Aldila Sutjiadi ke Perempat Final DC Open 2026, Kalahkan Unggulan!
Aldila Sutjiadi lolos ke perempat final WTA 500 DC Open 2026 bersama Erin Routliffe. Kalahkan Kenin/Potapova 2-0, siap hadapi wakil tuan rumah.
Kimi Antonell/ Instagram
Harianjogja.com, JOGJA— Pembalap muda Mercedes, Kimi Antonelli, 19, menjadi sorotan besar di awal musim Formula 1 2026 setelah tampil dominan dengan catatan impresif.
Dari enam seri Grand Prix, ia berhasil meraih lima kemenangan, sekaligus memimpin klasemen sementara dengan keunggulan 66 poin atas pembalap Ferrari, Lewis Hamilton. Rekan setimnya, George Russell, justru mengalami penurunan performa setelah sempat menang di seri pembuka dan kini tertinggal dua poin di belakang Hamilton menjelang GP Barcelona-Catalunya akhir pekan ini.
Meski unggul jauh di klasemen, Antonelli menegaskan dirinya belum merasa berada di puncak kemampuan. Ia menilai masih banyak aspek yang harus dibuktikan dalam perjalanan musim ini, terutama soal seberapa jauh potensi yang dimilikinya bisa digali dalam waktu singkat.
"Masih ada pertanyaan yang perlu dijawab dari sisi saya, seberapa jauh saya bisa melangkah dalam waktu singkat, seberapa jauh saya bisa memacu diri, dan seberapa besar potensi yang saya miliki?" ujar Antonelli dikutip dari Sky Sports.
Performa gemilang Antonelli menjadi kontras tajam dengan musim debutnya pada 2025. Saat itu, ia mengaku sempat mengalami krisis kepercayaan diri, terutama dalam rangkaian balapan di Eropa yang kerap diwarnai penurunan performa dan insiden di lintasan.
"Tahun lalu saya banyak meragukan diri sendiri. Namun saya bersyukur hal itu terjadi karena membuat saya tumbuh dewasa. Tahun ini ceritanya berbeda, saya tidak lagi mempertanyakan kemampuan diri saya," ungkapnya.
Perubahan drastis ini terlihat jelas dari perbandingan performa Antonelli. Musim 2025 lalu, ia finis di peringkat tujuh tanpa satu pun kemenangan dan kalah head-to-head kualifikasi dari Russell dengan skor 5-19. Sementara di musim 2026 ini, setelah enam balapan, ia sudah berada di peringkat pertama dengan lima kemenangan dan unggul head-to-head 5-4 atas Russell.
Perubahan drastis ini membuat Antonelli disebut sebagai salah satu fenomena baru di Formula 1 modern. Performanya turut menarik perhatian para juara dunia. Fernando Alonso menyebutnya sebagai talenta luar biasa yang mampu beradaptasi dengan cepat tanpa banyak kesalahan. Sementara itu, Max Verstappen menilai konsistensi Antonelli di usia muda sebagai sesuatu yang mengesankan, sekaligus menekankan pentingnya tetap belajar dari kesalahan.
Di sisi lain, George Russell mengakui bahwa keberuntungan juga memengaruhi selisih poin di klasemen. Ia menyinggung beberapa insiden seperti penalti akibat kesalahan pit stop di Monako yang merugikan posisinya. Meski begitu, Russell memilih untuk tidak terbebani persaingan gelar dan fokus menjalani sisa musim.
Antonelli sendiri menegaskan bahwa target utamanya bukan sekadar juara dunia. "Saya tidak ingin membalap dengan memikirkan gelar juara. Saya ingin fokus pada proses dan menikmati setiap akhir pekan balapan," katanya.
Dengan performa yang terus menanjak, Antonelli kini menjadi pusat perhatian musim Formula 1 2026, sekaligus simbol perubahan generasi di paddock Mercedes. Toto Wolff, prinsipal tim Mercedes, sebelumnya telah memastikan line-up 2026 dengan Russell dan Antonelli, menegaskan bahwa keputusan itu hanya soal waktu, bukan apakah akan terjadi atau tidak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aldila Sutjiadi lolos ke perempat final WTA 500 DC Open 2026 bersama Erin Routliffe. Kalahkan Kenin/Potapova 2-0, siap hadapi wakil tuan rumah.
Rusia mendukung program nuklir Korea Utara dan menolak seruan denuklirisasi Semenanjung Korea karena meningkatnya ketegangan kawasan.
Kejagung menyiapkan kantor sementara dan pejabat struktural untuk operasional tujuh Kejari baru yang dibentuk melalui Perpres Nomor 40 Tahun 2026.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Kuasa hukum Raudi Akmal menilai sejak awal tidak ada dua alat bukti yang cukup usai PN Sleman mengabulkan sebagian praperadilan.
Polresta Jogja mulai memeriksa lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 korban anak.