Penyelam Temukan 2 Korban KM Virgo 8 di Bangkai Kapal
Dua korban KM Virgo Transport 8 ditemukan penyelam BSG di dalam bangkai kapal dan dievakuasi dengan helikopter HR-3601 ke Banjarmasin
Logo FIFA - ist
Harianjogja.com, NEW YORK—Tekanan terhadap FIFA semakin menguat menjelang gelaran Piala Dunia 2026. Koalisi global yang terdiri dari para ahli kesehatan dan organisasi advokasi mendesak badan sepak bola dunia itu untuk mengakhiri kemitraannya dengan Coca-Cola paling lambat pada 2030.
Dorongan ini datang dari kampanye bertajuk Kick Big Soda Out yang menilai keberadaan Coca-Cola dalam ajang olahraga besar sebagai bentuk “sportswashing”, yakni upaya memperbaiki citra perusahaan di tengah sorotan terhadap dampak negatif produknya.
Kampanye tersebut sebenarnya sudah dimulai sejak Piala Dunia Antarklub 2025 di Amerika Serikat. Namun hingga kini, FIFA dinilai belum menunjukkan respons signifikan. Dengan Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, tekanan terhadap FIFA pun kian meningkat.
Para aktivis menilai kemitraan tersebut bertentangan dengan kebijakan kesehatan yang mulai diterapkan sejumlah negara tuan rumah. Kanada dan Meksiko, misalnya, telah memberlakukan label peringatan pada produk tinggi gula, garam, dan lemak. Bahkan, Meksiko menjadi salah satu pelopor pajak minuman berpemanis untuk menekan konsumsi gula.
Langkah-langkah tersebut mencerminkan upaya panjang untuk mengurangi konsumsi produk yang dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya penyakit tidak menular, seperti obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.
Sandra Mullin, Wakil Presiden Senior Advokasi Kebijakan dan Komunikasi di Vital Strategies, menyebut industri minuman manis sangat piawai memanfaatkan panggung olahraga global untuk membangun citra positif.
Ia membandingkan kondisi ini dengan industri rokok yang telah lama dilarang menjadi sponsor olahraga karena dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
Menurutnya, standar serupa seharusnya juga diterapkan pada industri minuman berpemanis.
Kampanye Kick Big Soda Out sendiri telah mengumpulkan lebih dari 523.000 dukungan dari masyarakat global serta mendapat sokongan dari 97 organisasi sejak diluncurkan pada Olimpiade Paris 2024.
Para pengusung kampanye menegaskan bahwa Piala Dunia 2026 seharusnya menjadi titik balik bagi FIFA untuk mengambil sikap tegas, bukan justru mempertahankan pola kemitraan lama.
Selain isu kesehatan, sorotan juga diarahkan pada dampak lingkungan dari industri minuman ringan, termasuk penggunaan plastik dan jejak karbon yang tinggi.
Dengan tekanan yang terus meningkat, keputusan FIFA dalam beberapa tahun ke depan akan menjadi penentu arah kebijakan sponsor olahraga global, sekaligus mencerminkan komitmen terhadap kesehatan publik di tengah popularitas sepak bola yang mendunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Dua korban KM Virgo Transport 8 ditemukan penyelam BSG di dalam bangkai kapal dan dievakuasi dengan helikopter HR-3601 ke Banjarmasin
SIM Keliling Polda DIY Selasa 22 September 2026 hadir di Condongcatur. Cek jadwal, syarat, lokasi, dan biaya perpanjangan SIM.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Selasa 22 September 2026 tersedia di lima rute. Tarif promo masih Rp50.000 hingga September.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 22 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jadwal lengkap dari kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 22 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Selasa 22 September 2026 tersedia mulai 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.