Korupsi Migas, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Divonis 6 Tahun
Eks Dirut Pertamina Patra Niaga divonis 6 tahun penjara dalam kasus korupsi migas Rp25 triliun. Simak fakta lengkapnya di sini.
Maarten Paes resmi dinobatkan sebagai Kiper Putra Terbaik PSSI Awards 2026. Simak komentar kiper Ajax Amsterdam ini usai kalahkan Emil Audero. /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA—Penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, resmi dinobatkan sebagai pemenang penghargaan Kelme Men's Goalkeeper of The Year dalam ajang bergengsi PSSI Awards 2026. Penganugerahan tersebut berlangsung meriah di Studio 6 Emtek, Jakarta, Sabtu (28/3/2026) malam.
Paes sukses mengukuhkan posisinya sebagai kiper putra terbaik setelah unggul dalam pemungutan suara atas sejumlah pesaing tangguh lainnya.
Dalam perebutan gelar tersebut, Maarten Paes mengungguli nama-nama besar seperti Emil Audero, Ernando Ari, Nadeo Argawinata, dan Teja Paku Alam. Kemenangan ini menjadi bukti pengakuan atas performa apiknya sepanjang tahun, baik bersama skuad Garuda maupun klubnya saat ini.
"Saya sangat bersyukur dan saya ingin memberi selamat kepada kiper-kiper lain untuk kerja keras luar biasa mereka tahun ini," kata Paes setelah upacara pemberian penghargaan.
Kiper yang kini merumput bersama raksasa Belanda, Ajax Amsterdam, tersebut juga memberikan pesan penyemangat bagi kemajuan sepak bola tanah air. Ia berharap pencapaian individu ini bisa menjadi pemantik semangat kolektif untuk membawa prestasi Timnas Indonesia lebih jauh lagi.
"Mari biarkan Garuda terbang tinggi bersama-sama dengan semangat kebersamaan dan tetap bersemangat," lanjutnya.
Proses pemilihan pemenang PSSI Awards 2026 dilakukan secara transparan melalui sistem pemungutan suara daring dan luring yang digelar sepanjang Januari hingga Maret 2026. Antusiasme pencinta sepak bola nasional sangat tinggi, terbukti dengan masuknya total 790.000 suara selama periode tersebut.
Paes pun menyadari bahwa penghargaan ini merupakan buah dari dedikasinya, namun tetap menaruh hormat pada kontribusi rekan-rekan setimnya.
"Menurut saya ini adalah bukti kerja keras saya tapi ya ini selalu mengenai kerja keras tim. Jadi mari kita jadikan ini sebagai inspirasi untuk meraih lebih banyak trofi sebagai tim," ujar Paes.
Meski statusnya kini menjadi yang terbaik di antara kiper-kiper timnas lainnya, Paes menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi ego pribadi dalam skuad asuhan Shin Tae-yong.
Bagi Paes, persaingan di posisi penjaga gawang adalah proses yang sehat demi kepentingan bangsa. Ia mengaku sangat menikmati bekerja sama dengan kiper-kiper hebat lainnya di pemusatan latihan.
"Ini bukan tentang ego. Ini tentang proses tim. Saya senang bekerja dengan Emil, bekerja dengan Nadeo, Cahya [Supriadi], dan Ernando. Semua orang yang bekerja bersama kami, dan ini tentang lambang di dada dan Garuda," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Eks Dirut Pertamina Patra Niaga divonis 6 tahun penjara dalam kasus korupsi migas Rp25 triliun. Simak fakta lengkapnya di sini.
Meta disebut memasuki “Era Zombie” karena Facebook mulai ditinggalkan generasi muda di tengah belanja besar AI.
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak hingga Rp52 juta akibat sistem adaptive pricing FIFA. Federasi kecil paling terdampak.
Apple resmi menghadirkan iPhone 17e di Indonesia dengan MagSafe, chip A19, dan Action Button. Harga mulai Rp13,4 juta.
Netflix digugat Texas karena dituding membuat fitur adiktif untuk anak dan mengumpulkan data pengguna tanpa izin yang jelas.
Persis Solo berada di ujung degradasi BRI Super League 2025/2026. Dua laga terakhir menjadi penentu nasib Laskar Sambernyawa.