RSUD Prambanan Tegaskan Tak Temukan Kelalaian Medis
RSUD Prambanan menyatakan terbuka memberikan penjelasan medis terkait dugaan malpraktik. Audit internal dan eksternal disebut tidak menemukan kelalaian medis.
Pelatih Kepala Garudayaksa FC, Widodo Cahyono Putro (tengah) dan pemain Garudayaksa FC, Everton Nascimento (kiri) dalam Pre Match Press Conference pada Jumat (8/5/2026)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN — Laga final Championship 2026 dipastikan berlangsung panas saat Garudayaksa FC menantang PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (9/5/2026). Pelatih Garudayaksa, Widodo Cahyono Putro, menegaskan timnya datang bukan sekadar tampil, tetapi memburu gelar juara.
"Garudayaksa alhamdulillah puji syukur sudah lolos, dan juga PSS juga ya kami ucapkan selamat. Tentunya di final ini semua berharap menampilkan yang terbaik, baik Garudayaksa maupun PSS," kata Widodo dalam konferensi pers jelang laga.
Widodo menegaskan ambisi besar timnya untuk mengakhiri perjalanan musim dengan trofi.
"Kami datang ke sini pastinya juga punya cita-cita, punya keinginan untuk bisa meraih yang terbaik," tandasnya.
Namun, ia tidak menutup mata terhadap tantangan besar yang menanti. Bermain di Maguwoharjo bukan perkara mudah, terlebih dengan dukungan suporter fanatik PSS yang dikenal militan dan kreatif.
Widodo, yang pernah merasakan atmosfer stadion tersebut saat melatih Deltras FC, mengakui tekanan dari tribun bisa menjadi faktor pembeda.
"Tapi itu pun tidak mudah [meraih hasil terbaik di final], saya yakin. Karena atmosfer di Maguwoharjo ini sangat luar biasa, terutama mereka di-support oleh ribuan suporter yang saya kira cukup bagus koreonya, terus kekompakannya," ujarnya.
"Ini yang menjadikan tim-tim lawan itu menjadi sulit untuk bisa memenangkan pertandingan di sini," imbuh Widodo.
Catatan kandang PSS memang impresif. Sepanjang fase grup, tim berjuluk Super Elang Jawa belum terkalahkan di Maguwoharjo. Dari 14 laga, PSS mengoleksi 11 kemenangan dan tiga hasil imbang—rekor yang menjadi tantangan besar bagi Garudayaksa.
Status tuan rumah sendiri diraih PSS setelah mengumpulkan 56 poin di fase grup, unggul dari Garudayaksa yang mengoleksi 52 poin. Keunggulan ini membuat PSS berhak memainkan partai final di hadapan pendukungnya sendiri.
Meski demikian, Widodo menegaskan sepak bola selalu menghadirkan kemungkinan tak terduga. Ia meminta anak asuhnya tetap percaya diri hingga peluit akhir berbunyi.
"Tidak ada hal yang tidak mungkin bagi kita, itulah sepak bola. Sebelum 90 menit kita tidak boleh pesimis, tapi kita tetap harus optimis," tukasnya.
Optimisme serupa juga diungkapkan pemain Garudayaksa, Everton Nascimento. Ia menegaskan timnya telah melampaui target awal dengan promosi ke Liga 1, namun kini mengincar pencapaian lebih tinggi.
"Persiapannya bagus. Ini final, ini pertandingan yang berbeda. Garudayaksa sudah lolos ke Liga 1, itu target tim dan sekarang kami siap berjuang untuk menjadi juara besok di sini," tegasnya.
Dengan motivasi tinggi di kedua kubu, duel di Maguwoharjo diprediksi menjadi penentu siapa yang benar-benar layak menyandang gelar juara Championship 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Prambanan menyatakan terbuka memberikan penjelasan medis terkait dugaan malpraktik. Audit internal dan eksternal disebut tidak menemukan kelalaian medis.
Jerman vs Paraguay di babak 32 besar Piala Dunia 2026 jadi laga penentuan tiket 16 besar di Stadion Houston.
WHO: 1.300 tewas akibat gelombang panas Eropa. Jerman 41,7°C, Prancis 1.000 kematian tambahan. Eropa memanas dua kali lebih cepat dari rata-rata global.
Cristiano Ronaldo menjadi sorotan usai mengganti sepatu emas edisi khusus dengan sepatu pink saat Portugal menghadapi Kolombia di Piala Dunia 2026.
Laptop terasa lambat? Simak 5 cara sederhana untuk meningkatkan performa laptop tanpa biaya servis, mulai dari membersihkan file sampah hingga mengatur startup.
Polresta Jogja menangkap dua pengedar obat keras ilegal dan menyita 81.000 pil berlogo Y serta sabu. Jaringan beroperasi di DIY dan Jawa Tengah sejak 2024.