Jangan Tergiur Bonus, Ini Cara Cek Game Cuan yang Aman
Jangan mudah tergiur game cuan dan bonus besar. Simak 6 cara mengecek legalitas, keamanan data, bonus, reputasi, dan penarikan dana.
Dugaan insiden rasisme yang melibatkan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, terhadap bintang Real Madrid, Vinícius Júnior, dalam pertandingan 17 Februari 2026 lalu/ AFP
Harianjogja.com, JOGJA—Dunia sepak bola internasional bersiap menghadapi potensi perubahan regulasi setelah muncul wacana “Prestianni Law” yang diusulkan FIFA.
Bein Sport melaporkan, gagasan ini mencuat sebagai respons atas dugaan insiden rasisme yang melibatkan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, terhadap bintang Real Madrid, Vinícius Júnior, dalam pertandingan 17 Februari 2026 lalu.
Wacana Aturan Baru FIFA Prestianni Law tersebut mengatur kemungkinan pemberian sanksi tegas bagi pemain yang dengan sengaja menutup mulut menggunakan tangan atau kaus saat berbicara di lapangan. Tindakan itu dinilai dapat menjadi celah untuk menyembunyikan ucapan ofensif atau diskriminatif dari sorotan kamera maupun analisis gerak bibir.
Panel Suara Pemain FIFA disebut telah menyatakan dukungan terhadap gagasan tersebut guna meningkatkan transparansi di lapangan. Mantan bek internasional, Mikael Silvestre, menekankan pentingnya pedoman jelas bagi wasit agar memiliki dasar kuat dalam menindak perilaku diskriminatif yang berupaya disamarkan.
Saat ini, UEFA tengah melakukan investigasi atas insiden yang melibatkan Prestianni. Jika terbukti melanggar Pasal 14 regulasi disiplin terkait rasisme, pemain asal Argentina tersebut berpotensi menghadapi sanksi berat, termasuk larangan bertanding hingga 10 pertandingan.
Tuduhan terhadap Prestianni turut menyeret nama penyerang Paris Saint-Germain, Kylian Mbappé, yang dikabarkan menjadi saksi atas dugaan ucapan tersebut. Meski demikian, pihak Benfica membantah keras tuduhan itu dan meminta publik menunggu hasil penyelidikan resmi.
FIFA memandang pengesahan aturan ini dapat menjadi preseden baru dalam komitmen global melawan diskriminasi di sepak bola. Dengan mendorong transparansi komunikasi di lapangan, proses investigasi kasus pelecehan verbal diharapkan tidak lagi terkendala minimnya bukti visual.
Meski demikian, usulan “Prestianni Law” masih dalam tahap pembahasan dan belum diterapkan secara resmi. Wacana ini pun memicu perdebatan mengenai batas privasi pemain serta urgensi penegakan disiplin anti-rasisme di era siaran digital beresolusi tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jangan mudah tergiur game cuan dan bonus besar. Simak 6 cara mengecek legalitas, keamanan data, bonus, reputasi, dan penarikan dana.
Festival Mustika Rasa di Alun-Alun Kidul Jogja ditutup. Yan Kurnia Sutanto mendorong pelestarian kuliner tradisional dan kedaulatan pangan.
Chelsea resmi merekrut Emiliano Martinez dari Aston Villa dengan kontrak tiga tahun. Kiper Argentina itu ditebus sekitar 7,5 juta pound sterling.
9 nama AHWA Muktamar ke-35 NU terpilih dari 4.703 suara. Mereka akan menentukan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode berikutnya.
Polres Sukoharjo bakal menyisir gudang untuk mencegah penyalahgunaan setelah penggerebekan kasino ilegal dan penetapan 30 tersangka.
Veda Ega Pratama finis ke-20 di Moto3 Aragon 2026 setelah sempat masuk zona poin. Ia gagal menambah poin dari seri sebelumnya.