Davide Ancelotti Resmi Latih Lille, Verdonk Siap Banjir Ilmu

Jumali
Jumali Selasa, 02 Juni 2026 12:07 WIB
Davide Ancelotti Resmi Latih Lille, Verdonk Siap Banjir Ilmu

Davide Ancelotti./Instagram

Harianjogja.com, JOGJA—Klub Ligue 1 Prancis, LOSC Lille, resmi menunjuk pelatih kepala baru pada Senin (1/6/2026). Mereka memilih sosok yang telah malang melintang di dunia kepelatihan papan atas Eropa, namun untuk pertama kalinya akan memegang kendali penuh di benua biru, yaitu Davide Ancelotti.

Putra kandung dari pelatih legendaris Carlo Ancelotti ini dikontrak selama dua musim ke depan atau hingga 2028. Ia hadir untuk menggantikan Bruno Genesio yang memutuskan untuk hengkang setelah kontraknya berakhir pada penghujung Mei 2026.

Bagi pencinta sepak bola Indonesia, berita ini menarik perhatian karena Lille merupakan klub tempat bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, berlabuh. Kini, pemain kelahiran Belanda tersebut akan menjalani latihan di bawah arahan putra dari sang 'ilmuwan' taktik dunia tersebut.

Langkah Keluar dari Bayang-Bayang Sang Ayah

Selama lebih dari satu dekade, Davide dikenal luas sebagai tangan kanan Carlo Ancelotti. Ia menjadi bagian krusial dalam staf kepelatihan di berbagai klub elite seperti Paris Saint-Germain (PSG), Real Madrid, Bayern Munich, Napoli, dan Everton. Terakhir, ia mendampingi ayahnya di tim nasional Brasil untuk persiapan Piala Dunia 2026.

Penunjukan di Lille menjadi langkah besar bagi Davide untuk membuktikan kemampuannya secara mandiri. Sebelumnya, ia sempat memegang kendali di klub Brasil, Botafogo, pada 2025 sebagai uji coba kepelatihan kepala.

Mewarisi Warisan Bruno Genesio


Davide Ancelotti mewarisi skuad yang sedang dalam performa puncak. Bruno Genesio sukses membawa Lille finis di peringkat ketiga Ligue 1 pada musim 2025/2026, yang otomatis mengamankan tiket emas untuk berlaga di Liga Champions musim 2026/2027.

Pihak manajemen Lille meyakini bahwa pengalaman Davide mendampingi klub-klub papan atas dunia akan membawa perspektif segar bagi tim. "Pelatih Italia yang telah melatih klub-klub dan tim nasional terbesar di dunia ini telah berkomitmen selama dua tahun," bunyi pernyataan resmi klub.

Tantangan di Depan Mata

Tantangan utama bagi pelatih yang akan berusia 37 tahun pada Juli mendatang ini adalah menjaga konsistensi tim di papan atas Ligue 1. Davide dituntut segera beradaptasi dengan kultur sepak bola Prancis dan memaksimalkan potensi skuad yang ada, termasuk nama-nama besar seperti Olivier Giroud dan talenta muda Ayyoub Bouaddi, serta Calvin Verdonk.

Jika sukses, Davide Ancelotti tidak hanya akan mengukir namanya sendiri di kancah kepelatihan Eropa, tetapi juga diharapkan mampu membawa 'Les Dogues' untuk terus menantang dominasi raksasa Ligue 1 lainnya seperti PSG dan AS Monaco.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online