Transfer Pusat Turun, DPRD DIY Minta Belanja Seremonial Dikurangi
Transfer pusat ke DIY turun Rp583,77 miliar. DPRD DIY mendorong efisiensi anggaran, termasuk mengurangi kegiatan seremonial.
Nermin Haljeta/PSIM Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Produktivitas gol striker PSIM Jogja, Nermin Haljeta, yang belum membaik membuat pelatih Jean-Paul Van Gastel mulai membuka opsi rotasi di lini depan jelang akhir musim Super League 2025/2026.
Penyerang asal Slovenia itu terakhir mencetak gol saat menghadapi Persik Kediri pada akhir Oktober 2025. Sejak saat itu, Haljeta telah melewati 14 pertandingan tanpa mencatatkan namanya di papan skor.
Sepanjang musim ini, mantan pemain PSM Makassar tersebut baru mengoleksi empat gol dan lima assist. Catatan itu terbilang belum memenuhi ekspektasi, mengingat ia sempat tampil sebagai starter dalam 22 laga awal tanpa pernah digantikan.
Perubahan mulai terlihat saat PSIM menghadapi Persijap Jepara pada pertengahan Maret lalu. Untuk pertama kalinya, Haljeta tidak masuk dalam starting XI dan harus memulai laga dari bangku cadangan.
Sebagai gantinya, posisi ujung tombak dipercayakan kepada striker asal Inggris, Deri Corfe. Haljeta baru diturunkan sebagai pemain pengganti di penghujung pertandingan.
Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel, mengakui saat ini dirinya membuka peluang rotasi di lini depan dan memberi kesempatan lebih kepada Corfe.
“Ya, untuk saat ini saya tetap memasang Corfe di depan,” ujar Van Gastel, Rabu (25/3/2026).
Meski demikian, Van Gastel menegaskan bahwa kontribusi seorang striker tidak hanya diukur dari jumlah gol semata. Ia menilai peran Haljeta tetap penting dalam skema permainan tim.
“Bagi saya seperti striker pada umumnya yang memenangkan pertandingan tanpa mencetak gol karena mereka menahan bek lawan, mereka menarik bek lawan, mereka memastikan bahwa kita bisa dominan dari belakang dan memiliki keunggulan jumlah di lini tengah,” ujarnya.
Menurutnya, Haljeta tetap menunjukkan etos kerja tinggi, baik dalam membantu serangan maupun saat bertahan. Pergerakannya dinilai mampu membuka ruang bagi pemain lain.
“Dalam hal bertahan dia bertahan dengan sangat baik, dia bekerja keras, melakukan banyak lari untuk pemain lain,” tandasnya.
Namun demikian, ia tidak menampik bahwa tim tetap membutuhkan tambahan gol dari lini depan. Oleh karena itu, kesempatan kini diberikan kepada Corfe untuk membuktikan diri.
“Saya memberinya waktu dan saya bersabar agar dia mencetak gol dan assist-nya meningkat. Saya berharap akhirnya itu akan terjadi,” kata Van Gastel.
“Saya pikir sekarang saya harus memberi Corfe kesempatan untuk melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Nermin. Saya berharap Corfe juga akan mencetak gol dan berkontribusi pada permainan seperti yang dilakukan Nermin,” lanjutnya.
Persaingan di lini depan ini diharapkan mampu memacu performa kedua pemain. Dengan kompetisi yang semakin ketat, PSIM membutuhkan ketajaman lini serang untuk menjaga peluang di sisa musim. Rotasi ini diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas gol PSIM sekaligus menjaga daya saing tim hingga akhir kompetisi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Transfer pusat ke DIY turun Rp583,77 miliar. DPRD DIY mendorong efisiensi anggaran, termasuk mengurangi kegiatan seremonial.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage