Gusti Prabu Kembali Pimpin PMI DIY, Ini Fokus 5 Tahun ke Depan
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Timnas Indonesia tampil meyakinkan saat menghadapi Oman dalam laga FIFA Matchday yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (5/6/2026) malam WIB. Antara/Aditya Pradana Putra
Harianjogja.com, JAKARTA—Timnas Indonesia menunjukkan performa impresif saat menghadapi Oman dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (5/6/2026) malam WIB. Skuad Garuda tampil agresif sejak awal dan mampu mengamankan keunggulan meyakinkan di babak pertama.
Indonesia langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit kick-off. Tim asuhan John Herdman mengandalkan permainan cepat dengan kombinasi umpan-umpan pendek yang efektif untuk menekan pertahanan Oman.
Hasilnya terlihat pada menit ke-13. Berawal dari skema bola mati, Nathan Tjoe-A-On mengirimkan umpan terukur yang disambut sundulan keras Justin Hubner. Bola gagal diantisipasi lini belakang Oman dan membawa Indonesia unggul 1-0.
Keunggulan tersebut membuat permainan Indonesia semakin percaya diri. Garuda terus menekan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya ke area pertahanan lawan.
Gol kedua akhirnya lahir pada menit ke-27 melalui aksi Ole Romeny. Penyerang naturalisasi itu menunjukkan ketajamannya dengan memanfaatkan celah di kotak penalti Oman. Penyelesaian akhirnya yang tenang membuat skor berubah menjadi 2-0 untuk Indonesia.
Di sektor pertahanan, Indonesia tampil disiplin. Trio bek Justin Hubner, Elkan Baggott, dan Rizky Ridho mampu meredam serangan Oman yang mencoba membalas lewat skema bola sayap.
Kiper Emil Audero juga tampil gemilang di bawah mistar. Ia beberapa kali melakukan penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan peluang dari Yousuf Nashr Al-Malki yang memanfaatkan umpan silang berbahaya.
Di lini tengah, peran Joey Pelupessy dan Ivar Jenner sangat vital dalam menjaga keseimbangan permainan. Keduanya mampu memutus aliran bola Oman sekaligus membantu transisi cepat ke lini serang.
Secara statistik, kemenangan ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan Timnas Indonesia. Berdasarkan peringkat FIFA terbaru, Indonesia masih berada di kisaran peringkat 120-an dunia, sementara Oman berada di posisi lebih tinggi di sekitar peringkat 80 besar.
Namun di lapangan, perbedaan tersebut tidak terlihat. Indonesia justru tampil lebih dominan, baik dalam penguasaan bola maupun efektivitas serangan.
Kemenangan ini juga menjadi modal penting bagi Indonesia menjelang laga FIFA Matchday berikutnya menghadapi Mozambik. Jika tren positif ini berlanjut, peluang Indonesia untuk memperbaiki peringkat FIFA semakin terbuka.
Selain itu, performa solid para pemain naturalisasi seperti Romeny, Hubner, dan Audero menunjukkan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas tim secara keseluruhan.
Dengan organisasi permainan yang semakin matang dan mental bertanding yang kuat, Timnas Indonesia kini mulai menunjukkan kapasitas sebagai kekuatan baru di kawasan Asia.
Publik pun menaruh harapan besar agar konsistensi ini terus terjaga dalam laga-laga internasional berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Malaysia menetapkan darurat di Serian akibat kabut asap karhutla Indonesia. Sebanyak 647 sekolah dan sejumlah aktivitas warga dihentikan sementara.
Hasil Bhayangkara FC vs Persebaya babak pertama Super League 2026/2027 berakhir 0-1. Yann Mabella membawa Bajul Ijo unggul di Stadion PKOR Sumpah Pemuda.
Terlalu sering bilang "hati-hati" kepada anak bisa membuat peringatan kehilangan makna. Simak 5 kalimat pengganti yang lebih spesifik dan mudah dipahami anak.
PSIM Jogja vs Persita Tangerang masih 0-0 hingga babak pertama. Simak jalannya pertandingan dan susunan pemain kedua tim di Stadion Sultan Agung.
PPDI Sleman menilai perubahan desil penyandang disabilitas belum mencerminkan kondisi sebenarnya. Fasilitas khusus seperti kloset duduk dinilai tidak bisa.