Marc Marquez Tercepat di Practice MotoGP Jerman, Bagnaia Terpental
Marc Marquez tercepat di practice MotoGP Jerman 2026 (1'19.394). Bagnaia gagal ke Q2, start dari Q1. Raul Fernandez dan Diggia di 3 besar. Enea Bastianini crash
Pebalap Motogp Marc Marquez (kiri). /Instagram.
Harianjogja.com, JOGJA—Musim MotoGP 2026 berubah menjadi periode sulit bagi Marc Marquez. Hingga lima seri awal, pembalap Ducati Lenovo itu belum sekalipun meraih kemenangan maupun naik podium.
Legenda MotoGP asal Spanyol, Dani Pedrosa, menilai keterpurukan Marquez terjadi karena banyak faktor yang saling bertabrakan, mulai dari kondisi fisik, mental, hingga masalah adaptasi dengan motor.
Pedrosa menyebut tidak ada sinkronisasi dalam performa Marquez sepanjang musim ini.
“Semuanya tidak sinkron tahun ini, dari sisi mental, emosional, bakatnya, atau dengan motornya,” kata Pedrosa dikutip dari Motosan, Rabu (13/5/2026).
Masalah terbesar Marquez disebut berasal dari cedera bahu yang belum sepenuhnya pulih. Pembalap berjuluk The Baby Alien itu mengungkapkan ada sekrup dari operasi lamanya yang rusak dan mengenai saraf sehingga mengganggu performanya di lintasan.
Kondisi tersebut membuat Marquez kesulitan mengeluarkan kemampuan maksimal saat balapan.
Situasi semakin memburuk setelah Marquez mengalami kecelakaan di MotoGP Prancis di Le Mans. Crash tersebut membuatnya mengalami patah tulang metatarsal di kaki kanan dan dipastikan absen pada seri Catalunya pekan depan.
Pedrosa mengaku memahami situasi yang dialami kompatriotnya itu karena pernah mengalami masalah serupa saat masih aktif balapan.
“Saya pernah mengalami hal serupa pada 2010. Ada masa-masa di mana aliran darah tidak sampai ke lengan dan saya mengalami kram,” ujar Pedrosa.
Ia menilai langkah cepat tim medis dalam menemukan sumber masalah menjadi kabar positif bagi proses pemulihan Marquez.
“Sangat positif dokter bisa segera mengetahui masalahnya,” lanjut mantan pembalap Honda tersebut.
Menurut Pedrosa, akumulasi tekanan mental akibat cedera dan hasil buruk sepanjang musim membuat kondisi Marquez semakin sulit dikendalikan hingga akhirnya mengalami kecelakaan di Le Mans.
Namun kabar baik datang setelah Marquez menjalani dua operasi di Madrid, Spanyol, akhir pekan lalu. Operasi pertama dilakukan untuk menangani cedera metatarsal di kaki kanan, sementara operasi kedua bertujuan mengangkat sekrup bermasalah di bahunya.
Pedrosa percaya pengangkatan sekrup tersebut dapat membantu memulihkan ketenangan mental Marquez.
“Jika dia bisa mencabut sekrup itu dari bahunya dan kembali ke trek, itu akan memberinya ketenangan pikiran,” katanya.
Kini fokus utama Marquez adalah pemulihan agar dapat segera kembali membalap di MotoGP 2026.
Kondisi mantan juara dunia itu juga menjadi perhatian besar publik MotoGP, terutama karena persaingan gelar musim ini mulai dikuasai Aprilia.
Publik kini menanti apakah Marquez mampu bangkit setelah masalah fisiknya terselesaikan atau justru kesulitan kembali menemukan performa terbaiknya di lintasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Marc Marquez tercepat di practice MotoGP Jerman 2026 (1'19.394). Bagnaia gagal ke Q2, start dari Q1. Raul Fernandez dan Diggia di 3 besar. Enea Bastianini crash
Jorge Martin dan Ai Ogura resmi pindah ke Yamaha mulai MotoGP 2027. Martin: "Keputusan terbaik untuk masa depan." Ogura: "Hal baik untuk saya." Tinggalkan April
Norwegia pindah hotel jelang laga vs Inggris di perempat final Piala Dunia 2026 karena kebisingan proyek. Haaland sebut ini pertandingan terbesar. FIFA fasilita
Uni Eropa wajibkan kamera pemantau pengemudi (DMS) di mobil baru mulai 7 Juli 2026. Sistem ADDW deteksi distraksi dan kantuk. AEB canggih juga diwajibkan.
Pakar UGM mengingatkan bahaya heat stroke di tengah suhu panas ekstrem. Kondisi ini dapat merusak fungsi organ dan otak hingga berujung kematian jika terlambat
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.