Gempa NTT 7,7 M: BNPB Catat 53.971 Rumah Rusak
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 M di NTT. Sebanyak 19.006 rumah rusak berat dan data masih diverifikasi.
Trofi Piala Dunia - ist/FIFA
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah Meksiko memutuskan mempercepat akhir tahun ajaran sekolah sekitar 40 hari lebih awal menjelang pelaksanaan Piala Dunia FIFA 2026. Kebijakan tersebut membuat jutaan siswa di negara itu akan menikmati masa libur hampir tiga bulan selama turnamen sepak bola terbesar dunia berlangsung.
Berdasarkan pengumuman pemerintah Meksiko, masa libur sekolah dijadwalkan mulai 5 Juni 2026 hingga 31 Agustus 2026. Dengan skema tersebut, kalender pendidikan yang semula diperkirakan berakhir pada pertengahan Juli dipangkas lebih cepat agar aktivitas belajar mengajar tidak terganggu selama gelaran Piala Dunia 2026.
Keputusan itu berkaitan dengan status Meksiko sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Amerika Serikat dan Kanada. Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni 2026 hingga 19 Juli 2026 dan menjadi edisi pertama yang diikuti 48 negara dengan total 104 pertandingan.
Menteri Pendidikan Meksiko, Mario Delgado, mengatakan kebijakan itu diambil dengan mempertimbangkan lonjakan mobilitas masyarakat selama turnamen berlangsung serta potensi cuaca panas ekstrem pada musim panas mendatang. Pemerintah daerah di sejumlah wilayah Meksiko juga dilibatkan dalam penyesuaian kalender akademik tersebut.
Meski masa belajar reguler dipersingkat, pemerintah memastikan tahun ajaran baru tetap dimulai sesuai jadwal normal pada 31 Agustus 2026. Sebelum kegiatan belajar mengajar kembali berjalan penuh, sekolah akan menggelar program pembelajaran tambahan selama dua minggu guna membantu siswa beradaptasi setelah menjalani libur panjang.
Kebijakan tersebut memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Sejumlah orang tua murid dan pelaku usaha mengkritik keputusan memajukan jadwal libur sekolah karena dinilai terlalu mendadak sehingga banyak keluarga harus mencari solusi penitipan anak dalam waktu singkat.
Sebagian pihak juga mempertanyakan alasan pemangkasan semester pendidikan demi menyesuaikan agenda olahraga internasional. Namun, pemerintah Meksiko menilai kebijakan itu penting untuk menjaga kelancaran aktivitas publik selama Piala Dunia 2026 berlangsung di negara tersebut.
Di sisi lain, keputusan tersebut memperlihatkan besarnya pengaruh Piala Dunia 2026 terhadap kehidupan masyarakat di Meksiko. Dengan pertandingan yang tersebar di tiga negara dan jutaan wisatawan diperkirakan datang selama turnamen berlangsung, pemerintah ingin memastikan masyarakat, terutama anak-anak, dapat menikmati atmosfer Piala Dunia tanpa terganggu aktivitas sekolah harian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 M di NTT. Sebanyak 19.006 rumah rusak berat dan data masih diverifikasi.
PBNU menetapkan 557 pemilik hak suara dalam DPT Muktamar Ke-35 NU. Sebanyak 590 peserta diverifikasi untuk mengikuti muktamar di Jombang.
BI menyebut Kartu Kredit Indonesia atau KKI menjadi alternatif pembayaran digital dengan fasilitas penundaan pembayaran sesuai jatuh tempo.
PSEL Bekasi resmi dibangun dengan investasi Rp3 triliun. Proyek ini ditargetkan mengolah 500.000 ton sampah per tahun dan menghasilkan energi hijau.
Kabut asap karhutla mengganggu 10 penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru. Jarak pandang sempat turun hingga 200 meter
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Rabu (26/8/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis