Timnas Voli Putri Indonesia Kalah 0-3 dari Thailand di AVC 2026
Timnas voli putri Indonesia kalah 0-3 dari Thailand di AVC 2026. Ini kekalahan pertama Garuda Pertiwi dari tiga laga. Simak jalannya pertandingan. (
Foto ilustrasi sepak bola dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA— Keberhasilan Como 1907 menembus Liga Champions musim depan memang mencatat sejarah baru bagi klub milik keluarga Hartono asal Indonesia. Namun, di balik euforia finis di peringkat keempat Serie A tersebut, muncul dua tantangan besar yang siap menguji kesiapan klub berjuluk I Lariani itu di panggung tertinggi Eropa: persoalan stadion dan tekanan finansial.
Sorotan utama tertuju pada markas Como, Stadio Giuseppe Sinigaglia, yang berada di tepi Danau Como. Stadion bersejarah ini dikenal ikonik secara visual, namun dinilai belum memenuhi standar infrastruktur UEFA untuk kompetisi Liga Champions.
Menurut laporan media Eropa, One Football, stadion tersebut membutuhkan renovasi besar jika ingin tetap digunakan sebagai venue pertandingan Eropa. Jika perbaikan tidak selesai sebelum tenggat September 2026, Como terancam tidak bisa bermain di kandang sendiri dan harus menjadi tim “musafir” sepanjang fase Liga Champions.
Dalam skenario tersebut, opsi paling realistis adalah menggunakan Mapei Stadium di Reggio Emilia sebagai markas sementara. Stadion ini sebelumnya juga pernah digunakan Atalanta ketika mereka menjalani debut Liga Champions sambil menunggu renovasi stadion mereka sendiri selesai.
Selain masalah stadion, Como juga menghadapi tantangan serius di sisi keuangan. Investasi besar yang dilakukan untuk memperkuat skuad demi bersaing di Serie A dan Eropa berujung pada pembengkakan biaya operasional.
Laporan keuangan terbaru menunjukkan klub mengalami kerugian sekitar €105 juta atau setara Rp1,8 triliun pada tahun buku yang berakhir Juni 2025. Angka tersebut menempatkan Como dalam pengawasan ketat aturan Financial Fair Play (FFP) UEFA.
Meski demikian, UEFA diperkirakan akan memberi ruang adaptasi berupa masa tenggang pada musim debut Como di Liga Champions. Namun setelah itu, klub wajib menandatangani Settlement Agreement untuk menyeimbangkan neraca keuangan. Jika gagal memenuhi ketentuan tersebut, sanksi seperti denda besar hingga pengurangan poin bisa diberlakukan.
Situasi ini menempatkan Como di persimpangan penting: mempertahankan ambisi untuk menjadi kekuatan baru di Eropa, atau menyesuaikan diri dengan ketatnya regulasi finansial sepak bola modern.
Di satu sisi, investasi besar keluarga Hartono telah membawa klub dari Serie B menuju Liga Champions dalam waktu singkat. Namun di sisi lain, pertumbuhan cepat itu kini harus dibayar dengan tantangan struktural yang tidak kalah berat.
Kini, perhatian tertuju pada langkah manajemen Como dalam beberapa bulan ke depan—apakah mampu menyelesaikan renovasi stadion dan menstabilkan keuangan, atau justru menghadapi musim debut Liga Champions yang penuh kompromi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Timnas voli putri Indonesia kalah 0-3 dari Thailand di AVC 2026. Ini kekalahan pertama Garuda Pertiwi dari tiga laga. Simak jalannya pertandingan. (
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini, Selasa 25 Agustus 2026, kompak naik. Simak harga jual dan buyback lengkap.
Sekitar 2.000 atlet dari 200 kontingen akan berlaga di YOT VI 2026 Piala Kemenpora RI di GOR UNY pada 28-30 Agustus.
Gempa susulan Flores mencapai 7.029 kejadian hingga 25 Agustus 2026. Gempa M4,1 kembali mengguncang Manggarai pagi ini.
Tiga pesawat TNI AU membawa 31 ton bantuan untuk korban gempa NTT. Logistik dikirim melalui Labuan Bajo dan Maumere.
Donyell Malen mencetak hattrick saat AS Roma membantai Fiorentina 4-0. Roma pun langsung memuncaki klasemen Liga Italia.