Arsene Wenger Sebut Jeda Hidrasi Tak Ubah Hasil Piala Dunia 2026

Sunartono
Sunartono Minggu, 19 Juli 2026 20:47 WIB
Arsene Wenger Sebut Jeda Hidrasi Tak Ubah Hasil Piala Dunia 2026

Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Arsene Wenger. /Instagram.

Harianjogja.com, EAST RUTHERFORD—FIFA memastikan penerapan cooling break atau jeda hidrasi selama Piala Dunia 2026 tidak memengaruhi hasil pertandingan. Meski demikian, badan sepak bola dunia itu belum memutuskan apakah kebijakan tersebut akan tetap diberlakukan pada turnamen berikutnya karena masih menunggu hasil evaluasi menyeluruh setelah kompetisi berakhir.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Arsene Wenger, dalam konferensi pers pada Sabtu (18/7/2026), menjelang partai final Piala Dunia antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York New Jersey.

FIFA Masih Kaji Efektivitas Cooling Break

Sepanjang Piala Dunia 2026, FIFA menerapkan jeda hidrasi selama tiga menit di pertengahan setiap babak pada seluruh pertandingan. Kebijakan itu menuai beragam tanggapan karena dinilai memengaruhi ritme permainan.

Saat ditanya apakah cooling break memberikan dampak signifikan terhadap jalannya pertandingan, Wenger memberikan jawaban tegas.

"Tidak," jawab Wenger saat ditanya apakah jeda tersebut memberikan dampak signifikan pada jalannya laga. "Memang ada yang tidak menyukainya, dan kami harus menganalisis bagaimana dampaknya secara menyeluruh setelah Piala Dunia usai."

Menurut mantan manajer Arsenal tersebut, hasil sementara menunjukkan jeda hidrasi tidak mengubah peta persaingan selama turnamen berlangsung.

"Menurut pandangan saya, kebijakan ini tidak mengubah hasil kompetisi. Namun, prioritas kami adalah memberikan yang terbaik bagi para penikmat sepak bola," tambahnya.

Kebijakan Menuai Kritik

Penerapan cooling break sempat memunculkan kritik dari berbagai pihak. Sejumlah pengamat menilai jeda tersebut membuat pertandingan terasa terbagi menjadi empat kuarter sehingga mengurangi intensitas permainan.

Selain itu, jeda hidrasi juga dimanfaatkan lembaga penyiaran untuk menayangkan iklan komersial selama lebih dari dua menit. Pada fase awal turnamen, kebijakan tersebut bahkan sempat memicu ejekan dari sebagian penonton di stadion.

Pelatih dan Pemain Berbeda Pendapat

Di sisi lain, sejumlah pelatih dan pemain mendukung keberadaan cooling break sebagai langkah perlindungan terhadap kondisi fisik pemain saat bertanding dalam cuaca panas ekstrem.

Pelatih Spanyol Luis de la Fuente dan kapten Belanda Virgil van Dijk, misalnya, menilai aturan tersebut memiliki manfaat dari sisi keselamatan pemain. Namun, keduanya mempertanyakan urgensi penerapannya ketika pertandingan berlangsung dalam suhu yang sejuk atau di stadion beratap tertutup.

Pelatih Inggris Thomas Tuchel juga menyampaikan kritik dengan menyebut jeda tersebut memberikan dampak lebih besar dari perkiraan karena mengganggu ritme pertandingan.

Sementara itu, pelatih Uruguay Marcelo Bielsa menilai cooling break tidak memberikan nilai tambah dan justru mengurangi esensi permainan sepak bola.

FIFA Pilih Satu Standar untuk Semua Pertandingan

Piala Dunia 2026 digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dengan karakter cuaca yang berbeda-beda. Sejumlah pertandingan berlangsung dalam suhu yang sangat panas, sementara laga lain dimainkan dalam kondisi jauh lebih dingin, terutama di Kanada dan Boston.

Menurut Wenger, kondisi tersebut menjadi pertimbangan utama FIFA untuk menerapkan aturan yang sama pada seluruh pertandingan.

"Pada beberapa pertandingan, jeda ini sangat dibutuhkan. Karena kami tidak ingin membuat standar yang berbeda antarpertandingan, kami memutuskan untuk menerapkannya di setiap laga," jelas Wenger. "Kami akan melakukan analisis mendalam setelah kompetisi ini selesai."

Ia mengakui bahwa penerapan cooling break di stadion beratap tertutup memang memunculkan pertanyaan. Namun, dari sisi medis, aturan tersebut dinilai tetap penting untuk sejumlah pertandingan lain yang berlangsung dalam cuaca panas.

"Di sejumlah laga yang digelar di stadion beratap tertutup, keputusan ini memang kurang disambut baik. Namun secara medis, jeda ini sangat diperlukan di banyak pertandingan lainnya. Hingga saat ini, kami belum mengambil kesimpulan akhir."

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online