Ada Lapangan Outdoor, Padeljam Padukan Gaya Hidup dan Olahraga
Padeljam menghadirkan lapangan padel luar ruang (outdoor) pertama di DIY dengan memadukan aktivitas olahraga, gaya hidup serta daya tarik pariwisata.
Kelima atlet Sleman yang akan bertanding di Kejuaraan Arung Jeram R4-2026 di Sungai Oya, Gunungkidul pada Minggu (24/5/2026). - Harian Jogja/Ist/FAJI Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Sleman mengirimkan satu tim bermaterikan lima atlet mudanya untuk bertanding di ajang Kejuaraan Arung Jeram Open R4-2026 di Sungai Oya, Kapanewon Patuk, Gunungkidul.
Kejuaraan ini berlangsung pada Minggu (24/5/2026) dengan mempertandingkan dua nomor, yakni R4 Open Rafting Race Sprint dan R4 Open Rafting Race Head to Head.
Perwakilan dari Pengurus Cabang Federasi Arung Jeram Indonesia (Pengcab FAJI) Sleman, Hardi Zul Fadli, menuturkan kelima atlet itu meliputi Farel Setya Ananta sebagai kapten lalu Fransisco Johan Mahendra, Raditya Putra Winasis, Junanta Eka Saputra dan Raditya Ananda Yuwana.
"Kelimanya masih berusia pelajar sekolah yang harapannya bisa menjadi bibit-bibit muda atlet arung jeram dari Sleman. Ada yang duduk di bangku sekolah menengah atas atau kejuruan serta masih ada yang di sekolah menengah pertama," tutur Angelo, sapaan akrab Hardi, Sabtu (23/5/2026).
Dia menilai kejuaraan di Oya Gunungkidul menjadi sarana yang bagus bagi atlet muda Sleman dalam mencari pengalaman bertanding, baik dari sisi teknis maupun mental. Apalagi, kejuaraan di Gunungkidul pada Minggu ini menjadi ajang perdana para atlet terjun di arena kompetisi.
Dalam persiapannya, FAJI Sleman memusatkan pelatihan para atlet di kompleks Embung PIAT UGM di Kalitirto, Berbah selama sepekan terakhir sebelum kejuaraan berlangsung. Selain layak sebagai tempat latihan, Embung PIAT UGM dipilih agar persiapan lebih efektif karena para atlet tinggal di wilayah Kalitirto sehingga tidak terkendala masalah jarak tinggal dengan tempat berlatih.
Angelo menuturkan setelah turun di Oya, selanjutnya para atlet juga disiapkan untuk mengikuti kejuaraan-kejuaraan lain di level lokal maupun nasional agar Sleman memiliki materi tim arung jeram yang mumpuni serta bisa bersaing dengan kabupaten/kota lain di DIY maupun luar DIY.
"Tentunya ini butuh dukungan dari beragam elemen, baik swasta maupun pemerintah, agar arung jeram di Sleman bisa berbicara banyak di level lokal maupun nasional. Bahkan tidak menutup kemungkinan ke depannya atlet Sleman bisa membawa nama Indonesia di kancah internasional," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Padeljam menghadirkan lapangan padel luar ruang (outdoor) pertama di DIY dengan memadukan aktivitas olahraga, gaya hidup serta daya tarik pariwisata.
DPRD Bantul mendorong pelajar bijak bermedia sosial sekaligus produktif di ruang digital. Program kecakapan digital menyasar hampir 20 sekolah.
Riset World Giving Report 2026 mengungkap Rumania menjadi salah satu negara paling dermawan di Uni Eropa. Simak temuan CAF soal donasi masyarakat Eropa.
Budaya lokal dinilai bisa menjadi pembeda kuat di tengah tren wisata dan pengalaman yang semakin seragam. Namun, agar mampu menarik perhatian generasi saat ini,
Fenomena lava fountain di Gunung Anak Krakatau muncul akibat tekanan gas tinggi dalam magma. Simak penjelasan ilmiah, proses terbentuk, dan dampaknya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengerahkan tim Dokter Spesialis Keliling (Speling) ke Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta