Marquez Dominan di Sprint Race, Acosta Cari Jawaban KTM

Jumali
Jumali Minggu, 07 Juni 2026 10:17 WIB
Marquez Dominan di Sprint Race, Acosta Cari Jawaban KTM

Pembalap Ducati Marc Marquez. ANTARA/Ducati/am.

Harianjogja.com, JOGJA—Pebalap KTM Pedro Acosta mengaku masih mencari jawaban atas dominasi Marc Marquez pada Sprint Race MotoGP Hungaria 2026 yang berlangsung di Sirkuit Balaton Park, Sabtu (6/6/2026). Menurutnya, juara dunia bertahan itu memiliki keunggulan yang sulit dijelaskan, terutama dalam hal cengkeraman motor dan kemampuan membangun ritme balap sejak awal lomba.

Marquez tampil sempurna pada balapan sprint tersebut. Memulai balapan dari posisi terdepan, pebalap Ducati Lenovo itu mampu mempertahankan keunggulan sejak lampu start padam dan perlahan menjauh dari para pesaingnya hingga finis sebagai pemenang.

Acosta, yang menjadi salah satu rival terdekat Marquez di lintasan, menilai perbedaan performa sudah terlihat sejak lap pertama. Menurutnya, cara Marquez melesat keluar dari Tikungan 4 menunjukkan adanya keunggulan signifikan dibandingkan pebalap lain.

“Anda hanya perlu melihat seberapa cepat dia keluar dari Tikungan 4 pada lap pertama. Dari situ sudah terlihat kalau tingkat grip motornya berada di level yang berbeda dibanding motor lainnya,” kata Acosta seperti dikutip Crash.net.

Pebalap asal Spanyol berusia 22 tahun itu menilai keunggulan Marquez tidak hanya terletak pada kecepatan puncak, tetapi juga kemampuannya langsung menemukan performa terbaik sejak awal balapan. Sebaliknya, banyak pebalap lain masih membutuhkan beberapa putaran untuk mencapai ritme optimal.

“Sangat aneh dan sulit dimengerti. Dia langsung cepat sejak awal. Saya membutuhkan beberapa lap untuk kembali menemukan kecepatan,” ujar Acosta.

Setelah sempat berada dalam jangkauan, Marquez mampu membuka jarak lebih dari dua detik atas Acosta. Meski selisih waktu sempat berkurang di pertengahan lomba, pebalap Ducati tersebut kembali meningkatkan kecepatannya dan menjaga keunggulan hingga garis finis.

Acosta juga melihat fenomena serupa dialami pebalap Aprilia, Marco Bezzecchi. Menurutnya, Bezzecchi membutuhkan waktu beberapa lap sebelum mampu tampil konsisten dengan kecepatan terbaiknya.

“Saya melihat Bezzecchi juga mengalami hal yang sama. Dia butuh beberapa lap sebelum benar-benar menemukan kecepatannya. Setelah itu ritme balapan menjadi lebih stabil. Karena itu cukup sulit memahami mengapa kami membutuhkan waktu untuk mencapai kecepatan terbaik, sementara Marc bisa melakukannya sejak awal,” katanya.

Meski belum mampu menandingi kecepatan Marquez, Acosta tetap puas dengan hasil yang diraih KTM pada sprint race tersebut. Podium yang diraihnya dinilai menjadi modal positif menjelang balapan utama.

“Bagaimanapun ini hasil yang bagus. Kami kembali naik podium,” ujarnya.

Menjelang balapan utama MotoGP Hungaria 2026 yang digelar Minggu (7/6/2026), Acosta berharap tim KTM dapat menemukan solusi melalui analisis data yang dikumpulkan selama sprint race. Ia meyakini masih ada sejumlah aspek teknis yang bisa ditingkatkan untuk memperkecil selisih dengan Marquez.

“Kami berharap bisa lebih dekat. Sekarang kami harus memeriksa semua data dan mencari area yang masih bisa ditingkatkan,” kata Acosta.

Dominasi Marquez di Balaton Park kembali mempertegas statusnya sebagai salah satu pebalap paling kompetitif di MotoGP musim ini. Keunggulannya saat keluar dari Tikungan 4, yang dikenal sebagai salah satu titik paling menentukan di sirkuit tersebut, menjadi faktor penting yang mengantarkannya meraih kemenangan sprint race dengan meyakinkan.

Balapan utama MotoGP Hungaria 2026 kini menjadi panggung berikutnya bagi para rival untuk mencari cara menghentikan laju Marquez yang sejauh ini masih sulit tersentuh.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online