Pemkot Jogja Biayai Relokasi Anak Korban Daycare, Izin Diperketat
Pemkot Jogja membiayai relokasi 88 anak korban daycare Little Aresha sekaligus mempercepat pembenahan izin daycare di Kota Jogja.
Donny Warmerdam/ Harian Jogja-Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Donny Warmerdam berpeluang menjalani debut bersama PSIM Jogja saat menjamu Bali United di Stadion Sultan Agung Bantul, Senin (23/2/2026), setelah pulih dari cedera patah tulang pergelangan kaki.
Gelandang asal Belanda itu direncanakan masuk daftar susunan pemain seusai absen sejak awal musim, sekaligus menjadi momen penting kembalinya ia ke atmosfer kompetisi bersama PSIM Jogja.
Donny menegaskan fokus utamanya saat ini adalah mengembalikan kebugaran dan membantu tim meraih kemenangan, bukan memikirkan masa depan jangka panjang.
“Fokus saya sekarang adalah bermain kembali dan membantu PSIM memenangkan pertandingan. Itu fokus utama saya, setelah itu baru melihat musim depan. Untuk sekarang saya ingin selalu bugar,” kata Donny, Senin (23/2/2026).
Adaptasi di Jogja dan Perbedaan Sepak Bola
Selain kondisi fisik, Donny mengaku menikmati kehidupannya di Jogja meski sempat menghadapi tantangan adaptasi, terutama terkait cuaca dan makanan.
“Ya, saya sangat menyukainya. Saya sangat senang di sini. Tapi tentu saja saya ingin bermain bola, dan saya harap itu segera terjadi,” tandasnya.
Ia menyebut kini sudah semakin terbiasa dengan kehidupan sehari-hari di Jogja sehingga merasa lebih nyaman saat berlatih maupun beraktivitas di luar lapangan.
“Awalnya memang terasa sedikit berbeda, terutama cuaca dan makanan. Saat latihan saya merasa lebih cepat lelah. Tapi sekarang saya sudah terbiasa dan saya menyukainya di sini,” ucapnya.
Menurut Donny, terdapat perbedaan cukup mencolok antara kultur sepak bola Indonesia dan Belanda, baik dari sisi atmosfer suporter maupun gaya permainan. Meski demikian, ia menikmati permainan timnya saat ini.
“Saat saya menonton, gaya permainannya tampak berbeda dibandingkan dengan Belanda. Penggemarnya, cara bermainnya, semuanya berbeda. Tapi saya suka cara kami bermain dan saya pikir kami tampil sangat baik di kompetisi,” katanya.
Di skuad PSIM saat ini terdapat sejumlah pemain dan staf asal Belanda, seperti Jop van der Avert, Anton Fase, serta pelatih kepala Jean-Paul Van Gastel. Donny menyebut komunikasi di antara mereka berjalan lancar karena menggunakan bahasa Belanda.
“Kami bicara bahasa Belanda saja. Dengan Van Gastel juga. Kami tidak bicara bahasa Inggris satu sama lain,” ujarnya.
Terkait kontraknya, Donny menjelaskan masa baktinya berdurasi satu musim dan ia ingin memanfaatkan kesempatan bermain sebagai ajang pembuktian.
“Kontrak saya satu tahun. Saya harus menunjukkan bahwa saya pemain yang bagus. Setelah musim ini selesai, baru kami akan membicarakannya lagi,” pungkasnya.
Sebelumnya, Pelatih PSIM, Jean-Paul Van Gastel, memastikan Donny siap kembali terlibat dalam pertandingan kompetitif. Meski belum diproyeksikan tampil penuh, keberadaannya di bangku cadangan menjadi sinyal bahwa proses pemulihan cedera berjalan sesuai rencana dan membuka peluang debut Donny Warmerdam bersama PSIM Jogja dalam waktu dekat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja membiayai relokasi 88 anak korban daycare Little Aresha sekaligus mempercepat pembenahan izin daycare di Kota Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Kejagung masih menyelidiki dugaan pengurusan perkara yang menyeret Aspidum Kejati Sumsel Atang Pujiyanto.
Afgan menyiapkan 30 lagu hit untuk konser Retrospektif di Jakarta pada Juli 2026, termasuk Terima Kasih Cinta hingga Panah Asmara.
KNKT masih menyelidiki penyebab kecelakaan KRL di Bekasi Timur dengan memeriksa CCTV, black box, dan sistem persinyalan kereta.
IDAI mengingatkan bahaya monkey malaria yang menular lewat nyamuk dari monyet ke manusia dan bisa memicu infeksi berat hingga kematian.