Herbalife Gandeng Yayasan Cita Sehat Cegah Stunting di Gunungkidul
Herbalife dan Yayasan Cita Sehat meluncurkan program pencegahan stunting di Kedungkeris Gunungkidul yang menyasar 275 penerima manfaat.
Timnas Mesir akan melawan Iran pada penyisihan Grup G Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Lumen Field, Seattle, Washington, Amerika Serikat, Jumat (26/6/2026) waktu setempat. Ist/iranwire.com
Harianjogja.com, JOGJA—Pertarungan sengit bakal tersaji saat Timnas Mesir menghadapi Timnas Iran pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026 di Stadion Lumen Field, Seattle, Sabtu (27/6) WIB. Duel ini dipastikan berlangsung panas karena menjadi penentu nasib kedua tim menuju babak 32 besar.
Mesir berada di atas angin dengan koleksi empat poin dari dua laga. Tim berjuluk The Pharaohs hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan tiket ke fase gugur. Bahkan, kemenangan akan mengantar mereka lolos sebagai juara grup tanpa harus menunggu hasil pertandingan lain.
Kepercayaan diri Mesir sedang tinggi usai menumbangkan Selandia Baru dengan skor 3-1 pada laga sebelumnya. Hasil tersebut menjadi momentum penting yang mengangkat posisi mereka ke puncak klasemen sementara.
Sorotan utama tentu tertuju pada Mohamed Salah. Penyerang andalan Mesir itu kembali menjadi tumpuan di lini depan. Selain menjadi ancaman utama bagi pertahanan lawan, Salah juga tengah memburu rekor pribadi. Ia hanya membutuhkan satu gol lagi untuk menyamai catatan legenda hidup Mesir, Hossam Hassan, sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa tim nasional.
Namun, pelatih Hossam Hassan menegaskan timnya tidak hanya bergantung pada satu pemain. Ia menekankan pentingnya kekuatan kolektif dan disiplin permainan untuk menghadapi tekanan di laga penentuan seperti ini.
Di sisi lain, Iran datang dengan misi yang jauh lebih berat. Tim asuhan Amir Ghalenoei wajib meraih kemenangan jika ingin lolos langsung ke babak berikutnya. Hasil imbang saja belum cukup aman karena nasib mereka akan ditentukan oleh laga lain di Grup G.
Meski belum mencatat kemenangan, Iran bukan tanpa peluang. Mereka tampil cukup solid dengan dua hasil imbang, termasuk menahan Belgia tanpa gol. Lini pertahanan yang disiplin menjadi kekuatan utama yang bisa merepotkan Mesir.
Namun, tantangan terbesar Iran ada di lini depan. Produktivitas gol menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan jika ingin menembus pertahanan Mesir dan mengamankan kemenangan.
Laga ini diprediksi berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Mesir kemungkinan akan bermain lebih aman dan mengandalkan serangan balik cepat, sementara Iran dipaksa tampil menyerang dan mengambil risiko lebih besar.
Dengan kepentingan yang berbeda—Mesir cukup bermain aman, Iran harus all out—duel ini berpotensi menghadirkan drama hingga menit akhir.
Prediksi Susunan Pemain:
Mesir (4-2-3-1): Mostafa Shobeir; Mohamed Hany, Yasser Ibrahim, Ramy Rabia, Ahmed Abou El Fotouh; Mohanad Lasheen, Marwan Ateya; Mohamed Salah, Emam Ashour, Mostafa Ziko; Omar Marmoush.
Iran (5-4-1): Alireza Beiranvand; Ehsan Hajsafi, Ramin Rezaeian, Hossein Kanaani, Shoja Khalilzadeh, Ali Nemati; Alireza Jahanbakhsh, Saeid Ezatolahi, Saman Ghoddos, Mohammad Mohebi; Mehdi Taremi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Herbalife dan Yayasan Cita Sehat meluncurkan program pencegahan stunting di Kedungkeris Gunungkidul yang menyasar 275 penerima manfaat.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Sertifikat tanah elektronik menghubungkan data pemegang hak dengan NIK dan bidang tanah dengan nomor identifikasi elektronik.
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Sebanyak 193 karya dari 131 seniman difabel dipamerkan dalam Suluh Sumurup Art Festival 2026 di Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY).