Jelang Lawan Iran, Pelatih Mesir Soroti Keadilan bagi Semua Tim
Pelatih Mesir Hossam Hassan mendukung Iran mendapat perlakuan setara di Piala Dunia 2026 jelang laga penentuan Grup G di Seattle.
Alex Marquez/Instagram
Harianjogja.com, JOGJA— Alex Marquez akhirnya benar-benar kembali ke lintasan MotoGP setelah menjalani masa pemulihan panjang akibat cedera serius yang dialaminya pada pertengahan musim. Pembalap Gresini Racing MotoGP itu finis di posisi ke-13 pada Sprint Race MotoGP Belanda 2026 di TT Circuit Assen, Sabtu (27/6/2026), dalam comeback yang sarat perjuangan.
Hasil tersebut memang belum membawanya ke zona poin. Namun bagi Alex Marquez, menyelesaikan balapan menjadi kemenangan tersendiri setelah dua bulan terakhir diwarnai cedera, operasi, dan proses rehabilitasi yang tidak mudah.
Bangkit Setelah Crash Horor di Catalunya
Perjalanan berat Alex dimulai saat mengalami kecelakaan hebat pada seri MotoGP Catalunya 2026 pada pertengahan Mei lalu.
Insiden tersebut menyebabkan pembalap asal Spanyol itu mengalami patah tulang selangka kanan serta cedera pada ruas tulang leher C7. Cedera itu memaksanya menepi dari lintasan dan absen pada dua seri berikutnya, yakni MotoGP Italia dan MotoGP Hungaria.
Setelah dinyatakan pulih secara medis, Alex sempat kembali tampil pada MotoGP Ceko pekan lalu. Namun, ia memilih mundur dari Sprint Race maupun balapan utama meski telah mengikuti sesi kualifikasi karena merasa kondisinya belum cukup siap untuk bertarung penuh.
Assen akhirnya menjadi momen comeback sesungguhnya.
Sempat Crash Lagi Sebelum Balapan
Perjuangan Alex di Belanda ternyata tidak berjalan mulus.
Dalam sesi practice pada Jumat (26/6/2026), ia kembali mengalami kecelakaan yang sempat menimbulkan kekhawatiran. Beruntung, insiden tersebut tidak memperparah cedera lama yang masih dalam tahap pemulihan.
Meski tubuhnya belum sepenuhnya pulih, Alex tetap memutuskan turun pada Sprint Race dan berhasil menyelesaikan seluruh lap balapan.
“Senang rasanya bisa kembali balapan, meski saat ini rasanya sakit hampir di mana-mana,” ujar Alex melalui situs resmi Gresini Racing.
Menurutnya, kembali ke ritme kompetisi merupakan bagian penting dari proses pemulihan yang tidak bisa digantikan dengan latihan biasa.
“Kembali ke ritme di trek adalah latihan terbaik, jadi kami menghindari mengambil risiko dengan tidak berpartisipasi di Q2 dan kemudian kami melakukan tugas kami di balapan,” katanya.
Masih Menahan Nyeri
Alex juga mengungkapkan dampak kecelakaan yang dialaminya sehari sebelum Sprint Race.
Ia menyebut insiden tersebut cukup keras, meskipun tidak menimbulkan komplikasi baru pada tulang selangka yang sebelumnya patah.
“Kecelakaan kemarin adalah kecelakaan yang cukup sulit. Untungnya tidak ada komplikasi pada tulang selangka, meski saya mendapat cukup banyak lecet dan benturan yang cukup keras di kepala,” ujarnya.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa kondisi fisik Alex belum sepenuhnya ideal. Namun, tekadnya untuk kembali bersaing di lintasan lebih besar daripada rasa sakit yang masih dirasakannya.
Finis ke-13 Jadi Langkah Penting
Finis di posisi ke-13 mungkin tidak terlihat istimewa dari sisi hasil. Namun dalam konteks perjalanan pemulihan yang dijalani Alex Marquez, pencapaian tersebut menjadi sinyal positif.
Setelah melewatkan dua seri dan sempat kembali mengalami crash saat latihan, pembalap berusia 30 tahun itu kini mulai menemukan kembali kepercayaan diri dan ritme balapnya.
Bagi Alex, target utama di Assen bukan sekadar mengejar poin, melainkan membangun kembali kondisi fisik dan mental untuk menghadapi paruh kedua musim MotoGP 2026.
Kini perhatian tertuju pada balapan utama MotoGP Belanda, di mana Alex Marquez akan kembali berupaya membawa motornya bersaing lebih dekat dengan kelompok depan dan melanjutkan proses comeback yang perlahan mulai menunjukkan hasil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelatih Mesir Hossam Hassan mendukung Iran mendapat perlakuan setara di Piala Dunia 2026 jelang laga penentuan Grup G di Seattle.
Harga emas dan perak Antam hari ini, Minggu 28 Juni 2026, stagnan. Namun secara mingguan perak turun 7,87 persen dan emas melemah 0,30 persen.
Panama menjadi satu-satunya tim yang gagal mencetak gol di fase grup Piala Dunia 2026. Tersingkir dengan tiga kekalahan dan empat kali kebobolan.
vivo X Fold6 resmi meluncur dengan baterai 7.000 mAh, kamera ZEISS 200 MP, layar lipat 8,02 inci, serta fitur AI untuk produktivitas dan multitasking.
Steve Clarke resmi mundur dari Timnas Skotlandia usai gagal lolos dari fase grup Piala Dunia 2026, mengakhiri era tujuh tahun yang penuh pencapaian.
Portugal ditahan Kolombia 0-0 dan lolos sebagai runner-up Grup K. RD Kongo bangkit kalahkan Uzbekistan 3-1 sekaligus menyingkirkan Korea Selatan.