Adnan/Indah Tersingkir, Paksa Unggulan Pertama Kerja Keras

Jumali
Jumali Kamis, 04 Juni 2026 11:07 WIB
Adnan/Indah Tersingkir, Paksa Unggulan Pertama Kerja Keras

Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil - Instagram

Harianjogja.com, JOGJA— Langkah ganda campuran Indonesia, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, terhenti pada babak 16 besar Polytron Indonesia Open 2026 setelah kalah dari unggulan pertama asal Tiongkok, Feng Yanzhe dan Huang Dongping.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Kamis (4/6/2026), Adnan/Indah harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 14-21, 21-17, 18-21 setelah bertarung selama 1 jam 5 menit.

Meski gagal melangkah ke perempat final, pasangan Indonesia tampil penuh semangat dan mampu merepotkan salah satu pasangan terbaik dunia.

Kehilangan Kendali Setelah Interval

Pada gim pertama, Adnan/Indah mampu mengimbangi permainan lawan sejak awal pertandingan. Kedua pasangan saling kejar angka hingga pasangan Indonesia unggul tipis 11-10 saat interval.

Namun selepas jeda, permainan berubah. Feng/Huang mulai menemukan ritme terbaiknya dan memanfaatkan sejumlah kesalahan lawan.

Setelah skor imbang 12-12, pasangan Tiongkok merebut tujuh poin beruntun untuk menjauh menjadi 19-12. Adnan/Indah sempat menambah dua angka, tetapi Feng/Huang menutup gim pertama dengan kemenangan 21-14.

Bangkit dan Paksa Gim Penentuan

Pada gim kedua, Adnan/Indah kembali menghadapi tekanan. Mereka sempat tertinggal cukup jauh, mulai dari 0-4 hingga 13-16.

Namun di tengah situasi sulit, pasangan Indonesia menunjukkan mentalitas kuat. Mereka berhasil merebut enam poin beruntun dan berbalik unggul 19-16.

Momentum tersebut terus dijaga hingga akhirnya Adnan/Indah mengamankan gim kedua dengan skor 21-17. Kemenangan itu sekaligus memaksa pertandingan berlanjut ke gim ketiga.

Nyaris Ciptakan Comeback Spektakuler

Feng/Huang tampil lebih agresif pada gim penentuan. Mereka langsung membuka jarak dan unggul 11-3 saat interval.

Dominasi pasangan Tiongkok berlanjut hingga skor 16-6. Dalam kondisi tertinggal 10 poin, peluang Adnan/Indah tampak semakin berat.

Namun pasangan Indonesia tidak menyerah. Mereka perlahan memangkas selisih angka melalui serangkaian reli panjang dan permainan net yang efektif.

Adnan/Indah berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 14-18, lalu terus menekan hingga skor berubah menjadi 17-18.

Kebangkitan tersebut sempat membangkitkan dukungan penonton di Istora. Sayangnya, momentum tidak mampu dipertahankan hingga akhir laga.

Servis Indah yang keluar membuat Feng/Huang kembali menjauh. Pasangan Tiongkok kemudian memperoleh match point setelah pukulan backhand Adnan menyangkut di net.

Meski sempat gagal pada kesempatan pertama, Feng/Huang akhirnya mengunci kemenangan 21-18 dan memastikan tiket ke babak perempat final.

Modal Positif untuk Masa Depan

Kekalahan ini memang menghentikan langkah Adnan/Indah di Indonesia Open 2026. Namun performa mereka sepanjang pertandingan menunjukkan perkembangan yang menjanjikan.

Mampu merebut satu gim dan memberikan tekanan besar kepada unggulan pertama dunia menjadi bukti bahwa pasangan Indonesia tersebut memiliki potensi untuk bersaing di level tertinggi.

Evaluasi terhadap konsistensi permainan, terutama pada fase-fase krusial gim penentuan, menjadi pekerjaan rumah yang dapat membantu mereka tampil lebih kompetitif pada turnamen berikutnya.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online