Kalah Lagi, Pieter Huistra Akui Lini Belakang PSS Bermasalah

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Senin, 02 November 2026 16:07 WIB
Kalah Lagi, Pieter Huistra Akui Lini Belakang PSS Bermasalah

Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati

Harianjogja.com, SLEMAN—Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, mengaku kecewa setelah timnya kembali menelan kekalahan saat menghadapi Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Minggu (1/11/2026). Persoalan lini pertahanan yang dinilai terlalu mudah kebobolan dalam beberapa pertandingan terakhir kembali menjadi sorotan Huistra.

Pelatih asal Belanda itu bahkan mengaku kehabisan kata-kata untuk menggambarkan kekecewaannya. Menurutnya, dua gol yang dicetak Garudayaksa FC dalam pertandingan tersebut tercipta dengan terlalu mudah.

"Tidak banyak yang bisa saya katakan. Malam ini sungguh mengecewakan. Dua gol yang tercipta terasa terlalu mudah. ​​Cara kami kebobolan belakangan ini membuat situasi menjadi sulit bagi kami sendiri," kata Huistra dalam Post Match Press Conference pada Minggu (1/11/2026).

Masalah pertahanan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi PSS. Huistra menilai timnya perlu segera memperbaiki cara bertahan karena kebobolan dengan mudah dalam beberapa laga terakhir membuat situasi tim semakin sulit.

Kartu Merah Kevin Gomes Tambah Kesulitan PSS
Situasi PSS semakin berat setelah tertinggal dua gol. Tim berjuluk Super Elja itu harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain setelah Kevin Gomes diganjar kartu merah.

Huistra mengakui kartu merah tersebut kembali mengubah jalannya pertandingan. Namun, dia menegaskan bahwa kondisi itu tidak bisa dijadikan satu-satunya alasan atas kekalahan PSS dari Garudayaksa FC.

Menurutnya, masih banyak aspek yang harus dibenahi, terutama di sektor pertahanan. Dia juga menilai situasi tim saat ini sudah semakin mendesak sehingga perbaikan perlu segera dilakukan.

"Kartu merah kembali mengubah jalannya pertandingan. Meski kita tidak bisa hanya menjadikan hal itu sebagai alasan, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan terutama di lini pertahanan, itu sudah jelas dan situasinya kini mulai mendesak," tuturnya.

Huistra pun kembali menegaskan kekecewaannya terhadap hasil pertandingan tersebut. Dia menilai secara keseluruhan penampilan PSS pada laga itu belum memberikan hasil yang diharapkan.

"Secara keseluruhan, malam ini sangat mengecewakan," ungkapnya.

Debut Dua Pemain Muda Jadi Sisi Positif
Di tengah kekecewaan atas kekalahan tersebut, Huistra masih melihat beberapa hal positif yang bisa diambil PSS. Salah satunya adalah kesempatan bermain yang lebih banyak bagi Injai.

Selain itu, dua pemain muda, Muhammad Isfandyar dan Markus Madjar, juga mendapatkan kesempatan menjalani debut bersama PSS. Huistra menyebut kesempatan bermain bagi para pemain tersebut menjadi salah satu hal positif dari pertandingan melawan Garudayaksa FC.

"Satu-satunya hal positif adalah Injai mendapatkan waktu bermain yang cukup banyak, serta Markus dan Dyar yang hari ini menjalani debut mereka," tandas Huistra.

Meski demikian, kesempatan bermain bagi pemain muda tersebut belum cukup mengurangi kekecewaan Huistra atas hasil akhir pertandingan. Persoalan kebobolan yang terlalu mudah masih menjadi perhatian utama yang harus segera diselesaikan tim pelatih.

PSS Harus Segera Berbenah, Terancam di Zona Degradasi
Kekalahan dari Garudayaksa FC membuat PSS harus segera melakukan evaluasi. Huistra menegaskan timnya tidak memiliki banyak waktu untuk menunda perbaikan, terutama setelah persoalan di lini belakang kembali terlihat.

"Kami harus segera berbenah dan melakukan perbaikan dengan sangat cepat," katanya.

Situasi PSS di klasemen juga membuat kebutuhan untuk memperbaiki performa semakin mendesak. Berdasarkan posisi klasemen yang tercantum dalam naskah sumber, Super Elja berada di peringkat ke-16 atau zona degradasi dengan koleksi empat poin dari delapan pertandingan.

Catatan tersebut menjadi tantangan bagi Huistra dan para pemain untuk segera memperbaiki hasil pertandingan berikutnya. Selain membenahi pertahanan, PSS perlu meningkatkan konsistensi permainan agar dapat keluar dari posisi bawah klasemen.

Kritik Huistra terhadap mudahnya tim kebobolan menjadi salah satu pekerjaan utama yang harus dituntaskan setelah kekalahan di Stadion Pakansari. Pelatih tersebut telah menegaskan perlunya perbaikan cepat agar situasi PSS tidak semakin sulit.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online