Pixel 11 Series dengan Tensor G6 dan Zoom 120x, Harga Mulai Rp16 Juta
Google resmi meluncurkan Pixel 11 Series yang terdiri dari Pixel 11, Pixel 11 Pro, Pixel 11 Pro XL, dan Pixel 11 Pro Fold. Dibekali Tensor G6, Gemini AI terbaru
Foto ilustrasi sepak bola. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pengadilan Arbitrase Olahraga atau Court of Arbitration for Sport (CAS) resmi merilis putusan banding terkait kasus pemalsuan dokumen yang menyeret tujuh pemain naturalisasi Malaysia national football team.
Keputusan ini membawa kabar baik bagi para pemain yang terlibat, namun menjadi pukulan bagi Football Association of Malaysia yang gagal mendapatkan keringanan sanksi.
Kasus skandal naturalisasi tersebut mencuat sejak 2025 dan melibatkan tujuh pemain, yakni Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
Ketujuh pemain tersebut dinyatakan tidak memiliki pertalian darah dengan Malaysia sehingga proses perpindahan kewarganegaraan mereka dinilai cacat hukum oleh FIFA.
Pemain Diizinkan Kembali ke Klub
Sebelumnya, FIFA menjatuhkan sanksi disiplin berat kepada para pemain. Masing-masing dikenai denda 2.000 franc Swiss (sekitar Rp43 juta) serta larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan.
Merasa hukuman tersebut terlalu berat, para pemain mengajukan banding ke CAS dengan alasan bahwa mereka tidak memiliki peran sentral dalam proses administrasi dokumen yang dipalsukan.
Melansir laporan media The Star, Kamis (5/3/2026), sidang yang digelar di Lausanne pada 26 Februari lalu memberikan sedikit kelonggaran bagi para pemain.
Meski tindakan pemalsuan dokumen dinyatakan terbukti secara hukum, CAS memutuskan untuk meringankan jenis hukuman yang dijatuhkan.
Larangan bertanding selama satu tahun tetap berlaku. Namun, seusai putusan terbaru, para pemain diperbolehkan kembali berlatih serta berpartisipasi dalam kegiatan internal di level klub masing-masing.
Dengan demikian, karier mereka di klub masih dapat berlanjut meski tetap dilarang memperkuat tim nasional hingga masa hukuman selesai.
FAM Tetap Didenda
Nasib berbeda justru dialami oleh FAM. Dalam permohonan banding terpisah, CAS secara tegas menolak argumen federasi sepak bola Malaysia tersebut.
FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 franc Swiss atau sekitar Rp7,5 miliar akibat kelalaian dalam memverifikasi dokumen pemain naturalisasi.
Upaya FAM untuk menegosiasikan denda agar turun menjadi 50.000 franc Swiss (sekitar Rp1,08 miliar) juga tidak dikabulkan.
CAS memilih menguatkan sanksi awal dari FIFA sebagai bentuk ketegasan terhadap integritas regulasi pemain internasional.
Keputusan final ini menjadi pukulan bagi pengelolaan sepak bola Malaysia. Kegagalan banding tersebut tidak hanya berdampak pada keuangan federasi, tetapi juga mencoreng reputasi sepak bola negara tersebut di tingkat internasional setelah terbukti terjadi manipulasi identitas pemain dalam proses naturalisasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Google resmi meluncurkan Pixel 11 Series yang terdiri dari Pixel 11, Pixel 11 Pro, Pixel 11 Pro XL, dan Pixel 11 Pro Fold. Dibekali Tensor G6, Gemini AI terbaru
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.
Ford Australia tarik 13.907 unit Ranger karena side curtain airbag berisiko gagal mengembang. Pengiriman dan test drive dihentikan sementara. Perbaikan gratis m
Super League 2026/2027 akan diwarnai dominasi pelatih asing. Dari 18 klub peserta, hanya Isen Mulang FC yang menunjuk pelatih lokal, Ade Suhendra.