Marquez Belum Podium di MotoGP 2026, Pedrosa Buka Suara
Dani Pedrosa mengungkap penyebab Marc Marquez terpuruk di MotoGP 2026 akibat cedera bahu, mental, dan masalah motor Ducati.
Ilustrasi suporter Timnas Indonesia./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Pengakuan dunia terhadap fanatisme suporter sepak bola Indonesia akhirnya datang secara resmi.
Dalam laporan terbaru dari lembaga riset sepak bola asal Swiss, CIES Football Observatory CIES Football Observatory musim 2025/2026, Indonesia menembus peringkat kedelapan global, bahkan mengungguli Italia yang selama ini dikenal sebagai salah satu kiblat sepak bola dunia.
Pencapaian ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata besarnya kekuatan suporter Indonesia di level global. Menariknya, posisi ini membuat Indonesia berada di atas Italia dan hanya terpaut satu tingkat dari Meksiko. Artinya, loyalitas suporter Tanah Air kini sejajar dengan negara-negara raksasa seperti Brasil, Argentina, hingga Inggris.
Penilaian CIES dilakukan melalui pendekatan komprehensif. Empat indikator utama digunakan, yakni tingkat kehadiran di stadion, kekuatan budaya ultras, jumlah penonton siaran televisi, serta interaksi di media sosial. Dari kombinasi indikator tersebut, Indonesia dinilai memiliki ekosistem dukungan yang kuat, baik di lapangan maupun di ruang digital.
Fenomena ini terlihat jelas di berbagai stadion besar di Indonesia yang selalu dipenuhi suporter fanatik. Atmosfer pertandingan yang hidup, koreografi tribun, hingga aktivitas daring yang masif menjadi faktor penting dalam penilaian global tersebut.
Berikut daftar 10 besar negara dengan suporter paling fanatik versi CIES musim 2025/2026:
Masuknya Indonesia dalam daftar elite ini juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Tingginya animo suporter membuat industri sepak bola nasional semakin dilirik sponsor dan investor. Rating siaran pertandingan yang tinggi serta aktivitas media sosial yang masif menjadi nilai jual penting dalam ekosistem olahraga modern.
Lebih dari itu, fanatisme suporter kini tidak lagi dipandang sebagai euforia semata, tetapi sebagai aset strategis bagi perkembangan sepak bola nasional. Dukungan yang konsisten menjadi fondasi penting dalam mendorong prestasi tim serta memperkuat daya saing liga domestik.
Ke depan, posisi ini berpotensi terus meningkat jika diimbangi dengan perbaikan tata kelola sepak bola nasional. Dengan basis suporter yang kuat dan semakin terorganisasi, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menembus lima besar dunia dalam beberapa tahun mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dani Pedrosa mengungkap penyebab Marc Marquez terpuruk di MotoGP 2026 akibat cedera bahu, mental, dan masalah motor Ducati.
Meta disebut memasuki “Era Zombie” karena Facebook mulai ditinggalkan generasi muda di tengah belanja besar AI.
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak hingga Rp52 juta akibat sistem adaptive pricing FIFA. Federasi kecil paling terdampak.
Apple resmi menghadirkan iPhone 17e di Indonesia dengan MagSafe, chip A19, dan Action Button. Harga mulai Rp13,4 juta.
Netflix digugat Texas karena dituding membuat fitur adiktif untuk anak dan mengumpulkan data pengguna tanpa izin yang jelas.
Persis Solo berada di ujung degradasi BRI Super League 2025/2026. Dua laga terakhir menjadi penentu nasib Laskar Sambernyawa.