Sony RX10 V, Kamera Superzoom dengan Teknologi AI Rp 38 Juta
Sony RX10 V resmi di Indonesia dengan lensa 24-600mm, AI autofokus, dan video 4K 120fps. Harga Rp37,9 juta, pre-order 21 Juli-16 Agustus 2026.
Bendera Iran.
Harianjogja.com, JOGJA— Suasana laga Grup G Piala Dunia 2026 antara Iran dan Belgia di Stadion SoFi, Los Angeles, Senin (22/6/2026) dini hari WIB, diwarnai insiden cemoohan terhadap lagu kebangsaan Iran. Aksi tersebut kembali terjadi setelah sebelumnya fenomena serupa muncul pada laga pembuka Iran melawan Selandia Baru.
Cemoohan itu disebut berasal dari sebagian penonton, terutama komunitas diaspora Iran yang tinggal di Amerika Serikat. Los Angeles sendiri dikenal sebagai salah satu kota dengan populasi warga Iran terbesar di luar negeri.
Diaspora Iran dan Akar Protes Politik
Sekitar 600.000 warga Iran-Amerika tinggal di wilayah Los Angeles dan sekitarnya. Banyak di antara mereka merupakan diaspora yang meninggalkan Iran pasca-Revolusi Islam 1979 dan menilai lagu kebangsaan saat ini sebagai simbol rezim, bukan representasi seluruh rakyat Iran.
Mengutip laporan Harian The Independent, sekitar 300 hingga 500 demonstran anti-rezim juga sempat berkumpul di luar stadion. Mereka menyatakan penolakan terhadap kehadiran simbol negara Iran dalam ajang olahraga global tersebut.
FIFA sebelumnya mengimbau penonton untuk menjaga suasana damai dengan mengajak “bertepuk tangan untuk perdamaian”, namun respons di stadion tetap didominasi cemoohan dari sebagian penonton.
Keluhan Iran Soal Tekanan di Luar Lapangan
Di luar isu politik, Timnas Iran juga mengeluhkan sejumlah kendala teknis selama turnamen. Pelatih Amir Ghalenoei menyebut timnya menghadapi situasi yang tidak ideal terkait jadwal dan mobilitas.
Ia menyebut Iran hanya memiliki waktu persiapan kurang dari 16 jam setelah tiba di Los Angeles dari markas mereka di Tijuana, Meksiko. Bahkan, tim disebut harus segera kembali setelah pertandingan selesai.
“Kami menghadapi banyak tantangan, terutama di luar lapangan,” ujar Ghalenoei seperti dikutip dari Yahoo Sports.
Sementara itu, pelatih Belgia Rudi Garcia menegaskan bahwa turnamen ini seharusnya fokus pada sepak bola, bukan politik.
Laga Berakhir Imbang Tanpa Gol
Terlepas dari situasi di luar lapangan, pertandingan sendiri berakhir imbang 0-0. Belgia harus bermain dengan 10 pemain setelah Nathan Ngoy diganjar kartu merah pada menit ke-67.
Hasil ini membuat Iran mengoleksi dua poin dari dua laga, setelah sebelumnya bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru. Laga terakhir Grup G melawan Mesir di Seattle pada 27 Juni 2026 akan menjadi penentu langkah Iran menuju babak 32 besar—yang berpotensi menjadi sejarah baru bagi mereka.
Kapten Iran, Alireza Jahanbakhsh, tetap mencoba menjaga fokus tim di tengah tekanan.
“Kami bermain untuk semua orang Iran, di dalam dan luar negeri, apa pun ideologi mereka,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sony RX10 V resmi di Indonesia dengan lensa 24-600mm, AI autofokus, dan video 4K 120fps. Harga Rp37,9 juta, pre-order 21 Juli-16 Agustus 2026.
Dinas Kebudayaan Bantul menyiapkan pembentukan UPT Taman Budaya Bantul untuk mengelola operasional kawasan budaya seluas hampir lima hektare. Target terbentuk p
Indonesia Custom Show 2026 menghadirkan Freedom Run 5K di JEC Jogja dengan pengawalan mobil dan motor custom serta hadiah mobil dan motor custom.
Kenali 7 jenis virus komputer paling berbahaya: Macro, Boot Sector, Trojan, Overwrite, Browser Hijacker, Web Scripting, dan Polymorphic. Pelajari cara mencegah
India dikabarkan mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi laga kontra Brasil. Bhaichung Bhutia kritik keras: ASEAN Cup lebih bermanfaat. AIFF putuskan dua skuad ter
Festival musik Cherrypop 2026 akan digelar di kawasan Candi Prambanan pada 22-23 Agustus 2026. Memasuki tahun kelima penyelenggaraan Cher