FIFA Larang Penonton Bawa Botol Air ke Stadion Piala Dunia 2026

Jumali
Jumali Jum'at, 05 Juni 2026 14:17 WIB
FIFA Larang Penonton Bawa Botol Air ke Stadion Piala Dunia 2026

Trofi Piala Dunia - ist/FIFA

Harianjogja.com, JOGJA—Federasi sepak bola dunia, FIFA, resmi melarang penonton membawa botol air, baik botol plastik maupun tumbler, ke dalam stadion selama penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026.

Kebijakan tersebut diumumkan hanya beberapa hari menjelang pertandingan pembuka turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

FIFA menyatakan keputusan itu diambil dengan pertimbangan keamanan. Botol minuman dinilai berpotensi digunakan sebagai benda lempar yang dapat membahayakan pemain maupun penonton lainnya.

“FIFA membuat keputusan untuk melarang botol demi mencegah risiko dan cedera pada pemain dan penonton,” kata juru bicara FIFA dalam keterangan yang dikutip NBC News.

Aturan Stadion Diubah

Perubahan tersebut tercantum dalam pembaruan Kode Etik Stadion FIFA yang mengatur berbagai ketentuan bagi penonton selama turnamen berlangsung.

Sebelumnya, FIFA masih mengizinkan penonton membawa botol plastik transparan kosong yang dapat digunakan kembali dengan kapasitas maksimal satu liter. Namun, aturan terbaru menghapus ketentuan tersebut dan melarang seluruh botol minum yang dapat digunakan ulang masuk ke area pertandingan.

Dengan aturan baru itu, penonton tidak lagi dapat membawa wadah sendiri untuk mengisi ulang air minum di dalam stadion.

Selain botol air, sejumlah barang lain seperti gelas, kaleng, dan wadah berbahan keras juga masuk dalam daftar barang terlarang.

Cuaca Panas Jadi Tantangan

Keputusan tersebut muncul di tengah kekhawatiran mengenai suhu udara selama pelaksanaan turnamen.

Sejumlah kota tuan rumah di wilayah selatan Amerika Serikat diperkirakan mengalami temperatur yang cukup tinggi pada Juni hingga Juli 2026. Kondisi serupa sempat menjadi sorotan saat penyelenggaraan Piala Dunia Antarklub di Amerika Serikat tahun lalu, ketika pemain dan penonton mengeluhkan cuaca panas selama pertandingan.

Untuk mengantisipasi dampak suhu tinggi, FIFA mengaku telah berkoordinasi dengan panitia lokal di setiap kota penyelenggara.

Berbagai fasilitas mitigasi panas disiapkan di sekitar stadion, termasuk area pendingin, kipas angin, stasiun hidrasi, tenda pendingin, serta fasilitas penyemprotan air bagi penonton.

Suporter Kritik Kebijakan FIFA

Meski FIFA menegaskan alasan keamanan menjadi dasar kebijakan tersebut, keputusan itu memicu kritik dari sejumlah kelompok suporter.

Sebagian penggemar menilai larangan membawa botol air justru menyulitkan penonton yang harus menghadapi cuaca panas selama pertandingan berlangsung.

Kelompok pendukung sepak bola asal Inggris, Free Lions, termasuk yang menyuarakan keberatan atas kebijakan tersebut melalui media sosial.

Sejumlah suporter juga menuding aturan baru itu berpotensi meningkatkan pengeluaran penonton karena mereka harus membeli air minum di dalam stadion.

Kritik semakin menguat karena keputusan tersebut diumumkan menjelang turnamen dimulai, ketika sebagian besar penggemar telah menyusun rencana perjalanan dan anggaran untuk menyaksikan pertandingan secara langsung.

Keamanan dan Kenyamanan Jadi Sorotan

Larangan membawa botol air menjadi salah satu kebijakan keamanan terbaru yang diterapkan FIFA menjelang Piala Dunia 2026.

Sebelumnya, otoritas Amerika Serikat juga meningkatkan pengamanan terhadap potensi ancaman drone di sekitar stadion dengan dukungan dana ratusan juta dolar untuk memperkuat sistem deteksi dan mitigasi pesawat nirawak.

Dengan jutaan penonton yang diperkirakan hadir selama turnamen berlangsung, penyelenggara kini menghadapi tantangan menjaga keseimbangan antara aspek keamanan dan kenyamanan suporter.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online