HP Mulai Lemot karena Penyimpanan Penuh? Coba 5 Cara Ini
Cara mengosongkan memori HP penuh tanpa menghapus data penting, mulai dari hapus cache, bersihkan WhatsApp hingga pindahkan file ke cloud.
Trofi Liga Champions/Instagram @championsleague
Harianjogja.com, JOGJA— Juventus berada di ambang kegagalan lolos ke UEFA Champions League setelah kalah 0-2 dari ACF Fiorentina pada pekan ke-37 Serie A 2025/2026 di Allianz Stadium, Minggu (17/5/2026).
Hasil tersebut menjadi pukulan telak bagi Juventus karena rival mereka dalam perebutan empat besar, yakni AC Milan dan AS Roma, sama-sama berhasil meraih kemenangan.
Akibatnya, Juventus kini turun ke posisi keenam klasemen sementara dengan koleksi 68 poin atau tertinggal dua angka dari zona Liga Champions.
Dua Gol Dianulir, Juventus Gagal Bangkit
Bermain di kandang sendiri, Juventus sebenarnya tampil dominan dengan total 26 tembakan sepanjang pertandingan.
Namun efektivitas menjadi masalah utama Si Nyonya Tua.
Fiorentina justru mampu mencuri kemenangan lewat gol Cher Ndour pada menit ke-34 dan Rolando Mandragora di menit ke-83.
Nasib buruk Juventus semakin lengkap setelah dua gol mereka dianulir wasit.
Gol Weston McKennie dibatalkan karena pelanggaran dalam proses serangan, sedangkan gol Dusan Vlahovic dianulir akibat offside.
Di sisi lain, kiper David de Gea tampil gemilang dengan menggagalkan sejumlah peluang emas Juventus.
Persaingan Empat Besar Makin Panas
Kekalahan ini membuat persaingan menuju Liga Champions semakin rumit bagi Juventus.
Selain disalip AC Milan dan AS Roma yang kini sama-sama mengoleksi 70 poin, Como 1907 juga memiliki poin setara dengan Juventus dan unggul head-to-head.
Dengan hanya satu pertandingan tersisa, Juventus wajib menang pada laga terakhir melawan Torino FC pada 24 Mei 2026 untuk menjaga peluang lolos ke kompetisi Eropa elite tersebut.
Namun kemenangan saja belum cukup.
Juventus juga harus berharap AC Milan, AS Roma, dan Como gagal meraih hasil maksimal di pertandingan terakhir mereka.
Spalletti Akui Bertanggung Jawab
Pelatih Luciano Spalletti tidak menutupi kekecewaannya usai pertandingan.
Ia mengkritik performa tim dan menegaskan dirinya menjadi pihak pertama yang bertanggung jawab atas hasil buruk tersebut.
Spalletti juga sempat memotong pertanyaan jurnalis yang menyebut laga itu sebagai pertandingan hidup dan mati.
Menurutnya, istilah tersebut terlalu berlebihan untuk konteks sepak bola.
“Fakta bahwa semuanya sudah berakhir, bahwa kita semua sudah mati… itu salah,” ujar Spalletti kepada Sky Sport.
Liga Europa Jadi Skenario Realistis
Jika gagal finis di empat besar, Juventus berpotensi hanya tampil di UEFA Europa League atau bahkan UEFA Europa Conference League musim depan.
Bahkan, skenario terburuk dapat membuat klub asal Turin tersebut absen total dari kompetisi Eropa.
Situasi semakin sulit karena bek andalan Gleison Bremer dipastikan absen pada laga terakhir akibat akumulasi kartu.
Kondisi ini membuat tekanan terhadap Juventus semakin besar menjelang pekan penentuan Serie A musim 2025/2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cara mengosongkan memori HP penuh tanpa menghapus data penting, mulai dari hapus cache, bersihkan WhatsApp hingga pindahkan file ke cloud.
Harga mawar di Rawa Belong melonjak hingga Rp170 ribu per ikat akibat kelangkaan stok dan tingginya permintaan musim wisuda.
99 pendonor DIY terima penghargaan usai 75 kali donor darah. Aksi kemanusiaan ini jadi inspirasi di Hari Donor Sedunia
Ramadhipa raih kemenangan perdana Moto3 JuniorGP 2026 di Estoril usai duel sengit hingga lap terakhir.
Kalurahan Bendung, Gunungkidul mewajibkan warga memasang kentongan untuk meningkatkan keamanan lingkungan dan menjaga tradisi..
Konkurs Perkutut Piala Paku Alam X di Bantul diikuti 294 peserta dari berbagai daerah, dorong pelestarian budaya dan pariwisata DIY.