Advertisement
MotoGP 2026 Larang Nyalakan Mesin Usai Jatuh, Strategi Balap Berubah
Marc Marquez menjadi pembalap tercepat pada sesi practice di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, Austria, Jumat (15/8 - 2025). (MotoGP)
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—MotoGP akan memberlakukan regulasi baru mulai musim 2026 yang melarang pembalap menyalakan kembali mesin motor setelah terjatuh di lintasan, sebuah kebijakan yang diprediksi mengubah strategi balap sekaligus memperketat standar keselamatan.
Aturan anyar tersebut mengharuskan motor yang mesinnya mati akibat insiden jatuh untuk dievakuasi terlebih dahulu ke service road sebelum boleh dihidupkan kembali. Konsekuensinya, pembalap hampir dipastikan kehilangan banyak waktu, bahkan peluang finis dan perolehan poin dalam satu seri balapan.
Advertisement
Regulasi ini mendapat dukungan dari sejumlah pembalap papan atas. Marc Marquez menilai kebijakan tersebut sebagai langkah paling aman demi mengurangi risiko kecelakaan lanjutan di lintasan.
“Saya setuju, karena pada akhirnya ini cara yang paling aman,” kata Marc Marquez dikutip dari Crash, Minggu (25/1/2026). “Dari yang saya baca, ini hanya berlaku jika mesinnya mati. Jadi kalau jatuh ringan dan mesin tidak mati, kamu masih bisa kembali ke lintasan.”
BACA JUGA
Pembalap Ducati tersebut menilai aturan ini memberikan kejelasan bagi marshal dalam bertugas. Ia mengingatkan pengalaman kurang menyenangkan pada GP Motegi musim lalu, ketika motornya nyaris terjatuh kembali akibat proses evakuasi yang berlangsung terburu-buru.
“Memang kadang akan sulit bagi marshal, tapi jika aturannya jelas, ‘kalau motor mati, tidak boleh kembali’, maka semuanya menjadi lebih jelas. Ini lebih baik untuk semua,” ucap pembalap berjuluk The Baby Alien itu.
Juara dunia bertahan Francesco Bagnaia juga menyambut positif perubahan regulasi tersebut. Menurutnya, keselamatan pembalap harus menjadi prioritas utama meski aturan baru ini berpotensi merugikan secara kompetitif.
“Ini perubahan yang bagus untuk keselamatan,” ujar Bagnaia sembari bercanda, “jujur saja, saya tidak pernah seberuntung Marc, motor saya selalu rusak saat jatuh.”
Bagnaia menambahkan, regulasi anyar ini secara tidak langsung menuntut pembalap memiliki kemampuan ekstra untuk menjaga mesin tetap menyala ketika terjatuh. Keahlian tersebut selama ini identik dengan Marquez, yang kerap mampu melanjutkan balapan meski sempat terlibat insiden.
“Saya harus lebih kuat memegang motor. Itu sesuatu yang perlu dipelajari, karena Marc jelas punya kemampuan luar biasa. Di Jerez musim lalu dia jatuh dan masih bisa lanjut balapan,” tutur Bagnaia.
Namun demikian, upaya mempertahankan mesin tetap hidup saat motor terjatuh juga menyimpan risiko cedera yang lebih besar bagi pembalap. Dari sisi teknis, regulasi ini diperkirakan mendorong tim pabrikan untuk mengembangkan sistem anti-stall yang lebih andal guna meminimalkan kemungkinan mesin mati ketika terjadi benturan di lintasan.
Dengan regulasi baru ini, MotoGP musim 2026 tidak hanya menjadi arena adu kecepatan, tetapi juga panggung ujian kecermatan, pengambilan keputusan cepat, serta ketenangan mental pembalap dalam situasi krusial demi menjaga peluang di klasemen kejuaraan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kementerian LH Libatkan Ahli untuk Mitigasi Longsor Cisarua
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo Minggu 25 Januari 2026, Tarif Rp8.000
- Jadwal Lengkap KRL Solo ke Jogja Minggu 25 Januari 2026, Cek di Sini
- Pelaku Industri Perikanan DIY Dilibatkan dalam Program MBG
- Cek Jam Berangkat KA Prameks Jogja-Kutoarjo Hari Ini
- KA Bandara YIA Reguler dan Xpress, Ini Jadwal Terbarunya
Advertisement
Advertisement



