BBM Nonsubsidi Naik, Begini Cara Menekan Pengeluaran Bahan Bakar
Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 menjadi Rp17.000. Simak 5 tips hemat BBM agar pengeluaran bahan bakar tetap terkendali.
Trofi Piala Dunia - ist/FIFA
Harianjogja.com, JOGJA— Setiap edisi Piala Dunia selalu menghadirkan satu momen yang paling ditunggu jutaan penggemar sepak bola: kapten tim juara mengangkat trofi FIFA World Cup di tengah perayaan kemenangan. Namun di balik momen bersejarah tersebut, ada fakta yang tidak banyak diketahui publik. Trofi asli yang diangkat para juara ternyata tidak pernah menjadi milik permanen negara pemenang.
FIFA menetapkan aturan khusus yang membuat trofi asli tetap berada di bawah kepemilikan federasi sepak bola dunia tersebut. Negara juara hanya diperbolehkan mengangkat dan merayakan trofi asli saat seremoni resmi sebelum akhirnya mengembalikannya kepada FIFA.
Bagi banyak penggemar, fakta ini sering kali mengejutkan karena muncul anggapan bahwa trofi akan disimpan oleh juara hingga turnamen berikutnya. Padahal, setelah seluruh rangkaian perayaan selesai, trofi asli kembali diamankan oleh FIFA dan tidak lagi berada di tangan tim pemenang.
Sebagai gantinya, negara juara memperoleh replika resmi yang bentuknya menyerupai trofi asli. Replika itulah yang kemudian dipajang di markas federasi sepak bola masing-masing negara dan dapat disimpan secara permanen.
Aturan tersebut diterapkan untuk melindungi salah satu simbol paling berharga dalam sejarah olahraga dunia. Trofi FIFA World Cup yang digunakan saat ini pertama kali diperkenalkan pada 1974 dan dirancang oleh seniman Italia, Silvio Gazzaniga.
Trofi tersebut memiliki tinggi sekitar 36,8 sentimeter dengan berat sekitar 6,1 kilogram. Material utamanya berupa emas 18 karat dan menampilkan dua figur manusia yang mengangkat bumi, melambangkan persatuan dunia melalui sepak bola.
Karena memiliki nilai sejarah, simbolis, dan material yang sangat tinggi, FIFA menerapkan sistem keamanan berlapis. Saat tidak digunakan dalam kegiatan resmi, trofi asli disimpan di FIFA World Football Museum.
Trofi hanya dikeluarkan untuk acara resmi FIFA, termasuk seremoni Piala Dunia, pameran khusus, dan kegiatan promosi tertentu yang mendapat izin khusus.
Pengalaman Pahit yang Mengubah Aturan FIFA
Kebijakan FIFA menjaga trofi asli tidak lepas dari pengalaman buruk yang pernah terjadi pada trofi pendahulunya, yakni Jules Rimet Trophy.
Pada masa itu, aturan FIFA berbeda. Negara yang berhasil menjuarai Piala Dunia sebanyak tiga kali berhak memiliki trofi secara permanen. Hak tersebut akhirnya diraih oleh Brasil setelah memenangkan gelar ketiga pada 1970.
Namun perjalanan trofi tersebut penuh drama. Menjelang Piala Dunia FIFA 1966>, Jules Rimet Trophy sempat dicuri di Inggris. Beruntung, trofi itu berhasil ditemukan kembali oleh seekor anjing bernama Pickles yang kemudian menjadi terkenal di seluruh dunia.
Masalah lebih besar terjadi pada 1983 ketika trofi tersebut kembali dicuri dari kantor konfederasi sepak bola Brasil di Rio de Janeiro. Hingga sekarang, Jules Rimet Trophy tidak pernah ditemukan kembali. Banyak pihak meyakini trofi itu telah dilebur oleh para pencurinya.
Peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting bagi FIFA untuk memperketat sistem perlindungan terhadap trofi Piala Dunia modern yang digunakan saat ini.
Juara Berkali-kali Tetap Tak Bisa Memiliki Trofi Asli
Aturan FIFA berlaku untuk seluruh negara tanpa pengecualian. Baik Argentina, Jerman, Italia, Prancis, maupun Brasil, semuanya hanya menerima replika resmi.
Bahkan jika suatu negara berhasil menjuarai Piala Dunia berkali-kali di masa depan, hak kepemilikan atas trofi asli tetap tidak akan diberikan. FIFA memastikan simbol tertinggi sepak bola dunia tersebut tetap berada dalam pengawasan langsung federasi.
Dengan demikian, trofi yang terlihat diangkat pemain saat pesta juara sebenarnya hanyalah "pinjaman" sesaat. Setelah lampu stadion padam dan perayaan berakhir, trofi emas paling bergengsi di dunia itu kembali ke tempat penyimpanannya di Swiss untuk menunggu juara berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 menjadi Rp17.000. Simak 5 tips hemat BBM agar pengeluaran bahan bakar tetap terkendali.
Piala Dunia 2026 membuat fans Indonesia harus begadang. Mayoritas pertandingan, termasuk semifinal dan final, digelar pada pukul 02.00 WIB.
Menteri PPPA Arifah Fauzi mengajak masyarakat aktif melaporkan judi online yang menjerat anak. Dampaknya dinilai mengancam kesehatan mental hingga prestasi bela
Shakira mengungkap tantangan menciptakan lagu resmi Piala Dunia 2026. Menurutnya, anthem turnamen harus mampu mewakili emosi dan semangat dunia.
Renovasi Stadion Sultan Agung Bantul masih menunggu kepastian PSIM dan PSSI. Penambahan single seat serta peningkatan lampu stadion menjadi kebutuhan utama.
Di tengah tekanan geopolitik global, volatilitas pasar, dan transformasi digital yang disruptif, total aset konsolidasi BPD se-Indonesia.