan hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup terhadap 73 individu, termasuk mantan pelatih Timnas China, Li Tie, menyusul skandal pengaturan skor besar-besaran.
AFP mengungkapkan, pengumuman yang dirilis pada Jumat (30/1/2026) ini merupakan bagian dari pembersihan besar-besaran terhadap praktik match-fixing, perjudian, dan suap yang telah merusak integritas liga domestik mereka.
Ketegasan pemerintah China ini menjadi sinyal kuat bagi dunia sepak bola internasional, termasuk menjadi pelajaran berharga bagi PSSI untuk menjaga integritas Liga 1 Indonesia.
Li Tie, yang juga mantan pemain Everton, sebelumnya telah dijatuhi hukuman penjara 20 tahun atas kasus suap, dan kini hukuman tersebut diperberat dengan larangan total dari seluruh aktivitas sepak bola. Selain Li Tie, mantan Ketua CFA Chen Xuyuan juga menerima nasib serupa dengan hukuman penjara seumur hidup plus larangan beraktivitas di dunia bola seusai terbukti menerima suap senilai 11 juta USD.
CFA menegaskan bahwa sanksi maksimal ini diberikan tanpa toleransi sedikit pun guna memulihkan martabat olahraga nasional mereka.
Dampak dari skandal ini juga memukul telak klub-klub peserta Liga Super China, di mana 11 klub dipastikan akan memulai musim kompetisi Maret 2026 dengan pengurangan poin. Klub besar seperti Tianjin Jinmen Tiger dan Shanghai Shenhua dijatuhi sanksi minus 10 poin serta denda 1 juta yuan.
Sementara itu, sang juara bertahan Shanghai Port tidak luput dari hukuman dengan pengurangan 5 poin dan denda 400 ribu yuan. Secara keseluruhan, sembilan tim lainnya akan memulai liga dengan defisit poin akibat keterlibatan dalam transaksi ilegal.
Krisis ini semakin memperburuk kondisi sepak bola Negeri Tirai Bambu seusai raksasa Guangzhou FC dinyatakan bubar pada 2025 akibat masalah finansial yang akut. Rentetan skandal ini seolah mematahkan ambisi besar Presiden Xi Jinping untuk melihat China menjadi raksasa bola dunia. Meskipun telah dilakukan penindakan massal terhadap pejabat, pemain, dan klub, Timnas China tetap gagal mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Niat mulia masyarakat untuk mengangkat anak perlu dibarengi dengan pemahaman terhadap prosedur dan ketentuan yang berlaku agar hak-hak anak tetap terlindungi se
Embarkasi haji berbasis hotel di DIY diklaim sukses tanpa keluhan krusial. Sistem ini disebut lebih nyaman dan efisien bagi jemaah.
Google resmi memperkenalkan Gemini Spark, AI agent terbaru yang dapat bekerja otomatis 24 jam tanpa terus menerima perintah pengguna.
Pembayaran ganti rugi tol Jogja-Kulon Progo di Bantul kembali cair Rp57,08 miliar untuk 53 bidang tanah di Argomulyo Sedayu.
Moh Zaki Ubaidillah lolos ke perempatfinal Malaysia Masters 2026 usai menang dramatis, sementara Bobby/Melati tersingkir di 16 besar.