Dugaan Riset AI Palsu Akademisi Gegerkan Publik, Demi Travel Grant
MGBKI meminta audit menyeluruh terkait dugaan riset AI palsu demi travel grant konferensi internasional.
Foto ilustrasi boxing dibuat dengan artificial intelligence.
Harianjogja.com, JAKARTA—World Boxing Council (WBC) secara resmi menetapkan petinju asal Jerman, Agit Kabayel, sebagai penantang wajib juara dunia kelas berat WBC, WBA, dan IBF, Oleksandr Usyk. Penunjukan ini membuka peluang duel besar perebutan gelar dunia pada 2026 mendatang.
Kepastian tersebut disampaikan Presiden WBC, Mauricio Sulaiman, melalui laman resmi WBC yang dipantau di Jakarta, Kamis (28/5/2026). Ia menegaskan bahwa Kabayel telah memenuhi seluruh syarat sebagai penantang utama di kelas berat.
“Agit adalah Juara interim WBC dan penantang wajib untuk Oleksandr Usyk,” kata Mauricio Sulaiman.
Mauricio menjelaskan bahwa Kabayel telah membuktikan kualitasnya di ring tinju kelas berat. Dalam beberapa tahun terakhir, petinju asal Jerman itu tampil konsisten, termasuk dalam pertarungan di Arab Saudi tiga tahun lalu yang mempertemukannya dengan sejumlah lawan tangguh, termasuk Frank Sanchez.
Kabayel saat ini mencatat rekor impresif tanpa kekalahan dengan 27 kemenangan, 19 di antaranya melalui knockout (KO), menjadikannya salah satu penantang paling berbahaya di divisi kelas berat saat ini.
“Agit memiliki kemampuan hebat untuk melayangkan pukulan ke tubuh. Meskipun tinggi badannya tidak seperti kebanyakan petinju kelas berat,” ujar Mauricio.
WBC menyatakan harapan agar laga antara Kabayel dan Usyk dapat terealisasi pada 2026. Organisasi tersebut menegaskan tengah mempersiapkan skema pertarungan agar duel kelas dunia itu dapat segera terwujud.
“Kami akan mengaturnya dan kemudian kita lihat nanti,” kata Mauricio.
Usyk dan Catatan Juara Dunia Kelas Berat
Oleksandr Usyk sendiri merupakan mantan juara dunia kelas berat sejati yang pernah memegang empat sabuk utama sekaligus, yakni WBC, WBA, IBF, dan WBO. Namun, ia kemudian melepaskan sabuk WBO sehingga kini hanya mempertahankan tiga gelar utama.
Dalam pertarungan terakhirnya, Usyk berhasil mempertahankan gelar melalui kemenangan TKO pada ronde ke-11 setelah menghadapi perlawanan ketat dari Rico Verhoeven di Piramida Giza, Mesir.
Laga tersebut menjadi salah satu pertarungan penting dalam rangkaian agenda Usyk sebelum memasuki fase akhir kariernya di dunia tinju profesional.
Mauricio Sulaiman juga menyoroti laga Usyk melawan Verhoeven yang disebutnya berlangsung sensasional, termasuk peran wasit Mark Lyson dalam menjaga keselamatan petarung di atas ring.
Ia menegaskan bahwa keputusan wasit dalam menghentikan atau melanjutkan pertandingan harus berorientasi pada keselamatan petarung, bukan hanya pada bunyi bel atau durasi ronde.
“Dia tidak peduli dengan bunyi bel. Dia melihat mata petarung yang terkena dampak dan seberapa parah luka petarung itu. Lebih baik satu pukulan terlalu cepat daripada satu pukulan terlalu lambat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
MGBKI meminta audit menyeluruh terkait dugaan riset AI palsu demi travel grant konferensi internasional.
MGPA dan Bea Cukai Soekarno-Hatta perkuat koordinasi logistik MotoGP Mandalika untuk dukung kelancaran event internasional di NTB.
Polsek Bambanglipuro menangkap pria asal Sleman yang menipu kelompok tani dengan modus meminjam pompa air lalu menjualnya ke rongsok.
Banyumas revisi tarif retribusi pasar lewat Perbup 8/2026. Pedagang dapat keringanan, kepatuhan ditargetkan meningkat.
Lima remaja di Pati dibina polisi usai viral video pocong. Polisi pastikan konten hoaks dan situasi tetap aman.
WBC tetapkan Agit Kabayel sebagai penantang wajib Oleksandr Usyk untuk perebutan gelar dunia kelas berat pada 2026.