Inggris Bangkit Usai Piala Dunia, Tuchel: Saatnya Move On

Jumali
Jumali Rabu, 07 Oktober 2026 13:07 WIB
Inggris Bangkit Usai Piala Dunia, Tuchel: Saatnya Move On

Thomas Tuchel./JIBI

Harianjogja.com, JOGJA—Thomas Tuchel meminta Timnas Inggris berhenti terus melihat kegagalan di Piala Dunia 2026 dan mulai menatap tantangan berikutnya. Permintaan itu disampaikan setelah The Three Lions kembali menang meyakinkan di UEFA Nations League.

Inggris mengalahkan Republik Ceko 3-0 di Wembley, Selasa (6/10/2026) malam waktu setempat atau Rabu (7/10/2026) dini hari WIB. Kemenangan tersebut menjadi kemenangan ketiga Inggris dalam empat pertandingan Nations League sekaligus memperkuat posisi mereka untuk lolos ke putaran final.

Sebelumnya, Inggris kalah 2-3 dari Spanyol pada pertandingan pembuka. Setelah itu, skuad asuhan Tuchel bangkit dengan mengalahkan Ceko 2-0, membantai Kroasia 7-0, kemudian kembali menundukkan Ceko 3-0.

Dengan rangkaian tersebut, Inggris telah mencetak 15 gol dalam empat pertandingan Nations League, meski sempat mengawali kompetisi dengan kekalahan. Tuchel melihat respons tersebut sebagai bukti bahwa timnya mampu berkembang setelah melewati tekanan Piala Dunia.

Tuchel Minta Inggris Tidak Terjebak Masa Lalu

Tuchel masih mendapat pertanyaan mengenai perjalanan Inggris di Piala Dunia 2026. The Three Lions memang gagal mencapai final setelah kalah dari Argentina pada semifinal, tetapi pelatih asal Jerman itu menilai pencapaian tersebut tidak seharusnya diperlakukan seolah-olah Inggris tersingkir sejak fase grup.

Tuchel bahkan meminta publik dan timnya berhenti membawa kekecewaan tersebut ke setiap pertandingan berikutnya.

"Saya pikir memang sudah waktunya untuk move on. Saya hanya bisa mengulang bahwa kami tidak tersingkir di fase grup. Terkadang rasanya seperti itu, tetapi kenyataannya tidak," kata Tuchel setelah pertandingan melawan Ceko, seperti dilansir dari AFP.

Menurut Tuchel, Inggris tidak perlu membangun tim dari awal. Pengalaman bermain di Piala Dunia justru menjadi fondasi untuk mengembangkan permainan menuju target berikutnya, termasuk Euro 2028 yang akan digelar di kandang sendiri.

"Ada sedikit kritik dan keraguan. Saya sudah mengatakan bahwa kami tidak memulai dari nol. Saya percaya kami tidak perlu memulai semuanya dari awal karena kami bisa membangun dari apa yang sudah kami kerjakan bersama dan kami memainkan sepak bola kompetitif dengan level tinggi di Piala Dunia," ujarnya.

Tuchel menilai perkembangan tersebut tidak hanya terlihat dari hasil pertandingan. Sikap pemain selama pemusatan latihan juga menjadi indikator bahwa standar internal skuad Inggris mulai terbentuk lebih kuat.

"Sekarang kami melangkah ke tahap berikutnya dan selalu penting untuk mengambil langkah berikutnya. Namun, komitmen dan sikap para pemain sejak hari pertama di kamp berada pada level yang sangat tinggi. Saya senang kami bisa membuktikannya dalam keempat pertandingan," kata mantan pelatih Chelsea tersebut.

Harry Kane Tambah Catatan Sejarah

Kemenangan atas Ceko juga menjadi malam spesial bagi Harry Kane. Kapten Inggris tersebut mencatat penampilan ke-125 untuk negaranya dan menyamai rekor Peter Shilton sebagai pemain dengan jumlah caps terbanyak untuk Timnas Inggris.

Kane tidak sekadar hadir untuk merayakan pencapaian pribadi. Penyerang Bayern Muenchen itu mencetak dua gol dan turut berperan dalam gol pembuka yang berasal dari gol bunuh diri Vladimir Coufal.

Dua gol tersebut membawa koleksi Kane menjadi 91 gol untuk Inggris. Ia juga mencatatkan penampilan ke-125 hanya sekitar 11 tahun setelah menjalani debut internasional.

Bagi Tuchel, kontribusi Kane menjadi gambaran penting dari perkembangan Inggris. Di tengah upaya membangun generasi baru, pemain senior seperti Kane tetap mampu menjadi penentu ketika tim membutuhkan hasil.

"Luar biasa. Dia layak mendapatkan panggung dan pujian tersebut. Sekali lagi, dia menjadi penentu bagi kami pada hari yang sangat spesial baginya," kata Tuchel.

Hasil melawan Ceko membuat Inggris mengoleksi sembilan poin di Grup A3 dan berada di posisi kedua di bawah Spanyol. Dua pertandingan terakhir fase grup pada November akan menjadi kesempatan berikutnya bagi Tuchel untuk memastikan Inggris benar-benar telah meninggalkan bayang-bayang Piala Dunia dan siap menuju target berikutnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online