Roberto Mancini Kembali Tangani Italia di Tengah Krisis FIGC

Jumali
Jumali Rabu, 29 Juli 2026 08:07 WIB
Roberto Mancini Kembali Tangani Italia di Tengah Krisis FIGC

Roberto Mancini. - Harian Jogja/Twitter.com

Harianjogja.com, JOGJA—Timnas Italia dikabarkan kembali menunjuk Roberto Mancini sebagai pelatih kepala untuk memimpin Gli Azzurri dalam periode kedua kepemimpinannya. Keputusan tersebut disebut menjadi akhir dari proses panjang pencarian pelatih baru setelah Italia menghadapi berbagai dinamika internal di tubuh federasi.

BBC melaporkan, kembalinya Mancini menjadi perhatian besar karena ia merupakan salah satu pelatih tersukses dalam sejarah modern Timnas Italia. Namanya melejit setelah membawa Gli Azzurri menjuarai Euro 2020 dan mengakhiri penantian panjang publik Italia terhadap gelar internasional.

Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) disebut mengumumkan keputusan tersebut pada Rabu (29/7/2026). Penunjukan Mancini dilakukan untuk menggantikan posisi yang sebelumnya ditinggalkan Gennaro Gattuso.

Mancini bukan sosok asing bagi sepak bola Italia. Ia pernah memimpin tim nasional sejak 2018 hingga 2023 dan dikenal sebagai pelatih yang berhasil membangun kembali identitas permainan Italia setelah kegagalan lolos ke Piala Dunia 2018.

Di bawah arahannya, Italia tampil impresif dalam Euro 2020. Mereka menjuarai turnamen setelah mengalahkan Inggris melalui drama adu penalti pada partai final yang berlangsung di Stadion Wembley.

Kesuksesan tersebut menjadikan Mancini salah satu figur paling dihormati dalam sejarah sepak bola Italia modern. Ia dinilai mampu menggabungkan karakter tradisional Italia dengan pendekatan permainan yang lebih agresif dan atraktif.

Namun perjalanan Mancini bersama Italia tidak sepenuhnya mulus. Salah satu catatan yang masih membekas adalah kegagalan membawa Italia lolos ke Piala Dunia 2022 setelah dikalahkan Makedonia Utara pada babak play-off.

Meski demikian, reputasinya sebagai pelatih berpengalaman tetap membuat namanya masuk dalam daftar kandidat utama ketika Italia kembali membutuhkan figur pemimpin baru.

Kembalinya Mancini juga disebut terjadi di tengah situasi yang tidak sepenuhnya stabil di lingkungan federasi. Sejumlah perubahan posisi penting dan perbedaan pandangan mengenai arah pembangunan tim nasional disebut mewarnai proses pencarian pelatih baru.

Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah nama sempat dikaitkan dengan kursi pelatih Italia. Andrea Pirlo termasuk salah satu kandidat yang banyak dibicarakan media. Namun berbagai spekulasi tersebut akhirnya berakhir setelah federasi memilih kembali bekerja sama dengan Mancini.

Selain posisi pelatih kepala, federasi juga dikabarkan melakukan penyegaran dalam struktur teknis guna mendukung proyek baru tim nasional. Langkah tersebut menunjukkan keinginan Italia untuk membangun fondasi yang lebih kuat menjelang agenda-agenda besar internasional berikutnya.

Tugas Mancini pada periode keduanya diperkirakan tidak akan mudah. Ia harus mengembalikan konsistensi performa Italia sekaligus melakukan regenerasi skuad agar mampu bersaing dengan kekuatan-kekuatan utama Eropa.

Publik Italia tentu berharap sentuhan Mancini kembali menghadirkan stabilitas yang sempat terlihat ketika Italia menjuarai Euro 2020. Pengalaman, pemahaman terhadap karakter pemain Italia, serta rekam jejaknya di level internasional menjadi modal penting dalam proyek tersebut.

Jika mampu mengulang keberhasilan yang pernah diraih beberapa tahun lalu, Mancini berpeluang kembali menempatkan Italia sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia. Karena itu, keputusan memulangkannya dipandang sebagai upaya FIGC untuk mengembalikan kejayaan Gli Azzurri setelah melewati periode yang penuh tantangan.

Kini perhatian publik sepak bola Italia tertuju pada langkah pertama Mancini dalam periode keduanya. Harapan besar kembali dibebankan di pundaknya untuk membawa Italia kembali bersaing di level tertinggi sepak bola internasional.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online