Profil Guruh Soekarnoputra dan Perjalanan Kariernya, Wafat di Usia 73 Tahun
Guruh Soekarnoputra wafat di usia 73 tahun. Simak profil, pendidikan, perjalanan seni, penghargaan, hingga kiprahnya di DPR.
Gustavo Tocantins mencetak dua gol identik ke gawang Garudayaksa dan membawa PSS Sleman memaksa laga final berlanjut. /Instagram
Harianjogja.com, SLEMAN—Penyerang PSS Sleman Gustavo Tocantins tampil menjadi pembeda pada partai final Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026 melawan Garudayaksa FC di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (9/5/2026). Dua gol identik yang dicetaknya membuat PSS Sleman mampu memaksakan laga berlanjut hingga babak tambahan waktu.
Tocantins mencuri perhatian lewat dua gol “kembar” yang dicetak pada menit ke-51 dan masa injury time babak kedua. Kedua gol tersebut lahir dari posisi hampir serupa di sisi kiri kotak penalti Garudayaksa dengan arah tembakan identik menuju sudut kanan gawang lawan.
Gol pertama dicetak Gustavo Henrique Barbosa Freire melalui sepakan kaki kanan, sedangkan gol kedua lahir lewat kaki kirinya. Meski menggunakan kaki berbeda, arah dan pola penyelesaian akhirnya terlihat nyaris sama.
Ketajaman Tocantins sebenarnya hampir menghasilkan hattrick pada laga final tersebut. Pada menit ke-76, pemain asal Brasil itu kembali membobol gawang Garudayaksa, tetapi gol dianulir karena lebih dulu berada dalam posisi offside.
Penampilan Tocantins menjadi faktor penting kebangkitan Super Elja di laga puncak Pegadaian Championship 2025/2026. Dua golnya menyelamatkan PSS Sleman dari kekalahan dan mengubah skor menjadi 2-2 pada waktu normal.
Laga pun harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu setelah Garudayaksa gagal mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.
Eks pemain Corinthians Brasil yang juga pernah memperkuat Persikabo 1973 serta Barito Putera tersebut tampil tenang sepanjang pertandingan. Ketajamannya dalam membaca ruang dan melakukan penetrasi di kotak penalti membuat lini belakang Garudayaksa kerepotan.
Selain dingin dalam penyelesaian akhir, Tocantins juga tampil lugas saat menekan pertahanan lawan dan mampu memanfaatkan celah sempit menjadi peluang berbahaya bagi PSS Sleman.
PSS Sleman dan Garudayaksa FC menurunkan komposisi pemain terbaik pada partai final Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (9/5/2026) malam. Duel ini juga menghadirkan persaingan dua lini serang berbahaya lewat kehadiran Riko Simanjuntak dan Andik Vermansah sejak menit awal pertandingan.
Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, tetap mempertahankan formasi 4-3-3 dengan trisula lini depan Gustavo Tocantins, Riko Simanjuntak, dan Terens Puhiri. Sementara Garudayaksa FC mengandalkan kombinasi Andik Vermansah, Feby, dan Everton untuk membongkar pertahanan Super Elja.
Di posisi penjaga gawang, PSS Sleman kembali mempercayakan Ega Rizky sebagai starter. Perubahan terjadi di lini belakang setelah nama Lucao tidak masuk dalam Daftar Susunan Pemain (DSP) pada laga final kali ini.
Posisi bek tengah yang sebelumnya ditempati Lucao kini diisi Fachrudin Aryanto yang kembali bermain usai menjalani hukuman akumulasi kartu. Fachrudin juga kembali dipercaya memimpin tim sebagai kapten PSS Sleman.
Fachrudin akan berduet dengan Iman Fathurohman di jantung pertahanan. Sementara posisi bek sayap kanan dan kiri ditempati Saiful Djoge serta Kevin Gomes.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guruh Soekarnoputra wafat di usia 73 tahun. Simak profil, pendidikan, perjalanan seni, penghargaan, hingga kiprahnya di DPR.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.