20 Tahun Gempa Jogja, Sekolah di Sesar Opak Diperkuat Hadapi Bencana
Kemenko PMK dan TWC perkuat 10 sekolah di Sesar Opak lewat program SPAB. Momentum 20 tahun Gempa Jogja dorong budaya sadar bencana.
Latihan terakhir para pemain Borneo FC sebelum menghadapi Malut United dalam laga Liga 1 musim 2025/2026 di Stadion Segiri Samarinda. (Media Oficcer Borneo)
Harianjogja.com, SAMARINDA — Borneo FC Samarinda tampil luar biasa di laga terakhir Liga 1 musim 2025/2026. Bermain di Stadion Segiri, Pesut Etam pesta gol dengan menghancurkan Malut United dengan skor telak 7-1 pada Sabtu (23/5/2026).
Namun kemenangan besar ini tetap belum cukup untuk menggeser Persib Bandung dari puncak klasemen. Di saat bersamaan, Persib hanya bermain imbang 0-0 melawan Persijap Jepara, tetapi hasil tersebut sudah cukup mengunci gelar juara berkat keunggulan head-to-head.
Pesta Gol Tanpa Ampun di Segiri
Sejak menit awal, Borneo FC langsung tancap gas. Tim asuhan Fabio Lefundes tampil agresif demi menjaga peluang juara tetap hidup.
Gol pembuka datang cepat di menit ke-7 lewat tendangan keras Mariano Peralta dari luar kotak penalti. Hanya berselang empat menit, Peralta kembali mencetak gol keduanya dan membuat skor menjadi 2-0.
Dominasi tuan rumah terus berlanjut. Juan Villa memanfaatkan kesalahan lini belakang lawan untuk memperlebar keunggulan menjadi 3-0. Tak lama berselang, Koldo Obieta mencetak gol keempat setelah menerima umpan matang dari Peralta.
Memasuki babak kedua, Borneo FC semakin tak terbendung. Obieta kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-57, menjadikan skor 5-0.
Sempat Dibalas, Tapi Tetap Menggila
Malut United sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol Frets Butuan di menit ke-78. Namun, respons Borneo FC sangat cepat.
Hanya satu menit berselang, M. Sihran mencetak gol spektakuler untuk mengembalikan selisih lima gol menjadi 6-1. Pesta gol kemudian ditutup oleh Kaio Jorge di masa injury time.
Gagal Juara Meski Poin Sama
Kemenangan telak ini membuat Borneo FC mengoleksi total 79 poin, sama dengan Persib Bandung. Namun, aturan head-to-head membuat mereka harus puas finis di posisi runner-up.
Sementara itu, Malut United menutup musim di peringkat keenam dengan raihan 53 poin, hasil yang tetap patut diapresiasi.
Musim Dramatis dan Penuh Emosi
Liga 1 musim ini menjadi salah satu yang paling dramatis. Borneo FC menunjukkan kekuatan luar biasa di laga terakhir, tetapi konsistensi Persib sepanjang musim menjadi pembeda utama dalam perebutan gelar.
Meski gagal juara, performa impresif di laga pamungkas ini menjadi sinyal kuat bahwa Borneo FC akan kembali menjadi kandidat serius di musim depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenko PMK dan TWC perkuat 10 sekolah di Sesar Opak lewat program SPAB. Momentum 20 tahun Gempa Jogja dorong budaya sadar bencana.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.
Pemerintah bongkar mafia pangan, dari beras oplosan hingga pupuk palsu. Kerugian rakyat ditaksir puluhan triliun rupiah.
Wapres Gibran dorong digitalisasi sekolah di Papua dan NTT. Fokus pada teknologi pendidikan dan peningkatan skill generasi muda.
SPMB Bantul 2026 resmi ditetapkan. Pendaftaran SMP full online dengan sistem RTO, ini syarat, jalur, dan kuotanya.
Hari Jadi Sleman ke-110 berlangsung meriah. Sri Sultan HB X tekankan refleksi dan pelestarian budaya di tengah modernisasi.