Rumah Angelina Jolie di Los Angeles Terjual Rp443 Miliar
Rumah Angelina Jolie di Los Angeles terjual US$24,75 juta setelah ditawarkan hampir US$30 juta. Properti ini pernah dimiliki Cecil B. DeMille.
Logo BRI Super League. - Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Pertandingan antara PSIM Jogja melawan Persija Jakarta pada pekan ke-29 Super League 2025/2026 dipastikan tidak lagi digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul. Laga tersebut dipindahkan ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, dan berlangsung tanpa penonton.
Keputusan ini langsung memicu kekecewaan, terutama dari kelompok suporter The Jakmania yang telah mempersiapkan perjalanan sejak jauh hari. Banyak di antara mereka sudah membeli tiket, memesan transportasi, hingga mengatur penginapan untuk mendukung tim secara langsung di Yogyakarta.
Pemindahan venue tertuang dalam surat resmi operator kompetisi I.League tertanggal 18 April 2026. Alasan yang disampaikan berkaitan dengan faktor keamanan dan kenyamanan setelah koordinasi antara panitia pelaksana PSIM, aparat keamanan, dan pihak operator.
Panitia pelaksana menilai tingginya animo penonton membuat kapasitas dan kesiapan Stadion Sultan Agung belum optimal untuk menggelar pertandingan dengan risiko yang ada.
Namun, pihak The Jakmania menilai keputusan tersebut terlalu mendadak dan berdampak luas. Dalam pernyataan resminya, mereka menyebut bahwa dengan perencanaan dan koordinasi yang lebih matang, pertandingan seharusnya tetap bisa digelar di lokasi awal dengan kehadiran penonton.
“Kami memahami bahwa pertimbangan utama adalah menjaga situasi kondusif. Namun, kami meyakini dengan mitigasi yang tepat, pertandingan tetap bisa berjalan aman dan terkendali,” tulis pernyataan Pengurus Pusat The Jakmania.
Pernyataan Resmi The Jakmania
— the Jakmania (@InfokomJakmania) April 19, 2026
Kami menyayangkan pemindahan laga PSIM Yogyakarta vs Persija Jakarta ke Bali tanpa penonton.
Keputusan ini merugikan banyak pihak—materi maupun emosional—dan kembali menjauhkan sepakbola dari suporternya.
Kami mendesak Federasi dan Operator Liga… pic.twitter.com/SO8DhXaQlq
Dampak keputusan ini tidak hanya dirasakan secara materi, tetapi juga emosional. Banyak suporter yang kehilangan kesempatan untuk hadir langsung sekaligus menjalin silaturahmi dengan pendukung tuan rumah.
“Kerugian yang timbul bukan hanya materi, tetapi juga emosional. Pertanyaannya, siapa yang akan bertanggung jawab?” lanjut pernyataan tersebut.
The Jakmania juga menyoroti fenomena laga tanpa penonton atau “laga usiran” yang dinilai merugikan perkembangan sepak bola nasional karena menjauhkan suporter dari tim yang mereka dukung.
Meski demikian, mereka tetap menghormati keputusan yang telah diambil. Namun, mereka meminta federasi dan operator kompetisi untuk bertanggung jawab atas dampak yang muncul akibat kebijakan tersebut.
Ke depan, mereka berharap tidak ada lagi keputusan mendadak yang merugikan suporter, terutama dalam hal pengelolaan risiko yang seharusnya bisa diantisipasi sejak awal.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola modern, kehadiran suporter bukan hanya pelengkap, tetapi bagian penting yang ikut menentukan atmosfer dan keberlangsungan kompetisi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rumah Angelina Jolie di Los Angeles terjual US$24,75 juta setelah ditawarkan hampir US$30 juta. Properti ini pernah dimiliki Cecil B. DeMille.
Denver, anjing malamut alaska seberat 70 kg di Semarang, ‘bekerja’ lewat sesi foto berbayar untuk membantu biaya shelter anjing telantar.
Pemkab Sleman membuka Sleman Creative Weeks #6 untuk memperkuat ekonomi kreatif dan ekosistem seni budaya hingga Oktober 2026.
Basral Graito memilih menikmati pertandingan untuk menjaga fokus di Asian Games 2026 dan bersiap tampil di World Skate Paraguay.
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Polda Banten membongkar sindikat penyalahgunaan solar subsidi di Serang. Polisi menyita 1.000 liter solar dan menetapkan dua tersangka.