Inggris vs Meksiko: Tuchel Bisa Dipecat Jika Gagal di Azteca

Jumali
Jumali Sabtu, 04 Juli 2026 13:47 WIB
Inggris vs Meksiko: Tuchel Bisa Dipecat Jika Gagal di Azteca

Thomas Tuchel./JIBI


Harianjogja.com, JOGJA—Babak 16 besar Piala Dunia 2026 menghadirkan ujian berat bagi Timnas Inggris dan pelatihnya, Thomas Tuchel. Three Lions harus menghadapi tuan rumah Meksiko di Stadion Azteca, Minggu (5/7/2026) atau Senin (6/7/2026) pukul 07.00 WIB, dalam laga yang diprediksi akan menjadi salah satu pertandingan paling panas di fase gugur. Ancaman pemecatan terhadap Tuchel bahkan sempat mengemuka andai Inggris gagal melewati babak 32 besar, namun kini semua mata tertuju pada duel melawan Meksiko.

Laga kontra El Tri bukanlah pertandingan biasa. Meksiko, yang belum sekalipun kalah dan kebobolan sepanjang turnamen, memiliki rekor mentereng di kandang mereka. Stadion Azteca, yang berada 2.200 meter di atas permukaan laut, menjadi benteng tak terkalahkan bagi tim asuhan Javier Aguirre.

Dari 89 pertandingan di stadion tersebut, Meksiko meraih 70 kemenangan, 17 hasil imbang, dan hanya dua kekalahan. Di ajang Piala Dunia, rekor mereka bahkan lebih sempurna: tujuh kemenangan, tiga imbang, dan tak pernah kalah. Ini menjadi tantangan besar bagi Inggris yang nyaris tersingkir oleh RD Kongo di babak sebelumnya.

Tuchel Selamat dari Ancaman Pemecatan, Tapi Beban Tetap Ada

Laporan dari The Telegraph mengungkap bahwa posisi Tuchel sebenarnya nyaris berada di ujung tanduk. Jika Inggris kalah dari RD Kongo di babak 32 besar, pemecatan bisa saja terjadi. Namun, setelah kemenangan dramatis 2-1 berkat dua gol Harry Kane dari umpan Anthony Gordon, posisinya untuk sementara aman. FA dikabarkan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa Tuchel di akhir turnamen sebelum mengambil keputusan, terlepas dari hasil melawan Meksiko.

Meski demikian, tekanan terhadap Tuchel tetap tinggi. Ia sebelumnya dikritik keras karena keputusannya tidak memanggil Trent Alexander-Arnold, yang kemudian dinilai menjadi penyebab krisis bek kanan di timnas Inggris. Namun, Tuchel juga mendapat dukungan dari FA yang telah memperpanjang kontraknya hingga Piala Eropa 2028, di mana Inggris akan bertindak sebagai tuan rumah bersama Skotlandia, Wales, dan Irlandia.

Peluang dan Ancaman di Jalur yang Berat

Jika berhasil melewati Meksiko, Inggris berpotensi menghadapi tim-tim unggulan lainnya seperti Brasil, Argentina, atau Prancis di babak selanjutnya. Ini adalah jalur yang sangat berat, namun juga menjadi peluang bagi Tuchel untuk membuktikan bahwa ia adalah pelatih yang tepat untuk membawa Inggris meraih gelar.

Harry Kane, yang menjadi penyelamat Inggris di babak 32 besar, akan kembali menjadi andalan. Namun, Thierry Henry mengingatkan agar Inggris tidak terlalu bergantung pada Kane, karena Meksiko memiliki pertahanan yang sangat disiplin dan bermain di hadapan puluhan ribu pendukung mereka sendiri.

Sejarah Kelam dan Pelajaran dari Masa Lalu

Inggris pernah mengalami kegagalan di Piala Dunia 2014 di bawah Roy Hodgson, di mana mereka gagal melaju dari fase grup. Hodgson juga membuat Inggris tersingkir di babak 16 besar Piala Eropa 2016 oleh Islandia. Pengalaman pahit ini menjadi pengingat bahwa sepak bola selalu penuh kejutan, dan Meksiko dengan segala keunggulannya adalah lawan yang sangat berbahaya.

Bagi para penggemar sepak bola di Indonesia, laga ini menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan di babak 16 besar. Akankah Tuchel dan Inggris mampu menaklukkan benteng Azteca, atau Meksiko akan melanjutkan rekor sempurna mereka? Kita nantikan pertandingan sengit yang akan berlangsung pada akhir pekan ini.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online