Terungkap! Istri Gorok Leher Suami di Bantul, Dipicu Chat Selingkuh
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Ketua KONI DIY, KGPAA Paku Alam X saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang digelar Sabtu (14/2/2026). Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—KONI DIY mulai mengakselerasi persiapan menuju PON 2028 yang direncanakan digelar di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Hal ini ditegaskan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Sabtu (14/2/2026) sebagai langkah awal mematangkan strategi, pembinaan atlet, dan pemetaan cabang olahraga.
Dalam forum tersebut, pengurus KONI DIY menyoroti ketidakpastian daftar cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan di PON ke-22. Meski regulasi teknis belum final, proses pembinaan atlet dan penyaringan cabor potensial sudah berjalan bertahap sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju PON 2028.
Ketua KONI DIY, KGPAA Paku Alam X, menyampaikan pihaknya masih menunggu kepastian resmi terkait teknis pelaksanaan dan daftar cabor yang dipertandingkan.
“Untuk sementara informasi yang kami terima, PON berikutnya akan diselenggarakan di Nusa Tenggara. Kami mohon doa agar bisa mempersiapkan atlet dan menentukan cabor apa saja yang bisa kami ikuti,” ujarnya.
Ia menegaskan tahun 2027 akan menjadi fase krusial bagi DIY karena beririsan dengan dua agenda penting, yakni PORDA dan Babak Kualifikasi (BK) PON. Kedua ajang tersebut akan menjadi tolok ukur sekaligus bahan evaluasi kesiapan atlet dan cabor sebelum berlaga di PON 2028.
"Dengan persiapan yang matang kami optimistis raihan medali dan prestasi dari penyelenggaraan sebelumnya akan semakin meningkat," jelasnya.
Ketua Panitia Rakerda KONI DIY, Kadarmanta Baskara Aji, menyebut PORDA 2027 harus dimaknai sebagai pemanasan menuju BK PON 2028. Tanpa lolos babak kualifikasi, DIY dipastikan tidak bisa mengirimkan atlet ke panggung nasional.
Ia mengungkapkan hingga kini daftar resmi cabor yang akan dipertandingkan di PON 2028 belum ditetapkan. Namun, berdasarkan pembahasan dalam Rakernas sebelumnya, besar kemungkinan cabor yang dipertandingkan adalah cabang olahraga kategori Olimpiade.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi DIY. Sejumlah cabor andalan yang selama ini menjadi lumbung emas berpotensi tidak dipertandingkan apabila kebijakan tersebut benar-benar diberlakukan.
“Kalau yang dipertandingkan adalah cabor Olimpiade, tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi kami. Karena belum tentu semua cabor unggulan DIY masuk dalam daftar itu,” katanya.
Dengan dinamika tersebut, KONI DIY menargetkan pemetaan ulang kekuatan cabor serta optimalisasi pembinaan atlet sejak 2026 agar mampu beradaptasi dengan skema baru PON 2028 di NTT dan NTB, sekaligus memastikan DIY tetap kompetitif di level nasional melalui seleksi ketat dan evaluasi berjenjang menjelang BK PON.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.