BMKG: Modifikasi Cuaca Belum Bisa Dilakukan, Karhutla Kian Meluas
BMKG menyebut OMC untuk membantu pemadaman karhutla belum bisa dilakukan karena awan konvektif belum terbentuk di sejumlah daerah.
Logo BRI Super League. - Ist
Harianjogja.com, GIANYAR—Persijap Jepara menargetkan poin saat menghadapi Bali United dalam pekan ke-23 Super League 2025/2026 guna keluar dari zona degradasi. Pelatih Mario Lemos berharap timnya mampu mengulang performa impresif seperti saat mengalahkan Persebaya Surabaya pada laga sebelumnya.
Pertandingan Bali United vs Persijap dijadwalkan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu, (28/2/2026) pukul 20.30 WIB. Lemos menilai laga tersebut menjadi momentum penting bagi timnya untuk memperbaiki posisi klasemen sekaligus menjaga peluang bertahan di Super League musim ini.
“Pertandingan nanti sangat penting untuk kita bisa mencatat poin. Bali United adalah tim besar dengan kekuatan yang bagus. Kita datang ke sini ingin mencuri poin, jadi tidak bisa tampil hanya dengan 60 persen saja, harus lebih dari itu, Kita harus bisa tampil 100 persen seperti dari laga sebelumnya lawan Persebaya,” kata Lemos, dikutip dari laman resmi I.League, Sabtu, (28/2/2026).
Pada klasemen sementara Super League, Persijap masih berada di posisi ke-16 dengan 18 poin, jumlah yang sama dengan PSBS Biak di peringkat ke-15 yang sebelumnya kalah 2–4 dari PSIM Jogja. Kondisi tersebut membuat laga kontra Bali United menjadi kesempatan penting bagi Laskar Kalinyamat untuk keluar dari zona merah.
Persijap datang dengan kepercayaan diri setelah meraih kemenangan 3–1 atas Persebaya pada pertandingan terakhir. Sementara itu, Bali United justru belum menemukan performa terbaik karena tidak meraih kemenangan dalam tiga laga terakhirnya.
Dengan tambahan minimal satu poin, Persijap berpeluang naik ke posisi ke-15 dan keluar dari zona degradasi. Situasi ini membuat pertandingan melawan Bali United memiliki nilai strategis bagi perjuangan tim asal Jepara tersebut di papan bawah klasemen Super League.
“Seperti kita tahu, tiap pertandingan di Super League adalah pertandingan yang tidak mudah. Di pertemuan pertama lawan Bali United di Jepara, kita kalah. Saat ini kita memang butuh poin dan kita akan berjuang untuk mendapatkan poin. Apalagi kita masih ada di papan bawah,” kata pelatih asal Portugal tersebut.
Di sisi lain, Bali United juga menghadapi tekanan seusai gagal meraih kemenangan dalam tiga laga kandang terakhir, termasuk dua kekalahan beruntun dari Persebaya (1–3) dan Persija Jakarta (0–1). Meski demikian, Lemos menegaskan timnya tetap mewaspadai kekuatan Serdadu Tridatu.
“Kita tahu Bali United tampil tidak maksimal di beberapa laga di kandang. Tapi ini tidak masalah bagi kami. Terpenting kami fokus penuh ke tim kami sendiri untuk bisa tampil maksimal di pertandingan nanti. Mudah-mudahan kita bisa mendapatkan hasil apa yang kita inginkan,” kata Lemos, pelatih yang tiga bulan lagi akan genap 40 tahun.
Pertandingan Bali United vs Persijap ini menjadi salah satu laga krusial dalam persaingan papan bawah Super League 2025/2026 karena hasilnya dapat memengaruhi posisi klasemen dan peluang tim keluar dari zona degradasi, terutama bagi Persijap yang sedang berupaya mempertahankan konsistensi performa positif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BMKG menyebut OMC untuk membantu pemadaman karhutla belum bisa dilakukan karena awan konvektif belum terbentuk di sejumlah daerah.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Selasa 11 Agustus 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
BMKG memprakirakan cuaca DIY Selasa 11 Agustus 2026 didominasi cerah dan udara kabur. Suhu berkisar 20-30 derajat Celsius tanpa potensi hujan lebat.
Wilayah pesisir pantai selatan Jogja, khususnya di kawasan Kulon Progo dan Bantul, dinilai memiliki kerentanan tinggi terhadap praktik Tindak Pidana Perdagangan