Jeremy Doku Tinggalkan Kamp Belgia Demi Kelahiran Anak Pertama

Jumali
Jumali Selasa, 23 Juni 2026 10:47 WIB
Jeremy Doku Tinggalkan Kamp Belgia Demi Kelahiran Anak Pertama

Jeremy Doku/Instagram

Harianjogja.com, JOGJA—Bintang Timnas Belgia sekaligus pemain Manchester City, Jeremy Doku, memilih meninggalkan sementara kamp pelatihan negaranya di tengah gelaran Piala Dunia 2026 untuk mendampingi sang istri, Shireen, yang melahirkan anak pertama mereka di Inggris.

Keputusan tersebut mendapat izin resmi dari Federasi Sepak Bola Belgia dan langsung menjadi perhatian publik internasional. Di tengah jadwal padat turnamen sepak bola terbesar di dunia, Doku menempatkan keluarga sebagai prioritas utama.

Pemain berusia 24 tahun itu sebelumnya tidak tampil saat Belgia menghadapi Iran. Ketidakhadirannya sempat diumumkan karena alasan kesehatan. Namun kemudian diketahui bahwa Doku sedang melakukan perjalanan menuju London untuk menyambut kelahiran putranya yang diberi nama Praise.

Dokter Timnas Belgia, Brahim Hacene, menjelaskan bahwa keberangkatan Doku telah melalui pertimbangan medis dan mendapatkan persetujuan dari tim dokter.

"Ibu, ayah, dan bayi semuanya dalam keadaan baik," kata Hacene dikutip dari BBC.

Keputusan Doku memicu beragam respons. Sebagian pihak memuji langkahnya yang memilih hadir dalam momen penting keluarga, tetapi ada pula yang mengkritiknya karena meninggalkan tim saat kompetisi masih berlangsung.

Kontroversi muncul setelah presenter media olahraga Prancis, France Pierron, menyampaikan komentar yang mempertanyakan urgensi kehadiran seorang ayah saat proses persalinan. Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari publik dan komunitas sepak bola.

Pierron bahkan menyebut bahwa kesempatan tampil di Piala Dunia merupakan sesuatu yang diimpikan banyak pemain sehingga tidak seharusnya ditinggalkan.

Gelombang kritik terhadap komentarnya membuat media tempat ia bekerja, L'Equipe, mengeluarkan permintaan maaf resmi. Perusahaan menyatakan pandangan tersebut tidak mencerminkan nilai organisasi dan memutuskan membebastugaskan Pierron dari layar televisi hingga akhir musim programnya pada awal Juli mendatang.

Pierron kemudian menyampaikan klarifikasi melalui media sosial X. Ia meminta maaf kepada pihak yang merasa tersinggung dan menegaskan bahwa komentarnya merupakan pandangan pribadi.

Di sisi lain, dukungan terhadap Doku justru datang dari berbagai kalangan.

Mantan petinju peraih medali emas Olimpiade asal Prancis, Brahim Asloum, menjadi salah satu figur publik yang membela keputusan pemain Belgia tersebut.

"Bayi adalah seluruh hidup Anda. Piala Dunia akan berakhir ketika turnamen itu selesai," ujarnya.

Dukungan serupa datang dari penyerang Timnas Inggris, Ollie Watkins.

"Ini hanya terjadi sekali seumur hidup, menyambut anak pertama ke dunia, dan itu adalah sebuah berkah," kata Watkins.

Sementara itu, Asosiasi Pesepakbola Profesional (PFA) menilai pemain perlu mendapatkan ruang untuk menyeimbangkan tanggung jawab profesional dengan kehidupan pribadi mereka. Organisasi tersebut menegaskan bahwa pesepak bola juga manusia yang memiliki momen penting di luar lapangan.

Kasus Doku bukanlah yang pertama dalam dunia sepak bola. Pada Piala Dunia 2018, Fabian Delph juga meninggalkan kamp Timnas Inggris untuk menyaksikan kelahiran anaknya. Gelandang Manchester City saat itu memilih pulang dari Rusia demi mendampingi keluarga.

Sebelumnya, David Silva juga sempat absen membela Manchester City karena menemani proses perawatan putranya yang lahir prematur.

Hingga kini, FIFA telah memiliki aturan cuti melahirkan untuk pesepak bola perempuan. Namun, regulasi khusus mengenai cuti ayah (paternity leave) bagi pemain pria masih belum diatur secara spesifik.

Setelah menyelesaikan urusan keluarga, Doku dijadwalkan kembali bergabung dengan skuad Belgia di Seattle untuk melanjutkan persiapan menghadapi laga berikutnya melawan Selandia Baru. Kehadiran anggota keluarga baru diharapkan menjadi tambahan motivasi bagi winger cepat tersebut dalam melanjutkan perjuangan Belgia di Piala Dunia 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online