Hattrick ke Gawang Prancis, Bukayo Saka Samai Rekor Legenda Inggris

Newswire
Newswire Minggu, 19 Juli 2026 15:47 WIB
Hattrick ke Gawang Prancis, Bukayo Saka Samai Rekor Legenda Inggris

Penyerang timnas Inggris Bukayo Saka menjadi pemain terbaik dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 kontra Prancis, Minggu. (X/FIFAWorldCup)\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Bukayo Saka menorehkan catatan bersejarah setelah menjadi pemain keempat Inggris yang mencetak hattrick di putaran final Piala Dunia. Tiga gol yang dicetaknya saat membawa Inggris mengalahkan Prancis pada perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026 turut mengantarkannya masuk ke daftar elite bersama para legenda sepak bola Inggris.

Pencapaian tersebut sekaligus menjadi bukti konsistensi penampilan Saka di panggung dunia. Penyerang berusia 24 tahun itu juga tercatat sebagai pemain ketiga Inggris yang mampu mencetak sedikitnya tiga gol dalam dua edisi Piala Dunia berbeda, menyamai torehan Gary Lineker dan Harry Kane.

Saka mencetak tiga gol dalam kemenangan Inggris atas Prancis di Miami, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026) WIB. Sebelumnya, hanya Geoff Hurst pada Piala Dunia 1966, Gary Lineker pada 1986, dan Harry Kane pada 2018 yang mampu membukukan hattrick untuk Inggris di putaran final Piala Dunia.

"Rasanya luar biasa. Saya sangat menikmatinya dan tentu ini pencapaian yang hebat. Saya baru diberi tahu bahwa hanya ada empat pemain Inggris yang pernah mencetak hattrick di Piala Dunia. Anda tahu siapa saja mereka. Itu adalah daftar yang sangat elite dan saya bangga bisa menjadi bagian darinya," kata Saka, dikutip dari FIFA, Minggu (19/7/2026).

Selain masuk dalam daftar elite pencetak hattrick, Saka juga mencatatkan prestasi lain yang mempertegas perannya sebagai salah satu pemain penting Inggris di level internasional. Ia menjadi pemain ketiga Inggris yang mampu mencetak sedikitnya tiga gol dalam dua edisi Piala Dunia yang berbeda.

Meski demikian, Saka mengakui pencapaian individu tersebut belum sepenuhnya memenuhi target tim. Inggris sejatinya menargetkan tampil di partai final sebelum akhirnya harus puas mengakhiri turnamen di perebutan tempat ketiga.

"Kami ingin mengakhiri turnamen dengan kuat karena sebagai sebuah tim kami merasa pantas untuk itu. Tentu kami percaya seharusnya bisa melangkah hingga final dan bermain besok, bukan hari ini. Namun kenyataannya kami bermain hari ini dan kami ingin menutup turnamen dengan baik. Saya senang kami berhasil melakukannya," ujarnya.

Kemenangan atas Prancis memastikan Inggris menutup Piala Dunia 2026 di posisi ketiga. Hasil tersebut menjadi pencapaian terbaik Inggris sejak menjuarai Piala Dunia 1966 sekaligus torehan terbaik mereka sepanjang sejarah dalam turnamen Piala Dunia yang digelar di luar kandang.

Keberhasilan finis di posisi ketiga juga menjadi modal penting bagi skuad Inggris untuk menghadapi turnamen besar berikutnya. Penampilan impresif sejumlah pemain muda sepanjang turnamen memperlihatkan regenerasi yang terus berjalan di tubuh The Three Lions.

Saka mengungkapkan pelatih Thomas Tuchel turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain atas perjuangan yang ditunjukkan selama turnamen berlangsung.

"Dia mengatakan betapa bangganya dia kepada kami dan bahwa dia akan merindukan kami. Kami juga akan saling merindukan," kata Saka.

Menurutnya, kebersamaan yang terjalin selama lebih dari enam pekan menjadi salah satu kekuatan tim sepanjang turnamen. Para pemain berkomitmen untuk menjadikan pengalaman di Piala Dunia 2026 sebagai bekal meraih hasil yang lebih baik pada kesempatan berikutnya.

"Selama enam atau tujuh pekan kami membangun kebersamaan yang luar biasa. Kami meninggalkan turnamen ini dengan rasa bangga atas apa yang kami lakukan hari ini sebagai sebuah tim, dan kami akan fokus untuk menjadi juara pada kesempatan berikutnya."

Pencapaian Bukayo Saka pada Piala Dunia 2026 menjadi penanda lahirnya catatan baru dalam sejarah sepak bola Inggris. Di usia yang masih relatif muda, ia tidak hanya mempersembahkan kemenangan bagi timnya, tetapi juga mengukir namanya sejajar dengan para legenda yang pernah membawa Inggris berjaya di panggung dunia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online