Gempa M 7,1 Guncang Kumamoto, Korban Tewas Naik Jadi 13 Orang
Korban tewas akibat gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, bertambah menjadi 13 orang. Sebanyak 260.000 warga mengungsi dan proses pencarian korban masih berl
Instagram: MotoGP
Harianjogja.com, JOGJA—Yamaha mulai menunjukkan arah pengembangan serius untuk MotoGP 2026 dengan menguji paket aerodinamika depan anyar dalam sesi Shakedown Test di Sirkuit Sepang, Malaysia. Sayap depan baru tersebut mengusung desain kotak persegi panjang yang disebut-sebut mengadopsi konsep serupa milik KTM dan Honda.
Pada hari pertama pengujian, Yamaha masih menggunakan sayap depan model lama bergaya tri-plane atau yang kerap disebut “kumis”. Namun memasuki sesi berikutnya, pabrikan asal Jepang itu langsung menurunkan desain baru yang sebelumnya telah diperkenalkan secara visual saat peluncuran tim di Jakarta beberapa waktu lalu.
Empat pembalap dilibatkan langsung untuk menjajal perangkat aerodinamika anyar tersebut, yakni Fabio Quartararo dan Alex Rins dari tim pabrikan Monster Yamaha, Jack Miller dari tim satelit Prima Pramac, serta test rider Andrea Dovizioso. Yamaha memanfaatkan sesi ini untuk mengumpulkan data sebanyak mungkin dari berbagai gaya berkendara dan konfigurasi motor.
Khusus pada motor yang dikendarai Andrea Dovizioso, Yamaha memasang tabung pivot di bagian depan motor. Perangkat ini berfungsi mengukur aliran udara secara presisi, sehingga tim teknis dapat memetakan efektivitas aerodinamika baru dalam berbagai kondisi lintasan dan kecepatan.
Direktur Tim Monster Yamaha, Massimo Meregalli, mengakui bahwa konsep sayap depan serupa sebenarnya pernah dicoba sebelumnya pada motor bermesin inline. Namun hasilnya belum memuaskan. “Kami sempat mencoba konsep (sayap depan) yang mirip pada motor (inline) sebelumnya, tetapi karena dimensi motor dan lebarnya yang lebih besar, hasilnya kurang efektif dibandingkan tri-plane,” ujar Meregalli, seperti dikutip dari Crash, Minggu (1/2/2026).
Situasi berubah setelah Yamaha beralih ke mesin V4 untuk proyek MotoGP 2026. Menurut Meregalli, konfigurasi baru ini membuka peluang pengembangan aerodinamika yang lebih optimal. “Dengan V4 baru ini, kami menemukan lewat pengujian di terowongan angin bahwa paket aero tersebut bekerja jauh lebih baik,” lanjutnya.
Shakedown Test MotoGP sendiri merupakan sesi uji awal yang sangat penting, terutama bagi pabrikan penerima konsesi seperti Yamaha dan Honda. Fokus utama bukan pada catatan waktu tercepat, melainkan memastikan seluruh komponen—mulai dari mesin, sasis, aerodinamika, hingga elektronik—berfungsi sesuai rencana sebelum memasuki rangkaian tes pramusim resmi.
Pengujian sayap depan baru ini menjadi sinyal kuat bahwa Yamaha tengah berupaya mengejar ketertinggalan performa dari rival-rivalnya. Dengan kombinasi mesin V4 dan pendekatan aerodinamika baru, Yamaha berharap dapat kembali kompetitif di papan atas MotoGP seusai beberapa musim terakhir kesulitan bersaing secara konsisten.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Korban tewas akibat gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, bertambah menjadi 13 orang. Sebanyak 260.000 warga mengungsi dan proses pencarian korban masih berl
DJP mencatat piutang pajak tak tertagih Rp47,4 triliun pada 2025. Sebanyak Rp35 triliun berstatus macet dan mayoritas berusia di atas lima tahun.
Simak rekomendasi AI terbaik untuk bisnis, mulai ChatGPT, Claude, Copilot, Perplexity AI hingga Jasper AI sesuai kebutuhan kerja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan strategi bertahap mengatasi monyet ekor panjang yang merusak lahan pertanian, termasuk menggandeng UGM.
Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia berpeluang menjadi ekonomi terbesar keempat dunia dalam 25 tahun mendatang.
Pemda DIY mengantisipasi dampak El Nino dengan memastikan stok pangan, pengelolaan air, dan mitigasi kekeringan di wilayah rawan.