Grup G Memanas Belgia dan Iran Berebut Jalan ke Fase Gugur

Jumali
Jumali Minggu, 21 Juni 2026 20:47 WIB
Grup G Memanas Belgia dan Iran Berebut Jalan ke Fase Gugur

Belgia vs Iran/Instagram: Belgianreddevils

Harianjogja.com, JOGJA—Pertandingan Belgia melawan Iran pada laga kedua Grup G Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi salah satu duel paling menentukan di fase grup. Kedua tim sama-sama mengincar kemenangan pertama demi menjaga peluang lolos ke babak gugur tetap terbuka.

Dengan seluruh penghuni Grup G masih mengoleksi satu poin, hasil pertandingan di SoFi Stadium pada Senin (22/6/2026) dini hari WIB berpotensi mengubah peta persaingan secara signifikan. Tim yang mampu meraih tiga poin akan berada dalam posisi lebih menguntungkan menjelang laga terakhir fase grup.

Belgia memasuki pertandingan ini dengan tekanan yang tidak ringan.

Pada laga pembuka, skuad asuhan Rudi Garcia gagal menunjukkan performa terbaik saat ditahan imbang Mesir. Meski memiliki sejumlah pemain berpengalaman di level tertinggi, permainan De Rode Duivels dinilai belum mencerminkan status mereka sebagai salah satu kekuatan sepak bola Eropa.

Kehadiran Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, dan Leandro Trossard belum mampu menghasilkan dominasi yang diharapkan pada pertandingan pertama.

Belgia bahkan harus menunggu momen tekanan di kotak penalti lawan sebelum akhirnya menyamakan kedudukan melalui gol bunuh diri pemain Mesir.

Masalah terbesar Belgia terlihat pada efektivitas penyelesaian akhir. Dari sejumlah peluang yang tercipta saat menghadapi Mesir, hanya sedikit yang mampu mengarah tepat ke gawang lawan. Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan jika mereka ingin menghindari hasil mengecewakan.

Statistik juga menunjukkan Belgia belum meraih kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir di ajang Piala Dunia.

Situasi itu membuat pertandingan melawan Iran memiliki arti yang jauh lebih besar dibanding sekadar perebutan tiga poin.

Di sisi lain, Iran datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menunjukkan daya juang luar biasa pada laga pembuka.

Tim asuhan Amir Ghalenoei berhasil bangkit dua kali untuk menahan imbang Selandia Baru dengan skor 2-2.

Gol yang dicetak Ramin Rezaeian dan Mohammad Mohebi menjadi bukti bahwa Team Melli mampu memberikan respons ketika berada dalam tekanan.

Semangat tersebut semakin mendapat sorotan karena Iran juga harus menghadapi tantangan di luar lapangan selama turnamen berlangsung. Perjalanan yang padat dan keterbatasan logistik justru disebut menjadi pemicu tambahan motivasi bagi para pemain untuk membuktikan kemampuan mereka di panggung dunia.

Dari sisi teknis, Belgia kemungkinan melakukan beberapa penyesuaian susunan pemain.

Cedera yang dialami Zeno Debast membuat lini belakang kembali mengandalkan pengalaman pemain senior. Sementara kondisi Romelu Lukaku yang belum sepenuhnya pulih membuka peluang bagi pemain lain untuk tampil sebagai starter.

Iran juga masih menunggu perkembangan kondisi Saman Ghoddos yang mengalami masalah pada pergelangan kaki.

Pertandingan yang Bisa Menentukan Nasib Grup G

Laga ini menjadi pertemuan pertama Belgia dan Iran di level tim nasional senior. Selain menghadirkan catatan sejarah baru, pertandingan juga berpotensi menjadi titik balik perjalanan salah satu tim di Grup G.

Kemenangan akan membawa salah satu tim mengoleksi empat poin dan berada di jalur yang lebih aman menuju babak 32 besar.

Sebaliknya, hasil imbang akan membuat persaingan tetap terbuka hingga pertandingan terakhir fase grup.

Berbagai prediksi memang lebih banyak mengunggulkan Belgia karena kualitas individu pemain yang dimiliki. Namun, performa Iran pada laga pertama menunjukkan bahwa mereka memiliki kapasitas untuk memberikan kejutan.

Dengan tekanan besar yang mengiringi kedua kubu, faktor mental, efektivitas penyelesaian akhir, dan kemampuan memanfaatkan peluang diperkirakan menjadi penentu utama hasil pertandingan yang sangat penting bagi perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online