Ambisi Marquez Kejar Rekor Agostini dan Rossi

Jumali
Jumali Minggu, 05 Juli 2026 13:37 WIB
Ambisi Marquez Kejar Rekor Agostini dan Rossi

Pembalap Ducati Marc Marquez. ANTARA/Ducati/am.

Harianjogja.com, JOGJA— Marc Marquez memastikan dirinya tetap menjadi bagian dari Ducati Lenovo hingga akhir musim 2027 setelah menandatangani kontrak baru berdurasi dua tahun. Kesepakatan tersebut menjadi kabar penting bagi MotoGP karena membuka peluang bagi pembalap asal Spanyol itu untuk terus mengejar sejumlah rekor bersejarah di kelas utama.

Perpanjangan kontrak ini sekaligus menunjukkan kepercayaan Ducati terhadap kemampuan Marquez yang dalam beberapa musim terakhir berhasil kembali tampil kompetitif setelah melewati masa-masa sulit akibat cedera panjang.

Dengan tambahan masa bakti hingga 2027, Marquez memiliki kesempatan untuk mendekati bahkan menyamai sejumlah pencapaian legendaris dalam sejarah MotoGP. Saat ini ia telah mengoleksi tujuh gelar dunia kelas premier dan hanya terpaut satu gelar dari rekor delapan gelar milik Giacomo Agostini.

Selain itu, Marquez juga masih berpeluang menambah jumlah kemenangan balapannya. Meski jalan untuk mengejar rekor kemenangan Valentino Rossi masih panjang, keberadaannya di tim pabrikan Ducati membuat peluang tersebut tetap terbuka.

Namun bagi Marquez, target utama bukan semata-mata mengejar angka atau statistik. Pembalap yang dijuluki The Baby Alien itu menegaskan bahwa dirinya ingin menikmati setiap momen di penghujung karier profesionalnya tanpa kehilangan semangat untuk bersaing.

"Ambisi terbesar saya adalah menikmati passion saya di tahun-tahun terakhir karier saya," ujar Marquez seperti dikutip dari Crash, Minggu (5/7/2026).

Menurutnya, tidak sedikit atlet yang kehilangan kebahagiaan saat memasuki fase akhir karier karena dibebani cedera, tekanan hasil, dan ekspektasi tinggi.

"Kadang atlet mengakhiri karier dengan tidak lagi menikmati olahraga mereka. Biasanya di akhir karier, mereka mengalami cedera, tekanan, dan hasil yang buruk," katanya.

Meski berbicara soal menikmati karier, Marquez memastikan dirinya tidak akan mengendurkan ambisi di lintasan. Ia tetap bertekad tampil kompetitif dan memanfaatkan setiap peluang untuk meraih kemenangan maupun gelar juara dunia.

"Saya ingin menikmati tahun-tahun terakhir karier saya, dan itu akan menjadi target utama," ujarnya.

Marquez juga belum memastikan apakah kontrak hingga 2027 akan menjadi kesepakatan terakhir dalam kariernya. Ia membuka peluang untuk terus membalap apabila kondisi fisik dan motivasinya masih memungkinkan.

"Saya tidak tahu apakah ini akan menjadi kontrak terakhir atau tidak, tapi saya ingin mengingat akhir karier saya dengan cara yang baik," kata Marquez.

Perjalanan Marquez musim ini tidak sepenuhnya berjalan mulus. Setelah menjalani operasi lanjutan pada bahu usai balapan di Le Mans, ia sempat kehilangan momentum dalam persaingan perebutan gelar.

Namun, pembalap berusia 33 tahun itu berhasil bangkit dan kembali menunjukkan performa kompetitif. Ia kini terus memangkas jarak poin dengan pemuncak klasemen Jorge Martin dan kembali masuk dalam perhitungan perebutan gelar musim ini.

MotoGP Jerman menjadi tantangan berikutnya bagi Marquez untuk melanjutkan tren positif tersebut. Sirkuit Sachsenring yang selama ini dikenal sebagai salah satu lintasan favoritnya berpotensi menjadi momentum penting untuk memperkuat peluang dalam perebutan gelar.

Dengan dukungan penuh Ducati serta kontrak jangka menengah yang memberikan stabilitas, Marquez kini memasuki fase baru dalam kariernya. Tidak hanya berburu kemenangan, tetapi juga berusaha meninggalkan warisan yang lebih besar dalam sejarah MotoGP sebagai salah satu pembalap terbaik sepanjang masa.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online