Barcelona Batalkan Seremoni Juara Dunia, Ini Alasan Laporta

Jumali
Jumali Sabtu, 29 Agustus 2026 22:27 WIB
Barcelona Batalkan Seremoni Juara Dunia, Ini Alasan Laporta

Barcelona./Istimewa

Harianjogja.com, JOGJA—Barcelona membatalkan agenda seremoni penghormatan terhadap para pemainnya yang ikut membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026. Acara yang semula dijadwalkan berlangsung di Spotify Camp Nou sebelum pertandingan melawan Athletic Club, Jumat (28/8/2026) malam WIB, itu akhirnya tidak digelar.

Mengutip The Athletic, Barcelona sebelumnya telah menyiapkan seremoni bersama Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF). Agenda tersebut ditujukan untuk memberikan penghormatan kepada delapan pemain Barcelona yang menjadi bagian dari skuad juara dunia.

Delapan pemain tersebut adalah Lamine Yamal, Pedri, Gavi, Eric Garcia, Joan Garcia, Dani Olmo, Pau Cubarsi, dan rekrutan anyar Rodri.

Namun, rencana tersebut berubah setelah situasi politik dan sosial di Catalonia memanas. Presiden Barcelona Joan Laporta kemudian memutuskan membatalkan seremoni tersebut untuk menghindari potensi persoalan yang dapat muncul di dalam stadion.

Keputusan itu diambil di tengah meningkatnya ketegangan antara aparat kepolisian Spanyol dan kelompok pendukung Katalan.

Berawal dari Insiden di Elche

Pemicu ketegangan terjadi pada pertandingan pembuka La Liga ketika Barcelona bertandang ke markas Elche pada pekan sebelumnya.

Sebuah video yang beredar memperlihatkan aparat kepolisian menyita secara paksa bendera Estelada, yang dikenal sebagai simbol gerakan kemerdekaan Catalonia, dari seorang suporter berusia 17 tahun.

Dalam rekaman tersebut, aparat terlihat menarik suporter tersebut dari antrean menuju stadion. Aparat kemudian tampak memukulnya menggunakan tongkat hingga terjadi bentrokan fisik.

Suporter tersebut akhirnya ditangkap dan dikenai tuduhan melakukan penyerangan terhadap petugas.

Peristiwa itu kemudian memicu kecaman dari sejumlah kelompok masyarakat di Catalonia. Insiden tersebut juga meningkatkan sensitivitas terhadap isu kebebasan berekspresi dan simbol-simbol yang berkaitan dengan gerakan kemerdekaan Catalonia.

Menjelang pertandingan Barcelona melawan Athletic Club, kelompok budaya Omnium Cultural dan Catalan National Assembly (ANC) membagikan lebih dari 10.000 bendera Estelada di sekitar Camp Nou.

Pembagian bendera tersebut menjadi bentuk protes atas insiden di Elche sekaligus simbol tuntutan terhadap kebebasan berekspresi.

Barcelona Hindari Pemain Terseret Politik

Dalam situasi tersebut, seremoni penghormatan terhadap pemain Spanyol berpotensi menjadi agenda yang sensitif.

Barcelona dinilai memilih membatalkan acara untuk mencegah para pemainnya terseret ke dalam perdebatan politik yang berlangsung di luar lapangan. Terlebih, beberapa pemain yang akan mendapat penghormatan merupakan bagian dari timnas Spanyol yang dapat menjadi sasaran respons dari kelompok suporter tertentu.

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa preseden. Sebelumnya, tiga pemain timnas Spanyol yang memperkuat Athletic Club, yakni Unai Simón, Aymeric Laporte, dan Nico Williams, juga mengalami situasi serupa.

Ketiganya mendapat cemoohan dari sebagian suporter ketika menjalani seremoni perayaan trofi Piala Dunia di Stadion San Mamés.

Respons tersebut diduga tidak berkaitan dengan performa ketiganya di lapangan, melainkan dipengaruhi sentimen separatisme yang cukup kuat di kawasan Basque.

Keterlibatan para pemain Athletic Club bersama timnas Spanyol menjadi isu sensitif bagi sebagian pendukung klub yang memiliki latar belakang identitas regional yang kuat.

Situasi tersebut menjadi pertimbangan tambahan bagi Barcelona. Dengan membatalkan seremoni, klub dapat mengurangi kemungkinan para pemain Barcelona menjadi bagian dari polemik politik yang terjadi di tribun penonton.

Padahal, agenda tersebut semestinya menjadi momen perayaan atas keberhasilan timnas Spanyol di Piala Dunia 2026. Namun, kondisi politik dan sosial membuat Barcelona memilih mengesampingkan seremoni tersebut demi menjaga fokus pertandingan.

Laga Barcelona melawan Athletic Club pun akhirnya berlangsung tanpa seremoni penghormatan yang sebelumnya telah disiapkan untuk delapan pemain Blaugrana.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online