Nadhif Basalamah Ungkap Pelecehan Daring di Media Sosial
Nadhif Basalamah mengungkap menjadi korban pelecehan daring di X dan TikTok yang memicu reaksi luas dan dukungan publik.
Logo FIFA - ist
Harianjogja.com, JOGJA—FIFA minta Brasil, Argentina, Belanda, dan Spanyol menelusuri dugaan dokumen palsu tujuh pemain naturalisasi Malaysia. Langkah ini meningkatkan potensi sanksi berat terhadap FAM jika terbukti melakukan pelanggaran.
Rekomendasi ini muncul setelah badan sepak bola dunia tersebut menilai ada indikasi pelanggaran serius yang perlu ditindaklanjuti secara lintas yurisdiksi.
Mantan Wakil Presiden FAM, Datuk Seri Ridzuan Sheikh Ahmad, menilai keterlibatan empat negara sekaligus dapat menjadi pukulan telak bagi Malaysia. Ia menegaskan bahwa risiko terbesar justru muncul jika hasil investigasi di luar negeri tidak selaras dengan temuan Malaysia.
"Bayangkan jika Malaysia menyatakan tidak ada masalah, tetapi empat negara lain menemukan pelanggaran. Secara perbandingan, posisi kita sudah kalah telak," ujar Ridzuan, dikutip dari Bharian, Selasa (25/11/2025).
Rekomendasi investigasi multilateral ini tercantum dalam laporan 64 halaman yang dikeluarkan Komite Banding FIFA pada 18 November. Mengingat pemalsuan dokumen resmi termasuk tindak pidana di banyak negara, FIFA juga menyarankan agar proses hukum dibuka bila diperlukan oleh otoritas setempat.
Ridzuan menambahkan bahwa FAM perlu menyiapkan rencana lanjutan, termasuk opsi membawa perkara ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Namun ia mengingatkan bahwa langkah tersebut bisa menjadi bumerang apabila putusan CAS kembali tidak memihak Malaysia.
"Setiap organisasi bisa melakukan kesalahan, dan kita harus siap menghadapinya. Tidak mungkin melawan FIFA. Jika kasus ini sampai ke CAS dan hasilnya tetap merugikan, konsekuensinya bisa lebih berat," tegasnya.
Kasus dugaan pemalsuan dokumen ini telah menarik perhatian internasional dan berpotensi memengaruhi reputasi serta masa depan sepak bola Malaysia, baik dari aspek pembinaan maupun regulasi. Investigasi multilateral ini menjadi ujian berat bagi FAM dalam membuktikan integritas proses naturalisasi pemainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kolaborasi Purana dan Puragraph di Jogja ubah lukisan Abundance jadi busana artistik, hadirkan konsep “livable art” yang unik.
DPUPKP Sleman targetkan proyek jalan dan jembatan mulai akhir Juni 2026, total 14 paket pekerjaan disiapkan.
Gubernur Jateng dorong desa jadi pemasok Program MBG, libatkan BUMDes dan koperasi untuk perkuat ekonomi lokal.
Korban gempa Venezuela capai 1.430 jiwa, lebih dari 300 gempa susulan terjadi, ribuan warga luka dan kehilangan tempat tinggal.
Gunung Semeru erupsi 4 kali, kolom abu capai 1.000 meter. Status siaga, warga diminta jauhi zona bahaya.